Peningkatkan Keterampilan Berpikir Elaborasi dan Penguasaan Konsep Elektrolisis Siswa Melalui Discovery Learning

Authors

  • Ratu Betta Rudibyani Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.24246/juses.v2i2p60-69

Keywords:

discovery learning, elektrolisis, keterampilan berpikir elaborasi, penguasaan konsep

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas discovery learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir elaborasi dan penguasaan konsep elektrolisis siswa. Metode dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Posttest Control Group Design.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 13 Bandar Lampung. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling, diperoleh kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pembelajaran pada Kelas eksperimen dilaksanakan dengan discovery learning dan kelas kontrol digunakan pembelajaran konvensional. Peningkatan Ketrampilan Berfikir Elaborasi dan Penguasaan Konsep Elektrolisis Siswa diperlihatkan dari perbedaan nilai rata-rata n-Gain yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan dan analisis data, diperoleh nilai rata-rata n-Gain kelas eksperimen untuk kemampuan elaborasi dan penguasaan konsep elektrolisis siswa berkatagori tinggi dan mempunyai ukuran pengaruh yang besar. Kesimpulan penelitian ini yaitu peningkatkan keterampilan berpikir elaborasi dan penguasaan konsep  elektrolisis siswa efektif dilakukan dengan discovery learning.  

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y. (2016). Desain Sistem Pembelajaran dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: Refika Aditama.

Anisa, E. N., Rudibyani, R. B., & Sofya, E. (2017). Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Penguasaan Konsep Siswa Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit. Jurnal Pendidikan Kimia Unila, 7(1), 283–295.

Anwar, M. N., Shamin-ur-Rasool, S., & Haq, R. (2012). A Comparison Of Creative Thinking Abilities Of High And Low Achievers Secondary School Students. International Interdisciplinary Journal of Education, 1(1).

Arikunto, S. (2012). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dahar, R. W. (2011). Teori-Teori Belajar. (Erlangga, Ed.). Jakarta.

Dincer, S. (2015). Effect of Computer Assisted Learning on Stu-dents’Achievement in Turkey: a Meta-Analysis. Journal of Turkish Science Education, 12(1), 99–119.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2012). How To Design And Evaluate Research In Education (Eigth Edition. New York: Mc-Graw Hill.

Hasanah, M., Rudibyani, R. B., & Tania, L. (2018). Penerapan Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Elaborasi Materi Larutan Penyangga. Jurnal Pendidikan Kimia Unila, 7(1).

Jahjouh, Y. M. (2014). The Effectiveness of Blended E-Learning Forum in Planning for Science Instruction. Journal of Turkish Science Education, 11(4), 3–16.

Jayanto, I. F., & Noer, S. H. (2017). Kemampuan Berpikir Kreatif Dengan Pembelajaran Guided Discovery. In Prosiding Seminar Nasional Matemmatika dan Pendidikan Matematika UIN.

Kemendikbud. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 SMP/MTs Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan.

Maarif, S. (2016). Improving Junior High School Students’ Mathematical Analogical Ability Using Discovery Learning Method. International Journal of Research in Education and Science (IJRES), 2(1), 114–124.

Munandar, U. (2014). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Permendikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2014. Jakarta: Kemendikbud.

Permendiknas. (2006). Mengatur Tentang Standar Isi Mencakup Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Kemendikbud.

PISA. (2015). Programme For International Student Assesment. Retrieved January 21, 2018, from http://www.oecd.org

Putri, D. R., Rudibyani, R. B., & Sofya, E. (2017). Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Dan Penguasaan Konsep. Jurnal Pendidikan Kimia Unila, 6(2), 296–307.

Rohim, F., Susanto, H., & Ellianawati. (2012). Penerapan Model Discovery Terbimbing Pada Pembelajaran Fisika Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Unnes Physics Education Journal, 1(1), 1–5.

Saputro, R. P., Wasis, & Koestari, T. (2015). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Berpikir Kreatif. Jurnal Pendidikan Sains Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 5(1), 693–702.

Sunyono. (2015). Model Pembelajaran Multiple Representasi. Yogyakarta: Media Akademi.

Suprayanti, I., Ayub, S., & Rahayu, S. (2016). Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 5 Jonggat Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 2(1), 4–12. Retrieved from http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPFT/article/view/285

TIMSS. (2015). Student Achievement Of Science. Retrieved from www. Timss.org

Widiadnyana, I. W., Sadia, I. W., & Suastra, I. W. (2014). Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Pemahaman Konsep Ipa Dan Sikap Ilmiah Siswa SMP. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 4(1), 1–13.

Downloads

Published

2019-10-28

How to Cite

Rudibyani, R. B. (2019). Peningkatkan Keterampilan Berpikir Elaborasi dan Penguasaan Konsep Elektrolisis Siswa Melalui Discovery Learning. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 2(2), 60–69. https://doi.org/10.24246/juses.v2i2p60-69