FARMERS PERCEPTION, ATTITUDE, AND SATISFACTION LEVEL OF SOYBEAN HIGH YIELDING VARIETIES IN KEBUMEN DISTRIC, CENTRAL JAVA

Authors

  • Chanifah Chanifah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah
  • Joko Triastono Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah
  • Fransicus Rudi Prasetyo Hantoro Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah

DOI:

https://doi.org/10.24246/agric.2021.v33.i2.p175-188

Keywords:

perception, attitude, satisfaction level, attributtes, soybean

Abstract

Imported soybeans have dominated national soybeans for more than two decades. To reduce dependence on imported soybeans, efforts are needed to maximize national soybean production and productivity through technological innovation. Soybean high yielding varieties are one of the easiest technologies to be adopted by farmers. The assessment aims to evaluate perceptions, attitudes and satisfaction of farmers with the attributes of superior soybean varieties. The assessment was carried out using a survey method of soybean farmers totaling 32 people in The Kebumen Regency. High yielding soybeans varieties studied is Grobogan, Anjasmoro and Gema varieties. Attributes evaluated are plant performance, yield, soybeans price selling, easier seeds to obtain, harvest age, the suitability of seed size to demand and pest resistance. Farmers’ perceptions were mapped using perceptual mapping, farmer attitudes were analyzed using the Fishbein Multiattribute Model and farmer satisfaction was analyzed using the Customer Satisfaction Index (CSI). The results of the study showed that farmers had better perceptions, attitudes and satisfaction towards Grobogan and Anjasmoro varieties compared to Gema variety. Grobogan and Anjasmoro varieties were perceived as more excellent because they had more attractive plant diversity, higher production, easier seeds to obtain and more resistance to pests-diseases. Farmers showed a more accepting attitude to cultivating Grobogan and Anjasmoro varieties with Fishbein Multiattribute scores of 45.63 and 43.93, while the Gema variety only scored 39.64. Farmers have a higher level of satisfaction with Grobogan and Anjasmoro variety with CSI values of 52.11% and 50.37% compared to the Gema variety of 44.66%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afifi, M. F. 2007. Analisis kepuasan konsumen terhadap atribut sayuran organik dan penerapan Personal Selling Benny’s Organic Garden. Skripsi Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Arifin Z. 2015. Perbedaan Produksi Kedelai (Glycine Max (L) Meriil) Varietas Dering dan Varietas Gema Pada Kekeringan. Jurnal Cemara. 12 (1): 30-33.

Azizah I.N., Winahyu N., Rohmad. 2021. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Produk Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Bumi Nutrisia Jaya Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia. 5 (6):12-21.

Bakhtiar, Hidayat T, Jufri Y, Safriati S. 2014. Keragaan Pertumbuhan dan Komponen Hasil beberapa Varietas Unggul Kedelai di Aceh Besar. Jurnal Floratek. 9 (1): 46-52.

Balitkabi. 2021. Diskripsi Varietas Unggul Kedelai 1918-2016.https://balitkabi. litbang.pertanian.go.id/produk/deskripsi- varietas/ [Nopember 21, 2021].

BB Biogen. 2018. Diskripsi Kedelai Varietas Biosoy 1. http://biogen.litbang. pertanian. go.id/?p=70096. [Nopember 21, 2018].

Chanifah, Darwanto D.H., Triastono J. 2019. Faktor Determinan Efisiensi dan Inefisiensi Teknis Usahatani Kedelai Lokal di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Jurnal Pangan. 28 (3): 191-202

Chanifah. 2009. Analisis Sikap dan Kepuasan Petani terhadap Atribut Benih Padi Hibrida (Kasus Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor Jawa Barat. Skripsi Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Destari A.N., Suharyono E. Yulianto. 2015. Pengaruh Produksi Kedelai Dalam Negeri dan Harga Kedelai Dunia terhadap Volume Impor Kedelai di Indonesia ( Studi terhadap Volume Impor Kedelai Tahun 1996-2013). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB). 1 (1): 1-8.

Dzuhrinia L., Noor T.I. 2017. Analisis Preferensi Petani Terhadap Atribut Benih Kedelai (Glycine Max L) Di Kec. Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Ilmiah MahasiswaAgroinfo Galuh. 4 (2): 188-197.

EngelJF,BlackwelRD,MiniardPW.1994. Perilaku Konsumen Jilid I. BinaAksara, Jakarta.

HaitamiA, Indrawanis E, Ezward C, Wahyudi. 2021. Tampilan Agrobomi beberapa Varietas Unggul Kedelai (Glycine max L) di Tanah Ultisol Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Menara Ilmu. 25 (1): 1-8.

Hamdani K.K., Haryati Y. 2021. Komparasi Potensi Hasil dari Beberapa Varietas Unggul Padi Sawah. AGRIC Jurnal Ilmu Pertanian. 33 (1): 53-62

Handayani S.M. 2013. Respon Petani Kedelai terhadap Fluktuasi Harga dan Iklim di Daerah Istimewa Yogyakarta. SEPA. 9 (2): 241 – 248

Hastini T, Mulijanti SL, Sunandar N. 2015. Potensi Hasil Enam Varietas Unggul Kedelai di Kabupaten Sumedang. Hal 219-224. Dalam Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 2015. Malang 19 Mei 2015.

Kotler P. 1997. Manajemen Pemasaran Jilid I dan II. PT Prenhallindo, Jakarta.

Krisdiana R. 2011. Daya Saing dan Faktor Determinan Usahatani Kedelai di Lahan Sawah. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 31 (1): 6–12.

Kushartanti E., Suhendrata T., Mastur, Setyaningrum S.B. 2011. Implementasi Padi Inpari 13 dengan Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT), Persepsi dan Respon Petani. Dalam Prosiding Seminar nasional: Kemandirian Pangan Pengelolaan Sumberdaya Pertanian Mendukung Kemandirian Rumah Tangga Petani. Surakarta 1 Desember 2011.

Liputan 6. 2021. Ternyata, ini yang bikin harga kedelai meroket hingga cetak rekor tertinggi. https://www. liputan6. com/ bisnis/read/4457231/ternyata-ini-yang- bikin harga-kedelai-meroket-hingga- cetak-rekor-tertinggi [Mei 21, 2021].

Massnick, Forler. 1997. The Customer is CEO: How to Measure what Your Customers Want and Make Sure They Get it. AMACOM, New York.

Primasari R., Hardyastuti S., Mulyono J.H. 2010. Dampak Perubahan Tarif Impor Kedelai terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi. 17 (1): 39–48.

Pusat Data dan Sistim Informasi Pertanian (Pusdatin). 2020. Outlook Kedelai Komoditas Pertanian Subsektor Tanaman Pangan. Kementerian Pertanain Indonesia

Rahajeng W., Adie M.M. 2013. Varietas Kedelai Umur Genjah. Buletin Palawija. 26 (1): 91-100

Ramadhani D.A., Hasibuan R.S. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketersediaan Kedelai di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Keuangan. 2 (3):131-145.

Rohaeni W.R., Ishaq M.I. 2016. Evaluasi Varietas Padi Sawahpada Display Varietas Unggul Baru (VUB) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. AGRIC Jurnal Ilmu Pertanian. 27 (1): 1–7.

Salsabila A., Wulandari E. 2021. Persepsi Petani Kentang terhadap Kemitraan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. 7 (1):

-513

Sekarmurti P., Prastiwi K. W. D., Roessali W. 2018. Preferensi Penggunaan Kedelai pada Industri. Tempe dan Tahu di Kabupaten Pati. Jurnal Sungkai. 6 (1) : 97-109.

Sumarwan U. 2002. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapanya Dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Tahir A.T., Darwanto D.H., Mulyo J.H., Jamhari. 2011. Analisis Risiko Produksi Usahatani Kedelai pada Berbagai Tipe Lahan di Sulawesi Selatan. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 8 (1): 1–15.

Wibowo T.J., Ardhi M.N. 2018. Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Layanan pada Minimarket SK. Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi. 7 (1):34-49

Yulyatin A., Ramdhaniati S., Novitasari L., Dianawati M. 2015. Kualitas Benih beberapa Varietas Kedelai Produksi Penangkar di Majalengka, Jawa Barat. Hal 136-141 Dalam Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 2015. Malang 19 Mei 2015.

Downloads

Published

2021-12-21

How to Cite

Chanifah, C., Triastono, J., & Hantoro, F. R. P. (2021). FARMERS PERCEPTION, ATTITUDE, AND SATISFACTION LEVEL OF SOYBEAN HIGH YIELDING VARIETIES IN KEBUMEN DISTRIC, CENTRAL JAVA. Agric, 33(2), 175–188. https://doi.org/10.24246/agric.2021.v33.i2.p175-188

Issue

Section

Articles