Uji Kulit Nanas, Umbi Gadung Dan Limbah Cair Pulp Kakao Sebagai Koagulan Lateks Terhadap Mutu Karet

Authors

  • Ayu Valentina Universitas Kristen Satya Wacana
  • Yohanes Hendro Agus Program Studi Agroekoteknologi, Magister Ilmu Pertanian, Universitas Kristen Satya
  • Maria Marina Herawati Program Studi Agroekoteknologi, Magister Ilmu Pertanian, Universitas Kristen Satya

DOI:

https://doi.org/10.24246/agric.2020.v32.i1.p1-12

Keywords:

Coagulation, Coagulant, Latex

Abstract

Some rubber farmers in Indonesia use un-recommended latex coagulant and it causes bad quality of rubber. The utilization of organic latex coagulants has the potential way to improve rubber quality. The aim of this study was to determine the effect of pineapple exocarp extract, gadung tuber extract and liquid of pulp cocoa fermentation as latex coagulants toward rubber quality. The study was using Randomized Completely Block Design with six treatments and four replications the treatments tested was 10 ml and 20 ml pineapple exocarp extract, 10 ml and 20 ml gadung extract and 10 ml and 20 ml liquid of pulp cocoa fermentation. The parameters observed were contact time, weight of rubber and rubber characteristic which are comprised of serum clarity, rubber color and rubber stinky smell produced, ash content and volatile matter compared to Standart Indonesian Rubber (SIR) 20. The result of this study showed that 20 ml latex coagulant had faster contact time than others and increased weight of the rubber. It showed that rubbers produced a bit stinky smell as well, it was better than rubbers produced by inorganic latex coagulant.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali F., Firliansyah B., Kurniawan A. 2014. Pemanfaatan Nira Aren sebagai Koagulan Alami Lateks (Studi Pengaruh Volume Koagulan, Waktu Kontak dan Temperatur). Jurnal Teknik Kimia. 20 (4): 31–38.

Ali F., Sihombing A., Fauzi A. 2010. Koagulasi Lateks dengan Ekstrak Gadung (Dioscorea hispida Dennst). Jurnal Teknik Kimia. 17 (3): 8–16.

Ali F., Situmeang E., Vinsensia O. 2016. Pengaruh Volume Koagulan, Waktu Kontak dan Temperatur pada Koagulasi Lateks dari Asam Gelugur. Jurnal Teknik Kimia. 22 (1): 30–42.

Ali F., Suwardin D., Purbaya M., Hartati, E.S., Rahutami S. 2009. Koagulasi Lateks dengan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Jurnal Tek. 16 (2): 11–21.

Andaka G. 2010. Pemanfaatan Limbah Kulit Nanas untuk Pembuatan Bioetanol dengan Proses Fermentasi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains dan Teknologi. Yogyakarta 207–212 Desember 2010.

Aridona M.P., Wartini N.M., Arnata I.W. 2015. Pengaruh Lama Fermentasi Alami Secara Aerob Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Biji Kakao terhadap Karakteristik Cuka Fermentasi. Skripsi Program Studi Teknologi Industri Pertanian Program Teknologi Industri Pertanian Universitas Udayana.

Chusna S.F., Zulfia V., Fahroji .2017. Pengaruh Berbagai Jenis Pembeku Terhadap Pembekuan Lateks. Dalam Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian Bersama Petani Lokal untuk Optimalisasi Lahan Suboptimal". Palembang 746–752 Oktober 2017.

Dahlan M.H., Sitaggang W., Sinambela D. 2016. Perbandingan Pengolahan Limbah Cair Karet dengan Koagulan Asam Format, Asam Cair dan Asam Sulfat Menggunakan Teknologi Membran. Jurnal Teknik Kimia. 22 (4): 1–10.

Ependi R., Ali A., Restuhadi F. 2015. Penggunaan Natrium Hidroksida (NaOH) sebagai Zat Antikoagulan Lateks (Hevea brasiliensis). SAGU. 14 (1): 6–18.

Handayani H. 2013. Pengaruh Berbagai Jenis Penggumpal Padat terhadap Mutu Koagulum dan Vulkanisat Karet Alam. Penelitian Karet. 32 (1): 74–80.

Handayani H. 2014. Pengaruh Berbagai Jenis Penggumpal Padat terhadap Mutu Koagulum dan Vulkanisat Karet Alam. Jurnal Penelitian Karet. 32 (1): 74–80.

Hardiyanty R., Suheri A. H., Ali F. 2013. Pemanfaatan Sari Mengkudu sebagai Bahan Penggumpal Lateks. Teknik Kimia. 19 (1): 54–59.

Hayat I.U., Suryanto E., Abidjulu J. 2015. Pengaruh Sari Buah Nanas (Ananas comosus (L.) terhadap Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Tongkol Jagung (Zea mays L.). Jurnal Ilmiah Farmasi. 4 (3): 51–57.

Hendratno S. 2015. Analisis Perkembangan Pasar Karet Remah SIR. Warta Perkaretan. 34 (2): 161–176.

Ibrahim A. (2012). Laporan Pengolahan Lateks. http://www.ibrahimaghil.com/2012/12/laporan-pengolahan-lateks.html. Diunduh pada 19 Oktober 2019.

Laoli S., Magdalena S.I., Ali F. 2013. Pengaruh Asam Askorbat dari Ekstrak Nanas terhadap Koagulasi Lateks (Studi Pengaruh Volume dan Waktu Pencampuran). Jurnal Teknik Kimia. 19 (2): 49–58.

Mahadewi A.A.S.M., Putra G.G., Wrasiti L.P. 2014. Pemanfaatan Limbah Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Biji Kakao sebagai Bahan Dasar Asam Asetat dengan Proses Distilasi. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri. 2 (2): 36–45.

Maryanti, Edison R. (2016). Pengaruh Dosis Serum Lateks terhadap Koagulasi Lateks (Hevea brasiliensis). Jurnal Agro Industri Perkebunan. 4 (1): 54–59.

Masri M. 2014. Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari Ekstrak Kasar Bonggol Nanas (Ananas comosus) Pada Variasi Suhu dan pH. Jurnal Biogenesis. 2 (2): 119–125.

Muthawali D.I. 2016. Impregnasi dengan Asam Cair terhadap Kualitas Ribbed Smoked Sheet di PT. Perkebunan Nusantara III Dolok Merawan. Jurnal Pendidikan Kimia. 8 (1): 71–79.

Nasution R.S. 2016. Pemanfaatan Berbagai Jenis Bahan Sebagai Penggumpal Lateks. Journal of Islamic Science and Technology. 2 (1): 74–80.

Nurhadiati A. 2002. Pemanfaatan Ekstrak Buah Nenas sebagai Bahan Penggumpal Lateks. Skripsi Program Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Pahrul D., Irdannudin, Swanny. 2017. Paparan Gas Amonia Karet terhadap Perubahan Kadar Serum MDA (Malondialdehyde). Biomedical Journal of Indonesia. 3 (3): 113–119.

Praharnata, Sulistyo J., Wijayanti H. 2016. Pengaruh Penggunaan Nanas dan Umbi Pohon Gadung sebagai Koagulan terhadap Kualitas Bahan Olah Karet Rakyat. Konversi. 5 (1): 27–34.

Purbaya M., Suwardin D. 2017. Pengujian Kualitatif terhadap Jenis Koagulan dalam Bahan Olah Karet. Jurnal Penelitian Karet. 35 (1): 103–114.

Purnomo L.J., Nuryati, Fatimah. 2014. Pemanfaatan Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) sebagai Pengental Lateks Alami. Jurnal Teknologi Agro-Industri. 1 (1): 24–32.

Pusari D., Haryanti S. 2014. Pemanenan Getah Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) dan Penentuan Kadar Kert Kering (KKK) dengan variasi Temperatur Pengovenan di PT. Djambi Waras Jujuhan Kabupaten Bungo, Jambi. Buletin Anatomi Dan Fisiologi. 17 (2): 64–74.

Safitri K. 2010. Pengaruh Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebagai Penggumpal Lateks terhadap Mutu Karet. Skripsi Program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara

Simanjuntak M., Bachtiar, Rachmawan A. 2012. Pengujian Mutu Kritex SP sebagai Penggumpal Lateks. Jurnal Penelitian Karet. 30 (2): 108–116.

Sucahyo L. 2010). Kajian Pemanfaatan Asap Cair Tempurung Kelapa sebagai Bahan Koagulan Lteks dalam Pengolahan Ribbed Smoked Sheet (RSS) dan Pengurangan Bau Busuk Bahan Olah Karet. Skripsi Program Teknik Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Suwardin D., Purbaya M. 2015. Jenis Bahan Penggumpal dan Pengaruhnya Terhadap Parameter Mutu Karet Spesifikasi Teknis. Warta Perkaretan. 34 (2): 147–160.

Syarifa L.F., Agustina D.S., Nancy C. 2013. Evaluasi Pengolahan dan Mutu Bahan Olah Karet Rakyat (bokar) ditingka Petani Karet di Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Karet. 31 (2): 139–148.

Tampubolon W.W. 2015. Pengaruh Penambahan Asam Formiat terhadap pH Bahan Baku Lateks Segar yang Telah Diberikan Amoniak Pada Pembuatan RSS. Skripsi Program Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

Ulfah D., Sari N.M., Puspita Y. 2017. Pengaruh Campuran Asam Semut dengan Asap Cair Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Bau dan Waktu Kecepatan Beku lateks karet (Hevea brasiliensis Muell Arg). Jurnal Hutan Tropis. 5 (2): 87–92.

Vachlepi A. 2018. Produksi karet SIR 20CV Menggunakan Formula Hidrazin Hidrat dan Amonium Sulfat sebagai Aditif. Jurnal Dinamika Penelitian Industri. 29 (1): 1–11.

Vachlepi A., Solichin, Anwar. 2008. Pengaruh Koagulan Lateks terhadap Kondisi Penggumpalan, Spesifikasi Teknis, Karakteristik Vulkanisasi dan Sifat Fisik Vulkanisat. Buletin Penelitian Universitas Djuanda. 13 (2): 123–132.

Vachlepi A., Suwardin D., Purbaya M. 2015. Karakterisasi Kondisi Penggumpalan dan Mutu Karet yang digumpalkan dengan Koagulan Deurob Formula Baru. Jurnal Penelitian Karet. 33 (2): 175–182.

Widiyanti M., Kumoro A.C. 2017. Kinetika Detoksifikasi Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst.) secara Fermentasi dengan Kapang Mucor racemosus. Ejournal Undip. 17 (2): 81–88.

Wulandari C.A., Hersoelistyorini W., Nurhidajah. 2017. Pembuatan Tepung Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Melalui Proses Perendaman Menggunakan Ekstrak Kubis Fermentasi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat "Implementasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Peningkatan Kekayaan Intelektual". Semarang 423-430 September 2017.

Yani M., Purwoko, Ismayana A., Nurcahyani P.R., Pahlevi D. 2012. Penghilangan Bau Amoniak dari Tempat Penumpukan Leum Pada Insutri Karet Remah dengan Menggunakan Teknik Biofilter. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 17 (1): 58–64.

Yulita E. (2012). Pengaruh Asap Cair Serbuk Kayu Limbah Industri terhadap Mutu Bokar. Jurnal Riset Industri. 6 (1): 13–22.

Zulyanti A., Rejo A., Haskari F.A., Vachlepi A. 2017. Slab Quality and Environmental Degradation with The Addition of Additives and Coagulant. Journal of Environment. 2 (2): 35–39.

Downloads

Published

2020-08-11

How to Cite

Valentina, A., Agus, Y. H., & Herawati, M. M. (2020). Uji Kulit Nanas, Umbi Gadung Dan Limbah Cair Pulp Kakao Sebagai Koagulan Lateks Terhadap Mutu Karet. Agric, 32(1), 1–12. https://doi.org/10.24246/agric.2020.v32.i1.p1-12

Issue

Section

Articles