DISRUPSI LAYANAN KESEHATAN BERBASIS TELEMEDICINE: HUBUNGAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM PASIEN DAN DOKTER

Indonesia

  • Abigail Prasetyo Universitas Kristen Satya Wacana
  • Dyah Hapsari Prananingrum Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Telemedicine, Law, Malpractice

Abstract

Technological developments from various aspects currently running in society are a reality, and the law must be able to regulate these changes. Technological developments also occur in health services, from conventional to telemedicine. Telemedicine is an electronic-based health service, so doctors and patients do not meet face-to-face. During the COVID-19 pandemic, telemedicine services are an alternative for patients to consult their doctors. This article describes the legal relationship and legal responsibility in telemedicine. The legal relationship between doctor and patient is created through a standard agreement; in this case, it is a therapeutic agreement. Therapeutic agreements still occur even though doctors and patients do not face each other directly. Regarding the form of accountability, in telemedicine, the absolute responsibility of doctors for their patients is known. In the end, it should be realized that there are still many weaknesses for doctors and patients and providers in telemedicine services.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku
Hanafiah MJ dan Amir A, Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan (ed. 3, Penerbit EGC 1999).
Kasali, R. Disruption (cet. 3, Gramedia 2017).
Subekti, R. Aneka Perjanjian (cet. 7, Alumni 1985).
Jurnal
Abdullah F, ‘Fenomena Digital Era Revolusi Industri 4.0’ (2019) 4 (1) Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain.
Andrianto W dan Fajrina AR, ‘Tinjauan Perbandingan Penyelenggaraan Telemedicine Antara Indonesia dan Amerika Serikat’ (2021) 1 (2) Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia.
Komalawati V dan Kurniawan D, ‘Kompetensi dan Kewenangan Praktik Kedokteran: Perspektif Hukum di Indonesia’ (2018) 3 (1) Jurnal Ilmiah Hukum De’Jure.
Kuntardjo, C. ‘Dimensions of Ethics and Telemedicine in Indonesia: Enough of Permenkes Number 20 Year 2019 As a Frame of Telemedicine Practices in Indonesia?’ (2020) 6 (1) Soepra Jurnal Hukum Kesehatan.
Manurung EH dan Heliany I, ‘Peran Hukum Dan Tantangan Penegak Hukum Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0’ (2019) 1 (2) Sol Justisio: Jurnal Penelitian Hukum.
Mustajah, ‘Analisis Yuridis Hubungan Hukum Antara Dokter dan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan’ (2013) 4 (1) Jurnal Hukum Legal Opinion.
Nugroho AP, ‘Dokter Google: Interaksi Dokter-Pasien di Era Teknologi Informasi’ (2016) 3 (1) Jurnal Pemikiran Sosiologi.
Putra, Sasintorini, ‘Inspanningverbintenis dan Resultaatverbintenis dalam Transaksi Terapeutik Kaitannya dengan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen’ (2001) 18 (8) Jurnal Hukum.
Putri KAWW, Budiartha INP, dan Arini DGD, ‘Tanggungjawab Dokter Terhadap Pasien dalam Perjanjian Terapeutik’ (2020) 2 (3) Jurnal Analogi Hukum.
Raposo VL, ‘Telemedicine: The legal framework (or the lack of it) in Europe’ (2016) 12 GMS Health Technology Assessment.
Ricky, ‘Aspek Hukum Praktik Kedokteran Tindakan Medis Yang Bukan Kewenangan Kompetensi Profesi’ (2020) 2 (5) LEX Renaissance.
Setyawan FEB, ‘Komunikasi Medis: Hubungan Dokter-Pasien’ (2017) 1 (4) Magna Medika.
Shnikat M, dkk, ‘The Legal Framework of Electronic Contract in the Jordanian Legislation’ (2017) 5 (5) Global Journal of Politics and Law Research.
Soekamto S, Hak Dan Kewajiban Pasien Menurut Hukum’ (1990) 20 (2) Jurnal Hukum & Pembangunan.
Wijanarko B, dan Sari MP, ‘Tinjauan Yuridis Sahnya Perjanjian Terapeutik dan Perlindungan Hukum Bagi Pasien’ (2014) 2 (4) Private Law.
Jurnal Online
Rakesh Gorea, ‘Legal Aspects of Telemedicine: Telemedicine Jurisprudence’ (2015) 5 JFafmat diakses 24 Juli 2019.
Laporan
Public Health Institute, State Telehealth Laws & Reimbursement Policies: A Comprehensive of the 50 States & The District of Columbia (Center for Connected Health Policy 2018).
Website
Andrew, ‘Perjalanan Revolusi Industri 1.0 hingga 5.0’. (Gramedia, September 2021) diakses 26 Pebruari 2022.
Peraturan Perundang-Undangan
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 20 Tahun 2020 tetnang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine Antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
Syarat dan Ketentuan Halodoc.
Published
2022-06-08
How to Cite
Prasetyo, A., & Prananingrum, D. (2022). DISRUPSI LAYANAN KESEHATAN BERBASIS TELEMEDICINE: HUBUNGAN HUKUM DAN TANGGUNG JAWAB HUKUM PASIEN DAN DOKTER. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 225-246. https://doi.org/10.24246/jrh.2022.v6.i2.p225-246