PRAKTIK BERACARA PENYELESAIAN SENGKETA ADAT SUMATERA BARAT BERDASARKAN ASAS BAJANJANG NAIAK BATANGGO TURUN

  • Hazar Kusmayanti Universitas Padjadjaran
  • Dede Kania UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Galuh Puspaningrum Universitas Jember
Keywords: Law, Customary Law, Minangkabau

Abstract

The policy to abolish customary court juridically recognizes state courts as the only judicial system in Indonesia. However, in practice, the customary dispute resolution institutions in West Sumatra still exist. This article will examine the practices of customary dispute solving in West Sumatra. This article uses a sociological juridical approach, and it looks at the rules, concepts, views of society, and legal doctrines. The study results show that customary dispute solving involves some stages that are carried out by the principle of 'bajanjang naiak batanggo turun'. The process consists of the Bakaum stage (consultation between people), the Bakampuang stage (settlement in each village), the Pasukuan stage (settlement assisted by other tribes) and Babalai Bamusajik. Unless the dispute is solved, the People will submit the dispute to 'Lembaga Kerapatan Nagari'.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku
Golden, Peters H, Culture Sketches: Case Studies in Anthropology (ed. 6, University of Michigan 2012).
Hakimi I, Pegangan Penghulu, Bundo Kandung Dan Pidatoalua Pasambahan Adat di Minangkabau (Remaja Karya Bandung 1988).
Mertokusomo S, Sejarah Peradilan dan Perundang-undangan, di Indonesia dan Apa Kemanfaatnya Bagi Kita Bangsa Indonesia Sejak 1942 (Liberty 1983).
Nugroho BD, Hukum Adat dan Kearifan Lokal (Unpad Press 2016).
Poesoko H, Sistem Peradilan Perdata di Indonesia (LaksBang Justitia 2019).
Rato D, Prinsip, Mekanisme dan Praktek Peradilan Adat Dalam Menangani Kasus Hukum Dengan Pihak Lain (Laksbang Justitia 2014).
Sa’danoer A, Peradilan Adat Di Sumatera Barat (LPHN Fakultas Hukum Dan Pengetahuan Masyarakat 1973).
Soekanto S, Hukum Adat Indonesia (Rajawali 1980).
Thalib S, Studi Pelaksanaan Pemerintahan Nagari Dan Efektifitasnya Dalam Pelaksanan Pemerintah Di Sumatera Barat (Batlibang Padang 2002).
Jurnal
Amran A, ‘Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Melalui Lembaga Adat di Minangkabau Sumatera Barat’ (2017) 3 (2) Jurnal Hukum Acara Perdata Adhaper.
Arifin Z, ‘Bundo Kanduang: (hanya) Pemimpin di Rumah (Gadang)’ (2013) 34 (2) Antropologi Indonesia.
Ariyanti V, ‘Equality Sebagai Dasar Pertimbangan Putusan Hakim Dalam Menyelesaikan Perkara Pidana Perempuan’ (2020) 5 (1) Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum.
Azis E, Dzofir M, dan Widodo A, ‘The Acculturation Of Islam And Customary Law An Experience Of Minangkabau Indonesia’ (2020) 8 (1) QIJIS.
Azra VF, Ananingsih SW, dan Triyono, ‘Kewenangan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat Di Nagari Koto Baru Kabupaten Solok Berdasarkan Perda No. Tahun 2008’ (2017) 6 (2) Diponegoro Law Journal.
Bustam BMR, ‘The Society of Minangkabau In Tulid Sutan Sati’s Sengsara Membawa Nikmat, Between Local Traditions And Islamic Teachings’ (2016) 1 (1) Analisa Journal of Social Science and Religion.
Efriani, dkk, ‘Eksistensi Adat dalam Keteraturan Sosial Etnis Dayak di Kampung Bonsor Binua Sakanis Dae’ (2021) 6 (1) Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum.
Fathoni MY, ‘Peran Hukum Adat Sebagai Pondasi Hukum Pertanahan Nasional Dalam Menghadapi Revolusi Industrial 4.0’ (2021) 5 (2) Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum.
Fombad C, ‘Gender Equality in African Customary Law: Has the Male Ultimogeniture Rule any Future in Botswana?’ (2014) 52 (3) The Journal of Modern African Studies.
Grant E, ‘Human rights, cultural diversity, and customary law in South Africa’ (2006) 50 (1) Journal of African Law.
Hessbruegge JA, ‘Customary Law and Authority in a State under Construction: The Case of South Sudan’ (2012) 5 African Journal of Legal Studiesb.
Kusmayanti H, et all, ‘Adat Court in the Context of Supply Chain Legal Pluralism Management in Indonesia’ (2020) 9 (1) Supply Chain Management.
Maimela KMC, ‘The implementation of customary law of succession and common law of succession respectively: With a specific focus on the eradication of the rule of male primogeniture’ (2020) 52 De Jure Law Journal.
Mamudji S, ‘Mediasi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Di Luar Pengadilan’ (2004) 34 (3) Jurnal Hukum Dan Pembangunan.
Muhlizi AF, ‘Bantuan Hukum Melalui Mekanisme NonLitigasi Sebagai Saluran Penguatan Peradilan Informal Bagi Masyarakat Adat’ (2013) 2 (1) Jurnal Rechtsvinding.
Ozoemena R, ‘Living customary law: A truly transformative tool?’ (2014) 4 Constitutional Court Review.
Pimentel D, ‘Rule of Law Reform Without Cultural Imperialism? Reinforcing Customary Justice through Collateral Review in South Sudan’ (2010) 2 Hague J on the Rule of Law.
Poespasari ED, ‘The development of inheritance customary legal norm on Minangkabau indigenous society’ (2020) 10 (2) Juridical Tribune.
Rahmat D, Sulistiyono A, Jamin M, dan Mulyanto, ‘The Role of the Kerapatan Adat Nagari Minang Kabau Regarding to Settle the Pusako Tinggi Land Dispute’ (2020) 29 (5) International Journal of Advanced Science and Technology.
Safitri L, Malik I, dan Marietta JR, ‘Nagari Sebagai Prata Penyelesaian Konflik Suatu Kajian Tentang Kerapatan Adat Nagari di Nagari Ketapiring Pariaman Sumatera Barat’ (2018) 8 (1) Jurnal Pertahanan & Bela Negara.
Saiful T, ‘Peran Perangkat Adat Dalam Penyelesaian Sengketa Melalui Pendekatan Hukum Peradilan Adat Di Aceh’ (2017) 2 (2) Jurnal Doctorinal.
Wiratraman HP, ‘Perkembangan Politik Hukum Peradilan Adat’ (2018) 30 (3) Mimbar Hukum.
Yuniarti R, ‘Efesiensi Pemilihan Alternatif Penyelesaian Sengketa Dalam Penyelesaian Sengketa Waralaba’ (2016) 10 (3) Fiat Justisia Journal of Law.
Laporan
Wiratraman HP, Peluang Peradilan Adat Dalam menyelesaikan Sengketa Antara Masyarakat Hukum Adat sengan Pihak Luar, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem Hukum Nasional Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Laporan Akhir Tim Pengkajian Hukum, 2013).
Website
Eva Achjani Zulfa, Eksistensi Peradilan Adat Dalam Sistem Hukum Pidana (BPHN Kemenkumham RI, 2013) diakses 20 April 2021.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang - Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Amandemen ke-4.
Undang - Undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 tentang Tindakan-tindakan Sementara Untuk Menyelenggarakan Kesatuan Kekuasaan dan Acara Pengadilan-Pengadilan Sipil.
Undang - Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Published
2022-05-09
How to Cite
Kusmayanti, H., Kania, D., & Puspaningrum, G. (2022). PRAKTIK BERACARA PENYELESAIAN SENGKETA ADAT SUMATERA BARAT BERDASARKAN ASAS BAJANJANG NAIAK BATANGGO TURUN. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 185-202. https://doi.org/10.24246/jrh.2022.v6.i2.p185-202