TRADISI NGEMBLOK DALAM PERKAWINAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGUASAAN HARTA DI KOMUNITAS NELAYAN PANDANGAN WETAN REMBANG

  • Agus Sudaryanto Universitas Gadjah Mada
Keywords: Ngemblok tradition, Fisherman community, The control of marital property

Abstract

Abstract

A ceremonial order of a common Javanese marriage is generally initiated by a proposal from the fiancé’s family. In the fishermen’s community of Rembang however, a marriage proposal is initiated by the fiancée’s family. The initiative to marriage is accompanied with ngemblok, an existing customary law which is still embraced by the fishing community. In order to maintain the tradition of ngemblok, sanctions will be given to community members violating the customary law. This study aims to determine the various reasons of the fishermen’s community of Pandangan Wetan, Rembang. Apart from that, it aims to find more on the implementation of ngemblok and its implications on marital property control. The result of this research indicates that the reason behind this tradition is prompted by its inheritance value, self-esteem, and assurance to a more secure marriage. The process of Ngemblok begins with an introduction, dating, and assessment of a more serious relationship. Ngemblok procession is conducted as the fiancée side is prepared for a marriage and to prepare delivered goods. The marital property control is generally under the control of the fiancée/wife side as fiancé/husband side is generally not concerned with such matter. In certain case however, the possession of marital property varies depending on family’s situation and condition.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR REFERENSI
Buku
Hadikusuma H, Hukum Perekonomian Adat Indonesia (PT Citra Aditya Bakti 2001).
-------------------, Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia (CV Mandar Maju 1992).
Rato D, Pengantar Hukum Adat (LaksBang Pressindo 2009).
Samosir D, Hukum Adat Indonesia Eksistensi dalam Dinamika Perkembangan Hukum di Indonesia (CV Nuansa Aulia 2013).
Soepomo R, Bab-bab Tentang Hukum Adat (PT Pradnya Paramita 1993).
Sudiyat I, Hukum Adat Sketsa Asas (Liberty 1981).
Zarkazi E, Unsur Islam Dalam Pewayangan (Yayasan Mardi Kintoko 1996).
Jurnal
Azizi MR, ‘Tradisi Ngidek Endog dalam Pernikahan Adat Jawa dalam Perspektif Urf Studi Kasus Di Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang’ (2018) 2 (4) Sakina Journal of Family Studies.
Hayani, ‘Harga Diri Dan Kesediaan Dipoligami’ (2018) 14 (2) Jurnal Psikosains.
Holijah, ‘Asas Kebiasaan Pemberian Uang Panjar Dalam Transaksi Jual Beli Era Pasar Bebas’ (2019) 31 (1) Jurnal Mimbar Hukum.
Junaidi AA, ‘Pergeseran Mitologi Pesantren Di Era Modern:Studi Atas Karomah Kiai Di Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak’ (2011) 19 (2) Jurnal Walisongo.
Kholik K, ‘Mitos-Mitos Penghalang Perkawinan Pada Adat Jawa Dalam Prespektif Hukum Islam (Kajian Terhadap Mitos Perkawinan “Mlumah Murep”)’ (2018) 1 (2) Jurnal Usratuna.
Puspitawati H, dkk, ‘Relasi Gender, Ketahanan Keluarga Dan Kualitas Pernikahan Pada Keluarga Nelayan Dan Buruh Tani “Brondol” Bawang Merah’ (2019) 12 (1) Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen.
Santoso, ‘Hakekat Perkawinan Menurut Undang-Undang Perkawinan, Hukum Islam Dan Hukum Adat’ (2016) 7 (2) Jurnal Yudisia.
Setiawati FA dan Nurhayati SR, ‘Kualitas Perkawinan Orang Jawa : Tinjauan Faktor Jenis Kelamin, Usia Perkawinan, Jumlah Anak, Dan Pengeluaran Keluarga’ (2020) 13 (1) Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen.
Sholeh M, ‘Eksistensi Hukum Adat Dalam Polemik Hukum Positif Suatu Kajian Dalam Perspektif Tatanegara’ (2013) 1 (3) Ius Kajian Hukum dan Keadilan.
Sudaryanto A, ‘Aspek Ontologi Pembagian Warisan Dalam Hukum Islam dan Hukum Adat Jawa’ (2010) 22 (3) Jurnal Mimbar Hukum.
------------------, ‘Pola Pewarisan Di Kalangan Nelayan Desa Pandangan Wetan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang’ (2009) 21 (1) Jurnal Mimbar Hukum.
Thontowi J, ‘Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Adat dan Tantangannya dalam Hukum Indonesia’ (2013) 1 (20) Jurnal Hukum Ius Quia Iustum.
Ubaidillah MB, ‘Fenomena Hukum Waris Adat Di Indonesia Antara Keadilan Hukum Dan Keadilan Sosial’ (2020) 3 (2) Jurnal Usratuna.
Yuwono PSH, ‘Wild Pig Hunting in Petungkriono’ (2010) 22 (1) Humaniora.
Website
Imam Suprayogo, ‘Harga Diri Dan Rasa Malu’ (Gema, 24 Juni 2014) di akses 12 Juli 2021.
Kartika Law Firm , ‘Bolehkah Menolak Kembalikan Uang Panjar Jika Pembelian Batal?’ (kartikanews.com, 2019) di akses 12 Juli 2021.
Rizka Nur Laily M, ‘Mengungkap Filosofi 'Perempuan Melamar Pria', Tradisi Warga Lamongan yang Masih Eksis’ (Merdeka.com, 22 Juni 2020) diakses 12 juli 2021.
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Published
2021-11-30
How to Cite
Sudaryanto, A. (2021). TRADISI NGEMBLOK DALAM PERKAWINAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGUASAAN HARTA DI KOMUNITAS NELAYAN PANDANGAN WETAN REMBANG. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 71-86. https://doi.org/10.24246/jrh.2021.v6.i1.p71-86