PARADIGMA ARKEOLOGI PUBLIK DAN UNDANG-UNDANG CAGAR BUDAYA 2010

  • Daud Aris Tanudirjo Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM
Keywords: archaeology, public archaeology, the public archaeology paradigm cultural heritage

Abstract

This article discusses certain conceptual problems of the 2010 Cultural Property Law and their implications, particularly from the perspective of public archaeology. The starting point of the discussion is a question whether the fundamental concept of public archaeology has been accommodated in the 2010 Cultural Property Law. The public archaeology paradigm was chosen to analyse the implementation of the 2010 Cultural Property Law, which stated one of the main reasons for replacing Law No. 5 Year 1992 on Cultural Property Goods of the Republic of Indonesia with the 2010 Cultural Property Law was based on this paradigm.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung. 2010. DPR RI Jaring Aspirasi Untuk Draft RUU Cagar Budaya, Berita Universitas Gadjah Mada. Senin, 11 Oktober 2010, diunduh tanggal 1 November 2021 dari laman https://ugm.ac.id/id/berita/2685-dpr-ri-jaring-aspirasi-untuk-draft-ruu- cagar-budaya
Clark, G. 1960. Archaeology and Society. 3rd edition. Methuen & Co. London. Daniel, G. 1982. A Short History of Archaeology. Thames and Hudson. London
Fowler, D.D. 1982. Cultural Resources Management, dalam M.B. Schiffer (ed.), Advances in Archaeological Method and Theory Vol. 5 (1982). Academic Press. Hlm. 1-50
Harkatiningsih, N. et al (eds.). 2010. Arkeologi Indonesia dalam Lintasan Zaman. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.
Harrison, R. dan J. Schofield. 2009. Archaeo-Ethnography, Auto-Archaeology: Introducing Archaeologies of Contemporary Past”, Archaeologies Vol. 5 no. 2 August 2009: 185 – 209
Hartog, F. 2005. Time and Heritage. Museum international no. 227, vol. 27 no. 3: 7 – 18
Jameson, J.H. 2004. Public Archaeology in the United States, dalam N. Merrimen (ed), Public Archaeology. Routledge. Hlm. 21 – 58.
Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia dan ICOMOS Indonesia. 2003. Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia 2003.
Kusumohartono, B. M. (1986). Menuju Perumusan Peran Serta Arkeologi dalam Pelaksanaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Berkala Arkeologi, 7(2), 76– 93. https://doi.org/10.30883/jba.v7i2.461
Kusumohartono, B. M. (1993). Penelitian Arkeologi Dalam Konteks Pengembangan Sumberdaya Arkeologi. Berkala Arkeologi, 13 (2), 46–57. https://doi.org/10.30883/jba.v13i2.576
Little, B.J. 2002. Archaeology as a Shared Vision, dalam B.J. Little (ed.), Public Benefits of Archaeology. University Press of Florida. Hlm. 3 – 19.
McGimsey, C.R. 1972. Public Archaeology. Seminar Press. New York.
McGimsey, C.R. dan H. Davis (ed.). 1977. The management of archeological resources: the Airlie House report (Special Publication of the Society for American Archeology). Washington (DC): Society for American Archaeology.
Merriman, N. 2004. Diversity and Dissonance in Public Archaeology, dalam N. Merrimen (ed), Public Archaeology. Routledge. Hlm. 1 – 17
Moshenska, G. dan S. Dhanjal. 2011. Introduction: Introduction: Thinking About, Talking About, and Doing Community Archaeology, dalam G. Moshenska dan S.Dhanjal (eds.), Community Archaeology : Themes, Methods and Practices. Oxbow Books. London. Hlm. 1 – 5.
Mundardjito. 1983. Studi Kelayakan Arkeologi di Indonesia, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi III Ciloto, 23-28 Mei 1983. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Panggabean, J et al. 1983. Pemukiman Arkeologi di Daerah Calon Genangan Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat", dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi III Ciloto, 23-28 Mei 1983. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Panggabean, J.R.I et al. 1985. "Laporan Penelitian Arkeologi di Daerah Calon Genangan Waduk Kedung Ombo Jawa Tengah" Berita Penelitian Arkeologi Nomor 31. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Renfrew, C. dan P. Bahn. 2004. Archaeology: Theories, Methods, and Practice. Thames and Hudson
Schiffer, M.B. dan G.J. Gumerman. 1977. Cultural Resource Management, dalam M.B. Schiffer dan G.J. Gumerman (eds.), Conservation Archaeology, A Guide for Cultural Resource Management Studies. Academic Press. Hlm. 3 – 17.
Smith, L. 2006. Uses of Heritage. Routledge
Smith, L. 2011. All heritage is Intangible. Reinwardt Acadeny.
Supardi, N. et al. 2004. Sejarah Kelembagaan Kebudayaan dalam Pemerintah dan Dinamikanya (Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata)
Tanudirjo, D.A, et al. 1993/1994. Laporan Penelitian Kualitas Penyajian Warisan Budaya kepada Masyarakat: Studi Kasus Kajian Manajemen Sumber Daya Budaya Candi Borobudur. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Studi Sosial Universitas Gadjah Mada.
Tanudirjo, D.A. 1998. Cultural Resource Management sebagai Manajemen Konflik, Buletin Artefak, no. 19: 14 – 18. HIMA Fakultas Sastra UGM.
Tanudirjo, D.A. 2000. Reposisi Arkeologi dalam Era Global, dalam Supplemen Buletin Cagar Budaya vol. 1 no. 2 Juli 2000: 11 – 26
Tanudirjo, D.A. 2003. Warisan Budaya untuk Semua: Arah Kebijakan Warisan Budaya Untuk Semua Arah Kebijakan Pengelolaan Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang, makalah disampaikan dalam Kongres Kebudayaan V di Bukittinggi, Sumatera Barat 19 -23 Oktober 2003
Tanudirjo, D.A. 2010. Undang Undang Cagar Budaya 2010 dalam Perspektif Arkeologi, naskah paparan dalam Diskusi Pembahasan Undang-Undang tentang Cagar Budaya di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta di Bogem, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, tanggal 27 November 2010 (tidak diterbitkan).
Tanudirjo, D.A. 2011. Arkeologi dan Masyarakat, dalam Sumijati AS dan T. Prasodjo (eds.), Arkeologi dan Publik. Balai Arkeologi Yogyakarta. Hlm. 2 – 12
Tanudirjo, D.A. 2013. Changing Perspective on the relationship between heritage, landscape, and local communities: A Lesson from Borobudur, dalam S. Brockwell,
S. O’Connor dan D. Byrn e (eds), Transcending the Culture-Nature Divide in Cultural Heritage. Terra Australia, 36: 65 – 81.
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 nomor 130.
Wellfelt, E. 2015. Heritage in Alor, Sustaining Local Identity in a Globalized World, dalam S. Legene, B. Purwanto, dan H.S. Nordholdt (eds.), Sites, Bodies, and Stories: Imagining Indonesian History. Singapore: NUS Press. Hlm. 67 – 86
World Heritage Center UNESCO. 2019. Operational Guidelines for the Implementation of the World Heritage Convention. Annex 3.
Yvonne Marshall. 2002. What is community archaeology? World Archaeology Vol. 34 (2): 211-219
Published
2022-10-28