Journal History

KRITIS pertama kali terbit pada bulan Juli 1986 (Nomor 1 Tahun I Juli 1986) sebagai Jurnal (Majalah Ilmiah) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) yang terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Januari, April, Juli dan Oktober). Jurnal KRITIS baru memperoleh ISSN 0125-4765 pada Tahun 1987 yang mulai digunakan pada terbitan Nomor 2 Tahun II Oktober 1987. 

Pada Tahun 1999, Jurnal KRITIS dikelola dan diterbitkan oleh Program Pascasarjana Studi Pembangunan UKSW, sejak itulah Jurnal KRITIS diberi sub judul Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin (Journal of Inter-discplinary Development Studies) mulai terbitan Nomor 1 Tahun XII Juli 1999 yang kemudian populer dengan sebutan Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS (atau disingkat Jurnal KRITIS). 

Saat ini Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember) yang dikelola dan diterbitkan oleh Center for Sustainable Development Studies (CSDS) Fakultas Interdisiplin UKSW (Fakultas Interdisiplin yang sebelumnya bernama Fakultas Pascasarjana Interdisiplin adalah pengembangan dari Program Pascasarjana Studi Pembangunan UKSW), selain edisi cetak, Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS juga terbit secara online berbasis pada Open Journal System dengan e-ISSN 2579-5651 yang diperoleh pada tanggal 3 Februari 2017 dan mulai digunakan pada Volume 26 No 1 Tahun 2017. Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS juga terindeks pada Google Scholar dan Portal Garuda Indonesia.

Focus and Scope

Jurnal KRITIS menerima artikel hasil penelitian (lapangan dan kepustakaan serta pemikiran teoretik) tentang pembangunan lintas disiplin ilmu (kajian interdisiplin) dan resensi buku baru yang berkaitan dengan pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihan-pilhan kebutuhan hidup manusia, penegakan harga diri manusia, dan pembebasan dari penghambaan. 

Jurnal KRITIS mengundang para dosen, peneliti, mahasiswa, praktisi, aktivis, wartawan, budayawan, seniman dan tokoh masyarakat untuk menulis di Jurnal KRITIS. Tulisan yang dimuat tidak selalu segaris atau mewakili pendapat UKSW. Editor Jurnal KRITIS dapat melakukan perbaikan terhadap isi tulisan. 

Peer Review Process

Jurnal KRITIS menerapkan kebijakan review double-blind konvensional di mana nama reviewer selalu disembunyikan dari penulis yang mengirimkan dan sebaliknya reviewer tidak mengetahui identitas penulis. Artikel yang dikirimkan dievaluasi oleh editor dengan melihat aspek orisinalitas dan relevansi dengan kajian pembangunan selain memenuhi ketentuan penulisan Jurnal KRITIS secara keseluruhan. Editor akan memberi informasi kepada penulis tentang hasil pemeriksaan artikel dengan batas waktu paling lama dalam 8 minggu setelah artikel dikirim/disubmit oleh penulis. Keputusan Dewan Editor bersifat final dan tidak ada korespondensi yang dapat dilakukan mengenai naskah yang dianggap tidak layak untuk diterbitkan dalam jurnal ini. Semua korespondensi, termasuk pemberitahuan keputusan Editor dan permintaan revisi, akan dikirim melalui email.

Article Processing & Submission Charge

Setiap artikel yang diserahkan ke Jurnal KRITIS tidak dikenakan biaya.

Publication Frequency

Jurnal KRITIS terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.