DARI ARKEOLOGI – RUANG MUNDARJITO KE SITUS WARISAN BUDAYA INDONESIA

  • Idham Bachtiar Setiadi Maritime Asia Heritage Survey, Kyoto

Abstract

Artikel ini menghubungkan arkeologi-ruang dengan geografi manusia untuk menyampaikan pendapat mengenai pentingnya kajian kritis warisan budaya di Indonesia. Titik awalnya adalah arkeologi-ruang Mundarjito (1936-2021). Perkembangan dan konsep arkeologi-ruang kemudian dijelaskan secara singkat, begitu juga perkembangan teori dan konsep geografi manusia dengan perhatian khusus terhadap politik skala. Kedua bahasan singkat ini menjadi dasar untuk memperkenalkan kajian kritis warisan budaya dan membahas urgensi untuk mengembangkan kajian tersebut di Indonesia. Penulis berpendapat Mundarjito telah mengawali bidang kajian yang dapat mendudukkan warisan budaya secara kokoh di lingkungannya, di tengah Wacana Warisan Budaya Otoritatif yang masih mewarnai berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan praktik pembangunan yang terkait dengan warisan budaya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Neil Brenner (2001) “The limits to scale? Methodological reflections on scalar structuration” dalam Progress in Human Geography, Vol. 24, No. 4, hal. 591-614
David Clarke (2014/1968) Analytical Archaeology. Routledge Library Editions: Archaeology
David Clarke (1977) Spatial Archaeology. Academic Press
Veronique Degroot (2006) Candi Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains. Disertasi Doktoral pada Universitas Leiden
David Delaney dan Helga Leitner (1997) “The political construction of scale” dalam Political Geography, Vol. 16, No. 2, hal. 93-97
Mark Gillings, Piraye Hacigüzeller, dan Gary Lock (2020) Archaeological Spatial Analysis: A Methodological Guide. Routledge
David Harvey (2014) “Heritage and scale: settings, boundaries and relations” dalam International Journal of Heritage Studies, DOI: 10.1080/13527258.2014.955812
David Harvey (2001) “Heritage Pasts and Heritage Presents: temporality, meaning and the scope of heritage studies” dalam International Journal of Heritage Studies, Vol. 7, No. 4, hal. 319-338
Ian Hodder (1977) “Spatial studies in archaeology” dalam Progress in Human Geography, Vol. 1, Issue 1, hal. 33-64
Ignas Kleden (1987) Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. LP3ES
Henri Lefebvre (1991/1974) The Production of Space. Diterjemahkan oleh Donald Nicholson-Smith. Blackwell
Mundarjito (1993) Pertimbangan Ekologi dalam Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah Yogyakarta: Kajian Arkeologi-Ruang Skala Makro. Disertasi Doktoral pada Universitas Indonesia
Eric Sheppard dan Robert B. McMaster (2004) Scale and Geographic Inquiry: Nature, Society, and Method. Wiley-Blackwell
Peter J. Taylor (1982) “A Materialist Framework for Political Geography” dalam Transactions of the Institute of British Geographers, New Series, Vol. 7, No. 1, hal. 15-34
Gordon Willey dan Philip Phillips (1958) Method and Theory in American Archaeology. University of Chicago Press
Tim Winter (2013) “Clarifying the critical in critical heritage studies” dalam International Journal of Heritage Studies, Vol. 19, No. 6, hal. 532-545
UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya
Monumenten Ordonantie 1934/1931
Published
2022-10-28