KETERLIBATAN MASYARAKAT DI OBJEK WISATA PALAWA’: Studi Kasus Desa Wisata Palawa’ Kabupaten Toraja Utara
DOI:
https://doi.org/10.24246/kritis.v29i2p120-134Keywords:
community involvement, local community participation, stakeholdersAbstract
Benchmarks of the success of a tourist attraction can be seen from the involvement of the community. Community based tourism is a form of tourism development that aims to empower people in independence and decision making. This study aims to determine and analyze the involvement of local communities in the development of tourism in the Palawa’ Village and identify any obstacles that affect the involvement of local communities in the development of Palawa’ Village. This research was conducted for 6 months from September 2019. Researchers used data collection methods through interviews, observations, and documentation to the management or manager of Palawa’ Village and the community and used a descriptive qualitative approach. The results of this study indicate that lack of community involvement in Palawa’ Village. This is because not all communities have a traditional house (Tongkonan) so they cannot be directly involved and only become spectators in every activity that is held. The internal factors that influence community involvement are the low quality of education so that limited knowledge is very influential on how to manage good tourism businesses and existing entrepreneurial management knowledge. While externally, there is a lack of cooperation between tourism managers and outsiders such as the Culture and Tourism Office, Regional Planning Agency (Bappeda), Youth Organization and Pokdarwis. Researchers provide recommendations to managers to provide counseling or training to the community so that community knowledge about tourism is higher, Involving all communities and stakeholders in the development of Palawa’ Village attractions and increasing good cooperation between managers and outsiders.
Downloads
References
Adityaji, Rizki. 2018. “Formulasi Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Dengan Menggunakan Metode Analisis Swot: Studi Kasus Kawasan Pecinan Kapasan Surabaya.” Jurnal Pariwisata Pesona 3(1):19–32.
Budaya, Kajian Pariwisata. n.d. “Pengembangan Pariwisata Di Kampung Wisata Tablanusu Kabupaten Jayapura Provinsi Papua :” 15–32.
Eka. 2016. “KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PARIWISATA Eka,.” Jurnal Niara 22–29.
Fadil, fathurrahman. 2013. “Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Di Kelurahan Kotabaru Tengah.” Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan Lokal II(8):287–94.
Kasse, W., W. Hardianto, and D. Larasati. 2017. “Analisis Perbandingan Partisipasi Masyarakat Kawasan Perumahan Dengan Kawasan Perkampungan Dalam Perencanaan Pembangunan.” Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi 6(1):101991.
Marcelina, Avitta, Departemen Sains, Komunikasi Dan, Pengembangan Masyarakat, and Fakultas Ekologi Manusia. 2018. “Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Lebakmuncang.”
Meilinawati, Devi Tri. 2018. “Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Program Padat Karya Di Kecamatan Magelang Utara.” Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara 02(02):84–96.
Rizki Munanda, Syamsul Amar. 2003. “Pengaruh Kunjungan Wisatawan Mancanegara,Rata-Rata Pengeluaran Dan Tingkat Hunian Hotel Terhadap Pendapatan Indonesia Pada Sektor Pariwisata.” (1):6–8.
Singgalen, Yerik Afrianto, and Elly Esra Kudubun. 2018. “Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Pariwisata : Studi Kasus Kelompok Museum Pemerhati Sejarah Perang Dunia Ke II Di Kabupaten Pulau Morotai.” Jurnal Cakrawala 199–228.
Telles, Shirley, Satish Kumar Reddy, and H. R. Nagendra. 2019. “Partisipasi Masyarakat Dalam Perencanaan Pembangunan Di Kampung Pintareng Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.” Journal of Chemical Information and Modeling 53(9):1689–99.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Ketika penulis menyerahkan artikelnya kepada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS, dan jika artikel tersebut disetujui oleh Dewan Editor untuk diterbitkan maka HAK CIPTA dari Artikel tersebut melekat pada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS. Pihak Dewan Editor dapat memperbanyak memperbanyak Artikel tersebut dengan tetap mencantumkan nama penulis.







