PERAN PERHUTANI DALAM PENYELESAIAN KONFLIK TENURIAL PADA KAWASAN HUTAN: Studi Kasus RPH Ringinpitu BKPH Tanggung KPH Semarang
DOI:
https://doi.org/10.24246/kritis.v28i2p88-113Keywords:
conflict resolution, forest management conflict, forest village, problem solvingAbstract
The aim of this research is to describe the role of Perum Perhutani in tenurial conflict resolution in the forest area of Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, especially in Resort Pemangkuan Hutan Ringinpitu Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung using descriptive methods with in-depth interview, observation and documentation. The informants are the inhabitants of the Ringinpitu village Tanggungharjo District Grobogan Residence and officers from Perum Perhutani. Data analysis technique used is qualitative data analysis. Perum Perhutani has implemented Collaborative Forest Management (PHBM) as a strategy for tenurial conflict resolution and can be classified as problem solving strategy and conflict resolution alternative. Dynamics of the approach used in conflict resolution in RPH Ringinpitu start with a legal approach as well as public consultation, mediation and negotiation. RPH Ringinpitu uses three of four kinds of conflict resolution alternatives which are public consultation, mediation and negoitation.
Downloads
References
Ambarwati, Maria Endah, Sasongko, Gatot, Therik, Wilson M.A. 2018. Dinamika Konflik Tenurial pada Kawasan Hutan Negara (Kasus di BKPH Tanggung KPH Semarang). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol 6, No 2. Bogor.
Arifandy, M. Imam et al. 2015. Efektivitas Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Sebagai Resolusi Konflik Sumber Daya Hutan. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan. Agustus, hal. 147-158. Bogor.
Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Kencana. Jakarta.
Mitchell, Bruce, Setiawan, B, Rahmi, D. Hadi. 2007. Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Citraningtyas, Erlita Rahardian. 2014. Konflik Tenurial dan Peluang Penanganannya di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Kalibodri, Kesatuan Pemangkuan Hutan Kendal. Tesis, Program Studi Ilmu Kehutanan Fakultas Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Dassir, Muh. 2008. Resolusi Konflik Pemanfaatan Lahan Masyarakat Dalam Kawasan Hutan di Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Hutan dan Masyarakat, Vol. 3 No. 1. (Diunduh dari www.researchgate.net/publication/265241016_RESOLUSI_ KONFLIK_PEMANFAATAN_LAHAN_MASYARAKAT_DALAM_KAWASAN_HUTAN_DALAM_KAWASAN_HUTAN_DI_KABUPATEN_LUWU_TIMUR/amp)
Harun, M.I dan Dwiprabowo, H. 2014. Model Resolusi Konflik Lahan Di Kesatuan Pemangkuan Hutan Model Banjar. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, Vol. 11 No. 4, Desember. (Diunduh dari http:// ejournal.fordamof.org/latihan/index/JPSE/article)
Larson, Anne M. 2013. Hak Tenurial dan Akses ke Hutan, Manual Pelatihan Untuk Penelitian. CIFOR, Bogor, 15 Agustus. (Diunduh dari http://www.cifor.org/publications/pdf_files/Books/ BLarson1302.pdf)
Marina, Ina & Dharmawan, Arya Hadi. 2011. Analisis Konflik Sumberdaya Hutan Di Kawasan Konservasi, Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, April, hlm. 90-96. (Diunduh dari http://download.portalgaruda.org/ article.php?article=83505&val=223)
Peluso, Nancy Lee. 1994. Rich Forest, Poor People: Resource Control and Resistance in Java. University of California Press, London.
Permadi, Dwiko.B. 2010. Kehutanan Sosial Generasi Ketiga. Jurnal Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Volume I Nomor 3 Tahun 2010, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Perum Perhutani. 2009. Surat Keputusan Direksi Nomor 682/KPTS/DIR/2009 Tentang Pedoman Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat, Jakarta.
Pratiwi, Dian. 2016. Resolusi Konflik Tenurial Kawasan Hutan (Kasus BKPH Pandean Perum Perhutani KPH Ngawi). Tesis, Program Studi Ilmu Kehutanan, Fakultas Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Pruitt, D and Rubin, J. 2004. Teori Konflik Sosial. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Sardi, Idris. 2010. Konflik Sosial dalam Pemanfaatan Sumber Daya Hutan, Studi Kasus di Taman Nasional Bukit Dua Belas Provinsi Jambi. Tesis, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Susan, Novri. 2009. Pengantar Sosiologi Konflik. Prenadamedia Grup, Jakarta.
Sulistyaningsih. 2013. Perlawanan Petani Hutan Studi Atas Resistensi Berbasis Pengetahuan Lokal. Kreasi Wacana, Yogyakarta.
Sumanto dan Sujatmoko. 2008. Kajian Konflik Pengelolaan KHDTK Hutan Penelitian Hambala Sumba Timur. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, Vol 5 No. 3 Desember. Balai Penelitian Kehutanan, Kupang. (Diunduh dari http://ejournal.forda-mof.org/ejornal-litbang/index/php/JAKK/article/view)
Tontoiyo, Vindiawati. 2017. Analisis Kelembagaan LMDH Waringin Makmur Dalam Pengelolaan Hutan RPH Ringinpitu BKPH Tanggung KPH Semarang. Skripsi, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Vastergaard, Bjarne, Helvard, Erick, Sorensen, Rieck. 2011. Conflict Resolution, Working With Conflict. Danish Centre for Conflict Resolution, Frederiksberg. (Diakses dari https://www.konfliktloesning.dk/sites/.../ConflictResolution.pdf)
Wiersum, K.Freerk. 1984. Developing Strategies for Social Forestry A Conceptual Approach, Compilation of Readings in SFFG 101. (Diakses dari http://blogs.ubc.ca/apfnet02/files/2015/08/Mod-3-Topic-4_WIERSUM.pdf)
Wollenberg, Eva. et al. 2004. Mengapa Kawasan Hutan Penting Bagi Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia. CIFOR, Bogor. (Diunduh dari http://www.cifor.org/publications/pdf_files/govbrief/ GovBrief0404I.pdf)
Wulan, Yuliana Cahya. et al. 2004. Analisis Konflik Sektor Kehutanan di Indonesia. Centre of International Forestry Research, Bogor. (Diunduh dari www.cifor.org/library/1614/analisa-konflik-sektor-kehutanan-di-indonesia-1997-2003)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Ketika penulis menyerahkan artikelnya kepada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS, dan jika artikel tersebut disetujui oleh Dewan Editor untuk diterbitkan maka HAK CIPTA dari Artikel tersebut melekat pada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS. Pihak Dewan Editor dapat memperbanyak memperbanyak Artikel tersebut dengan tetap mencantumkan nama penulis.







