FENOMENA KEMISKINAN DAN PERDAGANGAN PASAR GELAP DI PERBATASAN INDONESIA–TIMOR LESTE
Keywords:
Ketahanan Ekonomi, Penyelundupan, Pasar Gelap, Perbatasan Indonesia, KeluargaAbstract
ABSTRACT
This study aims to analyze the economic opportunities and challenges faced by families living along the Indonesia–Democratic Republic of Timor-Leste (RDTL) border, particularly at points of cross-border smuggling and black-market trade. The research employs a qualitative case study approach, with data collected through in-depth interviews involving informants familiar with the economic and social dynamics of the border region. The findings reveal that the persistence of illegal trade reflects the government’s inability to ensure adequate welfare and economic access for border communities. Restrictive regulations have limited local economic activity, prompting many families to engage in clandestine trade as a survival strategy. This study contributes theoretically by interpreting informal border economies as both adaptive mechanisms and acts of resistance against unfavorable state policies. The findings offer valuable insights for developing more inclusive and context-sensitive economic policies in border areas.
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Ana Susiati (2022) ‘Analysis of migration phenomenon and urban bias in Indonesia’, Formosa Journal of Sustainable Research, 1(7), pp. 1029–1040. doi: 10.55927/fjsr.v1i7.2227.
Arsyad, M., Nuddin, A., Fahmid, I.M., Salman, D., Pulubuhu, D.A.T., Unde, A.A., Djufry, F. and Darwis (2020) ‘Agricultural development: Poverty, conflict and strategic programs in country border’, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 575(1). doi: 10.1088/1755-1315/575/1/012091.
Ayu, V.K., Yunanda, W.W. and Nulhakim, F. (2022) ‘Strategi meningkatkan sistem keamanan di daerah perbatasan dengan jaringan logistik yang terintegrasi’, Jurnal Kewarganegaraan, 6(1), pp. 1219–1233.
Bang, H.P., Sørensen, E., Sharpe, P.M.E. and Sørensen, E. (2014) ‘The everyday maker: A new challenge to democratic governance’, Scandinavian Political Studies, 21(3), pp. 325–341.
Beni, S. and Manggu, B. (2020) ‘Efektivitas program keluarga harapan dalam penanggulangan kemiskinan di perbatasan’, Sosio Konsepsia, 9(2), pp. 162–170.
Benjamin, N., Golub, S. and Mbaye, A.A. (2015) ‘Informality, trade policies and smuggling in West Africa’, Journal of Borderlands Studies, 30(3), pp. 381–394. doi: 10.1080/08865655.2015.1068203.
Creswell, J.W. (2016) Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (4th ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Elly Kuntjorowati, S.P. (2017) ‘Upaya masyarakat perbatasan antarnegara dalam mempertahankan kesejahteraan sosial’, Jurnal PKS, 16, pp. 345–358.
Elyta (2017) ‘Perdagangan gula ilegal di wilayah perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia’, Sosiohumaniora, 19(1), pp. 59–63. doi: 10.24198/sosiohumaniora.v19i1.10747.
Haqiqi, F., Santika, M. and Yusmalina (2021) ‘Analisis pengaruh realisasi penerimaan bea masuk terhadap target penerimaan bea masuk (Pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya B Tanjung Balai Karimun Periode 2017–2019)’, Jurnal Cafetaria, 2(1), pp. 48–61. doi: 10.51742/akuntansi.v2i1.282.
Heyman, J. and Ribas-Mateos, N. (2019) ‘Borders of wealth and poverty: Ideas stimulated by comparing the Mediterranean and U.S.-Mexico borders’, Archivio Antropologico Mediterraneo, 21(2), pp. 0–17. doi: 10.4000/aam.2019.
Kanda, A.S. and Nuraeni, S. (2020) ‘Fenomena black market (pasar gelap) dalam etika bisnis’, Festival Riset Ilmiah Manajemen & Akuntansi, 6681(3), pp. 374–383.
Kareth, N.V.J. (2022) ‘Penegakan hukum oleh pos lintas batas bagi para pelintas di wilayah perbatasan Papua dan Papua New Guinea’, Balobe Law Journal, 2(1), p. 27. doi: 10.47268/balobe.v2i1.848.
Maisondra, M. (2023) ‘Pembangunan kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan dampaknya terhadap kebijakan keamanan nasional’, Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 8(2), pp. 210–225. doi: 10.33701/jipsk.v8i2.3978.
Mamiloto, S. (2017) ‘Penegakan hukum terhadap pelanggaran transaksi perdagangan lintas batas pada daerah perbatasan’, Lex Privatum, 5(8), pp. 49–56.
Miles, M.B. and Huberman, A.M. (2014) Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mulya, F.R.Q. (2020) ‘Pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam upaya peningkatan pendapatan ekonomi rumah tangga di daerah Sota Kabupaten Merauke’, Jurnal Arsitektur dan Planologi, 10(2), pp. 1–5.
Nchake, M.A., Edwards, L. and Kaya, T.N. (2019) ‘The size of the border and product market integration between Lesotho and South Africa: A production–consumption approach’, Journal of African Economies, 28(1), pp. 70–88. doi: 10.1093/jae/ejy017.
Newman, J. (ed.) (2005) Remaking governance: Peoples, politics and the public sphere. Bristol: Policy Press.
Niebuhr, A. (2016) ‘Integration effect in border regions – A survey of economic theory and empirical studies’, HWWA Discussion Paper, Hamburg, p. 18.
Niko, N. (2016) ‘Kemiskinan sebagai penyebab strategis praktik human trafficking di kawasan perbatasan Jagoi Babang (Indonesia–Malaysia) Kalimantan Barat’, Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC, pp. 515–524.
Niko, N. and Samkamaria, S. (2019) ‘Terminal Barang Internasional (TBI) dalam konteks pembangunan ekonomi masyarakat di perbatasan Entikong, Indonesia–Malaysia’, Indonesian Journal of Religion and Society, 1(2), pp. 104–114. doi: 10.36256/ijrs.v1i2.65.
Patiung, M. and Taus, W. (2022) ‘Dampak perdagangan lintas batas terhadap perekonomian masyarakat lokal’, Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(1), pp. 94–102.
Popoola, K.O., Oladehinde, G.J. and Animasaun, E. (2021) ‘Gender differentials in poverty among migrants in rural border communities of Oyo state, Nigeria’, Acta Universitatis Carolinae, Geographica, 56(2), pp. 168–181. doi: 10.14712/23361980.2021.11.
Prayoga, R. (2022) ‘Model integrasi pentahelix dalam pemberdayaan masyarakat wilayah perbatasan’, Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 8(3), pp. 293–309.
Rudiatin, E. (2018) ‘Border trade agreement dan integrasi ekonomi di perbatasan’, Prosiding, 60, pp. 1–23.
Sudiar, S., Aurelia, N., Purnawarman, A. and Daniah, R. (2023) ‘Pengembangan kawasan perbatasan negara di Apou Kayan’, INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan dan Manajemen, 19(1), pp. 1–15. ISSN 2528-1097.
Tahu, M.E. (2019) ‘Upaya pemerintah dalam penanganan perdagangan ilegal di wilayah perbatasan NKRI dan RDTL segmen Motamasin Kabupaten Malaka’, Jurnal Poros Politik, 3(1), pp. 27–33.
Truelove, Y. and Cornea, N. (2021) ‘Rethinking urban environmental and infrastructural governance in the everyday: Perspectives from and of the global South’, Environment and Planning C: Politics and Space, 39(2), pp. 1–18.
Ulyssea, G. (2020) ‘Informality: Causes and consequences for development’, Annual Review of Economics, 12, pp. 525–546. doi: 10.1146/annurev-economics-082119-121914.
Wilson, R. (2023) ‘The isolated states of America: Home state bias and the impact of state borders on mobility’, SSRN Electronic Journal, 20, pp. 422–508. doi: 10.2139/ssrn.4622020.
Wu, C.T. (2001) ‘Cross-border development in a changing world: Redefining regional development policies’, in Edgington, D.W., Fernandez, A.L. and Hoshino, C. (eds.) New Regional Development Paradigm, Vol. 2. London: Greenwood Press.
Yosada, K.R. (2020) ‘Analisis pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah perbatasan Entikong’, JURKAMI: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 5(2), pp. 148–159. doi: 10.31932/jpe.v5i2.867.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 KRITIS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketika penulis menyerahkan artikelnya kepada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS, dan jika artikel tersebut disetujui oleh Dewan Editor untuk diterbitkan maka HAK CIPTA dari Artikel tersebut melekat pada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS. Pihak Dewan Editor dapat memperbanyak memperbanyak Artikel tersebut dengan tetap mencantumkan nama penulis.







