Penyaluran kredit usaha rakyat bagi kinerja bank pembangunan daerah

Penulis

  • Naasyiatul Lailaa Satya Wacana Christian University
  • Elisabeth Penti Kurniawati Satya Wacana Christian University

DOI:

https://doi.org/10.24914/jeb.v21i1.633

Kata Kunci:

credit, bank performance

Abstrak

Pemerintah melakukan pemutusan izin penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD) pada tahun 2015. Tetapi pada tahun yang sama, pemerintah mengizinkan BPD mengajukan diri untuk menjadi penyalur KUR dengan syarat memiliki Non Performing Loan (NPL) di bawah lima persen dan membangun sistem online dengan perusahaan penjaminan. Penelitian ini bertujuan memberikan analisis yang dapat diimplementasikan BPD sebagai pertimbangan untuk mengajukan lagi sebagai penyalur KUR. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparasi, dengan pengujian independent t test dan paired sample t test atas perubahan profitabilitas dan NPL pada lima BPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD tidak mengalami  perbedaan NPL dan profitabilitas yang signifikan  antara sebelum dan menjadi penyalur KUR.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Akerlof, G. A. (1970). The market for “Lemons”: Quality Uncertainty and the market mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–500. https://doi.org/10.2307/1879431

Bank Indonesia. (1998). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Undang-undang nomor 10 tahun 1998 Tentang Perbankan, (Direktur Direktorat Hukum Bank Indonesia), 65. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Brigham, E., & Houston, J. (2011). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (11th ed.). Salemba Empat.

Dahrani. (2011). Pengaruh pertumbuhan kredit dan Non Performing Loan (NPL) terhadap pertumbuhan modal perusahaan perbankan di Indonesia. Jurnal Manajemen & Bisnis, 11(2), 87–96.

Damayanti, M., & Adam, L. (2015). Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alat pendorong pengembangan UMKM di Indonesia. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Working Paper.

Faisol, A. (2007). Analisis kinerja keuangan bank pada PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 3(2), 129–170.

Ghozali, I. (2007). Manajemen risiko perbankan pendekatan kuantitatif Value at Risk (VaR) (1st ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. (2016). Maksud dan Tujuan KUR.

Mardi, & Faradila, L. (2016). Pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan bunga pinjaman terhadap tingkat profitabilitas bank umum swasta nasional. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 12(1), 79–88.

Muljono, T. P. (1986). Analisa laporan keuangan untuk perbankan. Jakarta: Djambatan.

Nusantara, A. B. (2009). Analisis pengaruh NPL, CAR, LDR, dan BOPO terhadap profitabilitas bank (perbandingan bank umum go publik dan bank umum non go publik di Indonesia periode tahun 2005-2007). Universitas Diponegoro.

Saputra, I. P. M., Zukhri, A., & Indrayani, L. (2014). Sistem pengendalian internal pemberian kredit pada Pt. Bpr Suryajaya Kubutambahan. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 4(1), 1–9.

Sartono, A. (2014). Manajemen keuangan – teori dan aplikasi (7th ed.). Yogyakarta: BPFE.

Soepardi, H. S. (2015). Pemerintah beri syarat bagi perbankan penyalur KUR. Antaranews.com. Retrieved from https://m.antaranews.com/berita/498239/pemerintah-beri-syarat-bagi-perbankan-penyalur-kur

Sudiyatno, B., & Suroso, J. (2010). Analisis pengaruh DPK, BOPO, CAR dan LDR terhadap kinerja keuangan pada sektor perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dinamika Keuangan Dan Perbankan, 2(2), 125–138. https://doi.org/10.7202/1005434ar

Sutojo, S. (2008). Menangani kredit bermasalah. Jakarta: Mulia Pustaka.

Diterbitkan

2018-04-30

Cara Mengutip

Lailaa, N., & Kurniawati, E. P. (2018). Penyaluran kredit usaha rakyat bagi kinerja bank pembangunan daerah. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 21(1), 23–42. https://doi.org/10.24914/jeb.v21i1.633

Terbitan

Bagian

Articles