Pelestarian Budaya Sunda Melalui Kurikulum Muatan Lokal di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.24246/j.js.2026.v16.i2.p204-215Keywords:
Local Content Curriculum, Sundanese Language, Cultural Preservation, ElementaryAbstract
The decadence in the existence of regional languages in the modern era requires educational institutions to take part in efforts to preserve local culture, one of which is by introducing regional languages from an elementary school age. This research aims to explore the implementation of the Sundanese language local content curriculum in elementary schools through learning activities and cultural preservation programs. Using a qualitative approach to case study design, data was collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using interactive analysis techniques and tested for data validity using the Triangulation Technique and Source. The results of the study show that SD Negeri 5 Caringin actively implements the local content curriculum through three stages, namely: learning planning through the preparation of learning administration, the implementation of learning with various methods, and presenting learning media and resources that stimulate student activity and learning evaluation that shows the level of student understanding. In addition to formal learning, cultural preservation is strengthened through Sundanese language habituation programs and the use of traditional clothes on every Thursday, talent development, which is implemented by participating in several competitions and activities that carry local cultural themes, as well as commemoration of national holidays that are complementary in the introduction of Saunda culture in the school environment. Through this curriculum, the school succeeds in instilling local cultural values and providing students with a deep understanding of cultural richness. It was concluded that the school has created an environment that supports efforts to preserve Sundanese culture effectively, both in the school environment and in the community.
Downloads
References
Adela, D., & Al- Akmam, M. (2024). Upaya Pelestarian Budaya Sunda di Sekolah Dasar . Jurnal BELAINDIKA (Pembelajaran Dan Inovasi Pendidikan), 6(2), 191–198.
Adela, D., Suastra, I. W., & Lasmawan, I. W. (2023). Enculturation of Bugis Sidenreng Rappang local wisdom through ethnopedagogy of traditional games. International Journal of Elementary Education, 7(3), 428–436.
Alhamidi, R. (2023). Minder Jadi Alasan Memudarnya Bahasa Sunda di Jabar. Detikjabar.
Ananda, E. R., Irawan, W. H., & Abdussakir, A. (2024). Strategi meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran berhitung matematika melalui penggunaan game edukasi kartu pintar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(3), 1238–1252.
Andanti, M. (2024). Penerapan Pembelajaran Agama Buddha Berbasis Kearifan dan Budaya Lokal di Sekolah Minggu Buddha (SMB) Adhicitta Suruh, Tengaran, dan Susukan. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 14(01), 15–25.
Anggraeni, K. H., Hendratno, H., & Sukartiningsih, W. (2025). Integration of Ethnopedagogy in the P5 Module Based on Besutan Art as a Medium for Preserving Jombang Culture. Journal of Innovation and Research in Primary Education, 4(2), 232–240.
Anindyatri, A. O., & Mufidah, I. (2020). Gambaran kondisi vitalitas bahasa daerah di Indonesia : berdasarkan data tahun 2018-2019.
Aqib, Z. (2020). Manajemen Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah. Andi Offset.
Aritonang, B. (2020). Penggunaan Bahasa Daerah Generasi Muda Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 9(2), 160.
Arono, Yunita, W., & Diani, I. (2023). Conditions for Learning Regional Languages that are Almost Extinct in the Outer Islands of Indonesia. In Proceedings of the 3rd International Conference on Educational Science and Teacher Profession (ICETeP 2021). Atlantis Press SARL.
Ayundita, S. D. P., & Syahri, M. (2026). Sikap Bahasa dan Pemilihan Bahasa Gen Z Etnis Madura Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 9(1), 98–111.
Biantara, D. O., & Thohir, M. A. (2022). Analisis Komunikasi Siswa Kelas 6 SD Dalam Mengimplementasikan Muatan Lokal Materi Unggah-Ungguh Basa Jawa. Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa, 10(2), 181–189.
Casnan, C., Purnawan, P., Firmansyah, I., & Triwahyuni, H. (2022). Evaluasi proses pembelajaran dengan pendekatan systems thinking. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(1), 31–38.
Dewi, S. M., & Maftuh, B. (2020). The value of “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” in conflict resolution education at elementary schools. International Conference on Progressive Education (ICOPE 2019), 258–261.
Ecca, S. (2025). Desain Modul Ajar Berbasis Kearifan Lokal untuk Memperkuat Karakter Pelajar Pancasila. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 15(1), 23–32.
Fadil, K., Ikhtiono, G., & Nurhalimah, N. (2024). Perbedaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka belajar. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 4(1), 224–238.
Faturohman, O., Sudrajat, A., & Ghoer, H. F. (2022). Manajemen Kurikulum Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Daerah untuk Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Sunda. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(4), 1233–1245.
Febrianysah, A., Wedi, A., & Husna, A. (2020). Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Instruksional Tari Reog Kendang Di Sekolah Dasar Negeri 2 Pucangan. JINOTEP (Jurnal Inovasi Dan Teknologi Pembelajaran): Kajian Dan Riset Dalam Teknologi Pembelajaran, 6(2), 81–88.
Fitriadi, F., Sinaga, R. M., & Muhammad, R. R. (2024). A literature review on the cultural perspective study in elementary school education in Indonesia. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 5(1), 51–61.
Hidayat, D., Rahmasari, G., & Wibawa, D. (2021). The inhibition and communication approaches of local languages learning among millennials. International Journal of Language Education, 5(3), 165–179.
Julianti, D., & Siagian, I. (2023). Analisis pengaruh bahasa daerah terhadap penggunaan bahasa Indonesia. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(2), 5829–5836.
Jumriani, J., Muhaimin, M., Mutiani, M., Abbas, E. W., & Rusmaniah, R. (2024). Efforts to preserve traditional music through social knowledge subjects. Journal of Education and Learning, 18(1), 140–147.
Kaliongga, A., Iriani, A., & Mawardi, M. (2023). Reintegrasi dan Kontekstualisasi Kearifan Lokal Sintuwu Maroso: Upaya Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0 Menuju Society 5.0. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2, 117–127.
Kusmanto, Imam, S., & Yuningsih, Y. (2024). Pelajaran bahasa sunda di kabupaten cirebon. Jurnal Budaya Etnika, 8(2), 267–280.
Kuswari, U., Ruhaliah, R., Nugraha, H. S., & Darajat, D. (2024). Formative Assessment in Sundanese Language Learning for Middle School Students in West Java. International Journal of Language and Culture, 2(1), 11–24.
Lestari, E. F. L., & Utami, P. S. (2024). Integrasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter yang Terkandung Dalam Mitologi Jawa Tradisi Seret Gedhang di Desa Sumbersari Tumpang Pada Pembelajaran IPS SD. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 12(2), 230–244.
Ma’rifah, M. Z., & Mawardi, M. (2022). Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan Hyflex Learning berbantuan Wordwall. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(3), 225–235.
Miles, M. B., & Huberman, A. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohisi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 102–107.
Muhammad, N. (2023). Generasi Pre-Boomer Paling Banyak Menggunakan Bahasa Daerah di Lingkungan Keluarga pada 2022. Kadata.Co.Id. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/2eccfdc6ec9b519/generasi-pre-boomer-paling-banyak-menggunakan-bahasa-daerah-di-lingkungan-keluarga-pada-2022
Mustofa, T. Z. (2020). Tradisi dalam bingkai realitas sosial-keagamaan: Studi kasus haul Ki Newes Indramayu. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(8), 695–702.
Muwaffaq, A., & Iksan, I. (2023). Policy Study of Local Content Curriculum in Madrasah. EduLine: Journal of Education and Learning Innovation, 3(3), 339–343.
Nasrullah, N., Setyowati, E., Misliani, L., & Erinita, D. A. (2024). Arah Baru Revitalisasi Bahasa Daerah: Menekan Laju Kepunahan Bahasa Daerah di Indonesia. Risalah Kebijakan, 1(2), 1–15.
Nugraha, A. S. (2023). Analisis kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan alat evaluasi berbasis digital. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 13(1), 252–259.
Nurdian, N., Khalida Rozana Ulfah, & RizkiNugerahani Ilise. (2021). Pendidikan Muatan Lokal Sebagai Penanaman Karakter Cinta Tanah Air. Mimbar PGSD Undiksha, 9(2), 345.
Nurjanah, N., Sudaryat, Y., Haerudin, D., Srihilmawati, R., & Darajat, D. (2024). Implementation of Merdeka Curriculum for Sundanese Language Subject Towards the Era of Smart Society 5.0. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 4(3), 428–435.
Nurjanah, N., Sudaryat, Y., & Kuswari, U. (2023). ATP, MODUL AJAR, DAN EVALUASI KURIKULUM MERDEKA BAHASA SUNDA. Goresan Pena.
Nurman, Yusriadi, Y., & Hamim, S. (2022). Development of Pluralism Education in Indonesia: A Qualitative Study. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 9(3), 106–120.
Nursafitri, L., Firdaus, T., Sudomo, R. I., & Kurniasih, A. (2023). Development of Local Content Curriculum Based on The Merdeka Curriculum for High School in East Kalimantan Province. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 15(2), 695–704.
Putra, D. D., Bahtiar, F. S., Rifqi, A. N., & Mardiyanto, V. (2023). Preservasi Digital Warisan Budaya: Sebuah Ulasan. Jurnal Pustaka Ilmiah, 9(2), 85–95.
Qutuby, S. Al, & Lattu, I. Y. M. (2019). TRADISI DAN KEBUDAYAAN NUSANTARA.
Rahimawati, R., Wahyuni, S., & Muliana, M. (2024). Pembelajaran outdoor learning berbantuan lingkungan sekitar sekolah. Journal of Education Research, 5(4), 5868–5873.
Ratnasari, A. D., Wahyudi, W., & Permana, I. (2022). Penerapan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Tematik. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 12(3), 261–266.
Ropiah, O., Rakhman, F., & Alam, F. S. N. S. N. (2023). Problematika Pembelajaran Bahasa Sunda Dimensi Linguistik dan Nonlinguistik. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(1), 124.
Rosarian, A. W., & Dirgantoro, K. P. S. (2020). Upaya guru dalam membangun interaksi siswa melalui metode belajar sambil bermain [teacher’s efforts in building student interaction using a game based learning method]. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 3(2), 146–163.
Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Integrating Local Cultural Values into Early Childhood Education to Promote Character Building. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 23(7), 84–101.
Suprapto, N., Prahani, B. K., & Cheng, T. H. (2021). Indonesian curriculum reform in policy and local wisdom: Perspectives from science education. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 10(1), 69–80.
Suri, D., & Chandra, D. (2021). Teacher’s strategy for implementing multiculturalism education based on local cultural values and character building for early childhood education. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 8(4), 271–285.
Tanjung, W. U., & Namora, D. (2022). Kreativitas guru dalam mengelola kelas untuk mengatasi kejenuhan belajar siswa di Madrasah Aliyah Negeri. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 199–217.
Udin, A. F. (2023). Ilmu Sosial & Budaya Dasar. In lembaga kajian konstitusi indonesia(LKKI). Bumi Aksara.
Ulfa, M., Isda, I. D., & Purwati, P. (2018). The shift of Acehnese language: A sociolinguistic study to preserve regional languages. Studies in English Language and Education, 5(2), 161–174.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Copyright is held by the Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan









