MENGKRITISI RUU KERUKUNAN UMAT BERAGAMA: MENJAMIN ATAU MEMBATASI KEBEBASAN?

  • Setyo Pamungkas

Abstract

Abstrak
Pengakuan terhadap kebebasan untuk beragama dan berkeyakinan merupakan sebuah penegasan terhadap prinsip bahwa kebebasan beragama dan berkeyakinan adalah hak dasar.Kebebasan beragama dan berkeyakinan tersebut saat ini terancam dengan adanya keinginan untuk membentuk undang-undang, yaitu Rancangan Undang-Undang tentang
Kerukunan Umat Beragama. Permasalahan dari RUU tersebut adalah apakah dengan pengaturan hal itu mendorong masyarakat untuk toleran atau justru menjadi alat untuk mengintervensi keberadaan umat beragama di Indonesia. RUU KUB bisa saja melegalisasikan kehidupan beragama yang nyaman, namun juga melegalisasikan usahausaha untuk membatasi ruang gerak penyebaran agama melalui eksistensi umat, khususnya kaum minoritas sehingga hal itu tidak konsisten dengan semangat kemajemukan.

Abstract
Recognition of the freedom of religion and belief is an affirmation of the principle that freedom of religion and belief is a basic rights. This basic freedom is currently threatened by the aspiration to establish a law, as reflected by intense discussion of the Bill on Religious Harmony. The problems of the bill is whether the law will encourage people to be tolerant, or just become a tool to intervene in the existence of religious communities in Indonesia. The Bill on Religious Harmony could establish contented religious life, but it could also formalize efforts to limit the spreading of religions which is in turn not consistent with the spirit of pluralism.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Elza Peldi Taher, Merayakan Kebebasan Beragama: Bunga Rampai Menyambut 70 Tahun Johar Effendi. ICRP bekerja sama dengan KOMPAS; Jakarta, 2009

Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan: Seberapa Jauh? Kanisius; Jakarta, 2010

Tedi Kholiludin, dkk. Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Di Jawa Tengah Tahun 2012. Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Semarang, 2013.

Weinata Sairin, Victor Imanuel Tanja, dan Eka Darmaputera. Berbagai Dimensi Kerukunan Umat Beragama (artikel) dimuat di dalam Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa: Butir-butir Pemikiran. Penyunting Weinata Saurin. Gunung Mulia; Jakarta, 2006.

http://www.setara-institute.org/en/content/ruu-kub-segregatif-dan-mengikis-jaminan-konstitusional-warga-negara

Ikhlas BERAMAL, Nomor 62 Tahun XIII April 2010.
Published
2014-04-08
How to Cite
Pamungkas, S. (2014). MENGKRITISI RUU KERUKUNAN UMAT BERAGAMA: MENJAMIN ATAU MEMBATASI KEBEBASAN?. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 103-114. https://doi.org/10.24246/jrh.2014.v8.i1.p103-114