IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PRESIDENSIAL DI INDONESIA

  • Putu Eva Ditayani Antari Universitas Pendidikan Nasional
Keywords: Presidential System, Political Effort, Check

Abstract

The House of Representatives of the Republic of Indonesia (DPR) has a supervisory function to the President's performance accompanied by the right to propose the dismissal of the President to the People’s Consultative Assembly of the Republic of Indonesia (MPR), as the implementation of the oversight function. However, in a presidential system, this is contrary to the terms of the fixed term executive. Also, the politicization of the DPR in the use of these rights raises the perception that the oversight function will weaken the presidential system. This is further researched and presented in descriptive-analytic writing, using normative legal research method. Based on the analysis, the DPR's supervisory function in the presidential system does not weaken the presidential system. Supervision is a balance and supervision of the power of the President. DPR as a supervisory institution shall obey the principles of transparency, accountability, independence, and impartiality. In addition, the existence of the Constitutional Court as a determinant of the validity of the proposal to dismiss the President also can prevent politicization in the dismissal of the President. Thus the DPR's supervisory function was created which was able to support the running of the presidential system and establish a balanced power between 3 (three) fields of state power according to Montesquieu's perspective.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku
Arifin F, dkk., Lembaga Negara dan Sengketa Kewenangan Antar Lembaga Negara (Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) 2005).
Asshidiqqie J, Format Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekua-saan dalam UUD 1945 (FH UII Press 2004).
---------------, Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara (RajaGrafindo 2006).
---------------, Pokok-pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi (Buana Ilmu Populer 2007).
Budiardjo M, Dasar-Dasar Ilmu Politik (ed. 6, Gramedia Pustaka Utama 2009).
D Mahfud M, Dasar dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia (Rineka Cipta 2001).
Diantha IMP, Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum (ed. revisi, Kencana 2017).
Erni D, Pengawasan (Kencana 2008).
Huda N, UUD 1945 dan Gagasan Amandemen Ulang (Rajawali Press 2008).
Isra S, Pergeseran Fungsi Legislasi Menguatnya Model Legislasi Parlementer dalam Sistem Presidensial Indonesia (PT. RajaGrafindo Persada 2010).
Kansil CST, Pemerintahan Daerah di Indonesia (Hukum Administrasi Daerah) (Sinar Grafika 2002).
Kusnardi M, Susunan Pembagian Kekuasaan menurut Sistem Undang-Undang Dasar 1945 (Gramedia 1986).
Kusnardi M dan Saragih B, Ilmu Negara (ed. revisi, Gaya Media Pratama 2000).
Latif A, Fungsi Mahkamah Konstitusi (Upaya Mewujudkan Negara Hukum Demokrasi) (Kreasi Total Media 2009).
Manan B, Teori dan Politik Konstitusi (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional 2001).
Mulyosudarmo S, Peralihan Kekuasaan (Kajian Teoritis dan Yuridis terhadap Pidato Nawaksara) (Gramedia Pustaka Utama 1997).
Pieris J dan Putri AB, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Studi, Analisis, Kritik, dan Solusi Kajian Hukum dan Politik (Pelangi Cendikia 2006).
R Hanta YA, Presidensialisme Setengah Hati dari Dilema ke Kompromi (Gramedia Pustaka Utama 2010).
Siagian SP, Manajemen Sumber Daya Manusia (cet. 7, Bumi Aksara 2003).
Soimin dan Mashuriyanto, Mahkamah Konstitusi dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia (UII Press 2013).
Suny I, Pergeseran Kekuasaan Eksekutif (Aksara Baru 1986).
Thalib AR, Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Implikasinya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia (Citra Aditya Bakti 2006).
Tutik TT, Konstruksi Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Amandemen UUD 1945 (Kencana 2010).
Zoelva H, Pemakzulan Presiden di Indonesia (Sinar Grafika 2011).

Artikel Jurnal
Antari PED, ‘Penerapan Model Impeachment Dalam Pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden di Indonesia’ (2016) 3 (1) Jurnal Hukum Undiknas.
Aulia E, ‘Sistem Pengawasan terhadap Hakil Konstitusi dalam Mewujudkan Independensi Hakim’ (2018) 2 (1) Jurnal Public Policy.
Charity ML, ‘Implikasi Hak Angket Dewak Perwakilan Rakyat Republik Indonesia terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi’ (2017) 14 (3) Jurnal Legislasi Indonesia.
Fatkhurohman dan Sjuhad M, ‘Memahami Pemberhentian Presiden (Impeachment) di Indonesia (Studi Perbandingan Pemberhentian Presiden Soekarno dan Presiden Abdurrahman Wahid’ (2010) 3 (1) Jurnal Konstitusi.
Isra S, ‘Hubungan Presiden dan DPR’ (2013) 10 (3) Jurnal Konstitusi.
Rochmawanto M, ‘Pembagian Kekuasaan antara MPR, DPR, dan DPD dalam Mewujudkan Sistem Ketatanegaraan yang Berkedaulatan Rakyat’ (2014) 2 (1) Jurnal Independent.
Sunarto, ‘Fungsi Legislasi DPR Pasca Amandemen UUD 1945’ (2015) (28) (1) Jurnal Integralistik.
Suyadi A, ‘Pembentukan dan Kewenangan Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dalam Struktur Lembaga Kepresidenan Republik Indonesia’ (2018) 10 (2) Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan.
Triningsih A dan Mardiya NQ, ‘Interpretasi Lembaga Negara dan Sengketa Lembaga Negara dalam Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara’ (2017) 14 (4) Jurnal Konstitusi.

Artikel Koran
BBC News, ‘Trump Acquitted by Senate in Impeachment Trial’ (BBC News, 6 Februari 2020) diakses 10 Februari 2020.
CNBC Indonesia, ‘Trump Dimakzulkan! Ini Presiden AS Lain yang di-Impeachment’ (CNBC, 19 Desember 2019) diakses 10 Februari 2020.

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Published
2020-07-08
How to Cite
Antari, P. E. (2020). IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DALAM UPAYA MEMPERKUAT SISTEM PRESIDENSIAL DI INDONESIA. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 4(2), 217-238. https://doi.org/10.24246/jrh.2020.v4.i2.p217-238