MENGGAGAS CITA MORAL DALAM PENAFSIRAN HUKUM HAKIM

  • Christina Maya Indah Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Judge, Interpretation, Moral

Abstract

In implementing his duty, a judge shall not only be considered as the mouth of acts (la bouche de la loi). The duty of judge is also to interpret law facts in concreto with abstract regulations. It has to be noted that jurisprudence is a hermeneutic exemplar in optima forma which is internalized in law of society. Accordingly, judge may not only interpret the juridical text, but also interpret the fact that results legal problems in order to solve the legal problems. The interpretation of the judge which contains the idea of moral is a concept of law as interpretation/processes of interpreting and also a concept of law as a value based on a statement of ’law as what ought to be in moral or ideal precepts’. This article argues that building the judge’s legal interpretation means developing judge jurisprudence using the dynamic approach in legal hermeneutics. Such approach accomodates the ideal of law in judge’s interpretation  that includes open-mindedness and humanistic in moral perspective.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku
Bello Petrus C.K.L, Hukum & Moralitas: Tinjauan Filsafat Hukum (Cet. pertama, Erlangga 2012 ).

K. Denzin N, dan S. Lincoln Y, (Ed), Hand Book of Quality Research (1st edn, Sage Publication 1994).

Friedmann W, Teori dan Filsafat Hukum (Cet. pertama, Rajawali 1990).

Harahap M. Y, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan (Ed. ke-2, Cet. pertama, Sinar Grafika 2002).

Hardiyanto S, ‘Hukum Moral Dalam Sanubariku’ Sebuah Tuturan Ulang Etika Kewajiban Kategoris, dalam buku Merenung Pembangunan, Punjung Tulis 70 Tahun Liek Wilardjo (Cet. pertama, Fakultas Teknik Elektro dan Program Pascasarjana Studi Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2009).

Manan B, Suatu Tinjaun Terhadap Kekuasan Kehakiman Dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 ( Mahkamah Agung Republik Indonesia 2005).

Pound R, Law Finding Through Experience and Reason (1st edn, Georgia University Press 1960).

Putro Widodo D, Kritik Terhadap Paradigma Positivisme Hukum (Genta Publishing 2011).

Rahardjo S, Ilmu Hukum (Cet. ke-4 Citra Aditya Bakti 1996).

Sampford C, The Disorder of Law, A Critique of Legal Theory (5th edn, Basil Blackwell Inc 1989).

Shidarta B. A, Moralitas Profesi Hukum, Suatu Tawaran Kerangka Berpikir (Cet. pertama, Refika Aditama 2006).

Sumaryono E, Hermeneutik, Sebuah Metode Filsafat (Cet. ke-10, Kanisius 1999).

Suseno Franz M, ‘Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral’ (Cet. pertama, Pustaka Filsafat 1987).

Vago S, Law and Society (5th edn, Prentice Hall 1997).

Wignjosoebroto S, Hukum Konsep dan Metode (Cet. pertama, Setara Press 2013).

------------------ Hukum: Paradigma, Metode, dan Dinamika Masalahnya (Cet. pertama, Elsam-Huma Jakarta 2002).

Buku Terjemahan
Gadamer H, Truth and Method dalam Sahidah A (tjm), Kebenaran dan Metode: Pengantar Filsafat Hermeneutika (Cet. pertama, Pustaka Pelajar 2004).

--------------, Truth and Method dalam M. Khosim (tjm), Hermeneutika Hukum, Sejarah, Teori dan Praktik (Cet. pertama, Nusa Media 2008) 400.

Scholten P, De Structuur Der Rechtswetenschap dalam Sidharta B. A (tjm), Struktur Ilmu Hukum (Cet. ke-2, Alumni 2005).

Artikel Jurnal
Ahmad K, ‘Kriminalisasi KPK Suatu Tinjauan Hubungan Antara Fakta, Norma, Moral, dan Doktrin Hukum Dalam Pertimbangan Putusan Hakim’ (2011) 40 (4) Jurnal Masalah-Masalah Hukum.

Busthami D, ‘Kekuasaan Kehakiman Dalam Perspektif Negara Hukum di Indonesia’ (2017) 46 (4) Jurnal Masalah Masalah Hukum.

Hutajulu Marihot J, ‘Filsafat Hukum Dalam Putusan Pengadilan/Hakim (2015) 9 (1) Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum.

Mulyadi L, ‘Interpretation of Judges in Representing The Dynamics of Religion of Indigenous Legal Inheritance of Bali’ (2019) 8 (2) Jurnal Hukum dan Peradilan.

Musa M, ‘Penalaran Hakim Menerapkan Ajaran Penyertaan Dalam Putusan Tindak Pidana Korupsi Pada Bank Riau-Kepri’ (2017) 46 (4) Jurnal Masalah-Masalah Hukum.

Respationo H. M. S, dan Hamzah M. G, ‘Putusan Hakim: Menuju Rasionalitas Hukum Refleksif Dalam Penegakan Hukum (2013) 2 (2) Jurnal Yustisia.

Setyanegara E, ‘Kebebasan Hakim Memutus Perkara Dalam Konteks Pancasila (Ditinjau dari Keadilan Substantif)’ (2014) 44 (4) Jurnal Hukum dan Pembangunan.

Siahaan Lintong O, ‘Peran Hakim Dalam Pembaruan Hukum di Indonesia Hal-hal yang Harus Diketahui (Proses Berfikir) Hakim Agar Dapat Menghasilkan Putusan yang Berkualitas’ (2006) 36 (1) Jurnal Hukum dan Pembangunan.

Suparman E, ‘Menolak Mafia Peradilan: Menjaga Integritas Hakim-Menyelaraskan Perbuatan dan Nuraninya’ (2017) 47 (1) Jurnal Hukum dan Pembangunan.

Syamsudin M, ‘Pemaknaan Hakim tentang Korupsi dan Implikasinya Pada Putusan: Kajian Perspektif Hermeneutika Hukum’ (2010) 22 (3) Mimbar Hukum.

Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Published
2019-11-21
How to Cite
Indah, C. (2019). MENGGAGAS CITA MORAL DALAM PENAFSIRAN HUKUM HAKIM. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 4(1), 41-60. https://doi.org/10.24246/jrh.2019.v4.i1.p41-60