Masihkah Perlu Khalayak Belajar Literasi Media?
Kata Kunci:
Media Literacy, New media, Active Audience, Communications ChannelsAbstrak
Masyarakat Indonesia sudah masuk dalam tahapan masyarakat informasi. Masyarakat informasi memiliki ciri utama yaitu aktif mengakses informasi. Berbagai macam media komunikasi dari model lama hingga media baru menuntut khalayak untuk bisa cerdas melakukan literasi. Khalayak aktif muncul karena sifat media komunikasi yang semakin interaktif. Semakin kompleks keunggulan suatu media, maka semakin banyak perhatian dan verifikasi yang perlu dilakukan agar tidak mudah disesatkan oleh berita-berita yang tidak bertanggung jawab. Banyak jurnalis bermunculan, mereka adalah orang-orang biasa, mereka bebas dengan opininya, namun mereka juga berupaya untuk memberi pengaruh kepada khalayak. Sehingga semakin beragamnya suber informasi menuntuk seseorang harus lebih peka terhadap informasi yang terimanya yaitu dengan mengembangkan kemampuan literasi. Kemampuan literasi kini menjadi mutlak dilakukan agar terhindarkan dari maksud-maksud tersembunyi yang dapat membawa dampak buruk bukannya mendapat faedah dari media komunikasi yang ada khususnya media baru.Unduhan
Data unduhan belum tersedia.
Referensi
Atkinson, Paul dan Mrtyn Hammersley. 2009. Etnografi dan Observasi Partisipasi, Yogjakarta: Pustaka Belajar
Kern.R. (2000).Literacy and LanguageTeaching. Oxford :Oxford University
Potter,W.J.(2005). Media Literacy. Upper Sadler River,NJ: Prentice Hall.
Griffin, Emory A. (2006). A First Look at Communication Theory. McGraw-Hill.
M.S, Darwadi (2017). Media Baru Sebagai Informasi Budaya Global. Jurnal Komunikator. vol 9, no 1.
Rianto, Puji. (2016). Media Baru, Visi Khalayak Aktif dan Urgensi Literasi Media. Jurnal komunikasi, vol 1.
Unduhan
Diterbitkan
2017-06-26
Cara Mengutip
Harnita, P. C. (2017). Masihkah Perlu Khalayak Belajar Literasi Media?. Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial, 6(1), 117–136. Diambil dari https://ejournal.uksw.edu/cakrawala/article/view/1291
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Hak Cipta artikel dimiliki oleh Jurnal Cakrawala