PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM KEBAKTIAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KRISTEN BADAN PENDIDIKAN KRISTEN (SMPK BPK) PENABUR CIMAHI

  • Tohap Pandapotan Simaremare Universitas Jambi
Keywords: Karakter, Religius, Program Kebaktian

Abstract

Masih rendahnya karakter generasi muda Indonesia menjadi tantangan yang harus diwujudkan demi tercapainya Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025. Tujuan penelitian ini untuk penguatan karakter religius melalui program kebaktian. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan di SMPK BPK Penabur Cimahi mengembangkan karakter religius, nasional, mandiri, gotong-royong, dan integritas. Hal ini sesuai dengan karakter yang sedang dikembangkan oleh pemerintah. Khusus untuk karakter religius, di SMPK BPK Penabur yang berbasis sekolah kristen telah melaksanakan beberapa program sebagai bentuk pembiasaan yang sengaja diselenggarakan secara rutin (setiap hari) dengan harapan akan membentuk karakter religius siswa seperti doa bersama, baca firman Tuhan serta lagu pujian sebelum/sesudah kegiatan belajar mengajar di kelas. Begitu juga halnya dengan guru-guru harus mendampingi anak-anak di kelas ketika doa pagi dan siang dan mengarahkan siswa untuk pembacaan firman Tuhan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena telah melalui semua kegiatan di sekolah dengan baik. Disamping itu, sekolah juga mengadakan kebaktian bersama setiap hari senin pada pukul 13.00 WIB yang bertempat di aula sekolah yang melibatkan guru, karyawan, siswa-siswi, termasuk juga para tamu sekolah, para pengurus yayasan yang kebetulan datang ke sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustian, A. G. (2001). Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual, ESQ (Emotional Spiritual Quotient): erdasarkan 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam. Arga.
Al-Ahyadi, A. (2015). Emotional Spiritual Quotient (ESQ) menurut Ary Ginanjar Agustian dan relevansinya dengan pengembangan kompetensi spiritual dan kompetensi sosial kurikulum 2013. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Semarang: Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN [Universitas Islam Negeri] Walisongo. Tersedia Secara Online Juga Di: Http://Eprints. Walisongo. Ac. Id/5030/1/113111099. Pdf [Diakses Di Bandung, Jawa Barat, Indonesia: 28 Oktober 2018].
Banicki, K. (2017). The character--personality distinction: An historical, conceptual, and functional investigation. Theory \& Psychology, 27(1), 50–68.
Berkowitz, M. W., Bier, M. C., & McCauley, B. (2017). Toward a science of character education. Journal of Character Education, 13(1), 33–51.
Budimansyah, D. (2010). Penguatan pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Widya Aksara Press.
Indonesia, P. R. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang nasional tahun 2005-2025. Eko Jaya.
INDONESIA, P. R. (2006). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Lickona, T. (2009). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.
Lubis, I. R., & Yudhaningrum, L. (2020). Gambaran Kesepian pada Remaja Pelaku Self Harm. JPPP-Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 9(1), 14–21.
Machfiroh, R., Sapriya, S., & Komalasari, K. (2018). Characteristics of young Indonesian citizenship in the digital era. Annual Civic Education Conference (ACEC 2018), 251, 5–7.
Manullang, B. (2013). Grand desain pendidikan karakter generasi emas 2045. Jurnal Pendidikan Karakter, 1.
Nasution, E. (2016). Problematika pendidikan di Indonesia. Mediasi, 8(1).
pandapotan Simaremare, T. (2019). PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus Pada Program Kebaktian SMPK BPK Penabur Cimahi). Universitas Pendidikan Indonesia.
Permatasari, I. A., Wijaya, J. H., & others. (2019). Implementasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Dalam Penyelesaian Masalah Ujaran Kebencian Pada Media Sosial. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 23(1), 27–41.
Ridho, A. (2016). ESQ Dalam Kepemimpinan Pendidikan. Fikrotuna, 3(1).
Saifullah, S. (2020). Pembinaan Karakter Intelektual Aceh dalam Pembangunan Masyarakat Madani. Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies, 1(2), 237–258.
Samiun, H., Budimansyah, D., & Darmawan, C. (2014). FORMING STUDENT CHARACTER THROUGH CIVIC EDUCATION LEARNING MODEL BASED PORTFOLIO IN SMP AL-WATHAN AMBON. JURNAL CIVICUS, 14(2).
Setiawan, D. (2013). Peran pendidikan karakter dalam mengembangkan kecerdasan moral. Jurnal Pendidikan Karakter, 1.
Simaremare, T. P., Muchtar, S. Al, & Halimi, M. (2020). Implementation Strengthening Religious Character Through Devotional Program in Civic Education. 418(17), 346–349. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200320.066
Sutiyono, S. (2013). Penerapan Pendidikan Budi Pekerti Sebagai Pembentukan Karakter Siswa Di Sekolah: Sebuah Fenomena Dan Realitas. Jurnal Pendidikan Karakter, 3.
Published
2022-06-29
How to Cite
Simaremare, T. (2022). PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM KEBAKTIAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KRISTEN BADAN PENDIDIKAN KRISTEN (SMPK BPK) PENABUR CIMAHI. Satya Widya, 38(1), 1-11. https://doi.org/10.24246/j.sw.2022.v38.i1.p1-11
Section
Articles
Share |