Telaah Kearifan Lokal Terhadap Akuntabilitas Lumbung Desa

Authors

  • Yunus Harjito Fakultas Ekonomi, Universitas Setia Budi Surakarta
  • Ambang Cahyo Wibowo Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Djoko Suhardjanto Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.24914/jeb.v19i1.481

Keywords:

accountability, accounting, governance, lumbung desa paceklik, rule of law

Abstract

This research aims to understand the business of Lumbung Desa Paceklik which based on society’s local wisdom, examining governance, and compare between governance implementation and the governance characteristics by the UNDP. One of the most important aspects in governance practice is accountability. Accountability is implemented as the efforts to maintain the Lumbung Desa Paceklik existence. The accounting practice in Lumbung Desa Paceklik is one measure of accountability implementation. The research data were collected by observation and documentation of related information, gradual interviews, and focus group discussion (FGD). The study was conducted from the beginning of April 2013 until early March 2014 in the Dempel village, Geneng subdistrict, Ngawi district, East Java. The results explained that the governance of the Lumbung Desa Paceklik is quiet well to do. Based on the governance characteristics by UNDP, only the rule of law which is still an obstacle. Moreover, the accountability is interpreted not only as an liability, but also as a need to maintain the Lumbung Desa Paceklik’s existence. Implementation of accounting was not optimal due to the limited understanding and ability of the board to the theory and practice of ideal accounting practice.


Abstrak

 

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bisnis Lumbung Desa Paceklik yang berbasis kearifan lokal masyarakat, memeriksa tata kelola, dan membandingkan antara pelaksanaan pemerintahan dan karakteristik pemerintahan oleh UNDP. Salah satu aspek yang paling penting dalam praktek tata kelola adalah akuntabilitas. Akuntabilitas diimplementasikan sebagai upaya untuk mempertahankan keberadaan Lumbung Desa Paceklik. Praktek akuntansi di Lumbung Desa Paceklik merupakan salah satu ukuran pelaksanaan akuntabilitas. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi informasi terkait, wawancara bertahap, dan focus group discussion (FGD). Penelitian dilakukan dari awal April 2013 sampai dengan awal Maret 2014 di desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tata kelola Lumbung Desa Paceklik cukup baik dilakukan. Berdasarkan karakteristik pemerintahan oleh UNDP, hanya aturan hukum yang masih menjadi kendala. Selain itu, akuntabilitas diartikan tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan untuk mempertahankan keberadaan Lumbung Desa Paceklik ini. Pelaksanaan praktik akuntansi tidak optimal karena terbatasnya pemahaman dan kemampuan pengelola tentang teori dan praktik-praktik akuntansi yang ideal.


Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi. 2012. Ngawi Dalam Angka. BPS Kabupaten Ngawi. Available at www.ngawikab.go.id.

Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan. 2007. Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Modul Diklat Pembentukan Auditor Ahli. Edisi Kelima. Pusdiklat Pengawasan BPKP.

Bungin, B. 2011. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Edisi Kedua, Cetakan ke-5. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Cahyanto, S. S., Boinfasius S. P., dan A. Muktaman. 2012. Penguatan kearifan lokal sebagai solusi permasalahan ketahanan pangan nasional. The 4th International Conference on Indoesian Studies.

Costa, E., T. Ramus, dan M. Andreaus. 2011. Accountability as a managerial tool in non-profit organizations: Evidence from Italian CSVs. Voluntas. Vol.22: 470-493.

Creswell, J. W. 2012. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed. Edisi Ketiga. Terjemahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Duncan, J. B., dan D. L. Flesher. 2002. Does your chruch have appropriate internal control for cash receipts?. National Public Accountant.

Gray, R., J. Bebbington, dan D. Collison. 2006. NGOs, civil society and accountability: Making the people accountable to capital. Accounting, Auditing & Accountability Journal. Vol.19. No.3: 319-348.

Hartatik, E. 2010. Pembentukan lembaga lumbung desa di grobogan pada awal abad xx. Paramita. Vol.20 No.1: 36-44.

Johnson, D. P. 1986. Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Terjemahan Oleh Robert M. Z. Lawang. Jakarta: PT. Gramedia.

Jusup, A. H. 2001. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 1. Yogyakarta: STIE YKPN.

Kloot, L., dan J. Martin. 2001. Local government accountability: Explaining the differences. Journal Accounting, Accountability and Performance. Vol.7 No.1: 51 - 72.

Laughlin, R. C. 1988. Accounting in its social context: An analysis of the accounting system of the chruch in England. Accounting, Auditing & Accountability Journal. Vol.1 No.2: 19-42.

_______, 1990. A model of fincancial accountability and the chruch of England. Financial, Accountability & Management. Vol.6 No.2: 93-114.

Lembaga Administrasi Negara. 2000. Akuntabilitas dan Good Governance. Modul Sosialisasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Jakarta: LAN.

Mahsun, M. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE.

Maksum, A. 2005. Tinjauan Atas Good Corporate Governance di Indonesia. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap Universitas Sumatera Utara, Medan.

Mardiasmo. 2002. Akuntansi sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Noval, M. 2002. Studi Eksistensi Lumbung Desa. Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Dalam Negeri. Jakarta.

Nugrahananto, W., N. Kartika, dan Skober. 2008. Perkreditan Rakyat di Tasikmalaya Pada Masa Pemerintahan Hindia Belanda dan Republik Indonesia (1900-2003). Laporan Hasil Penelitian Peneliti Muda UNPAD.

Ritzer, G. 2012. Teori Sosiologi Dari Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Terjemahan oleh Saut Pasaribu, dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ritzer, G., dan G. Douglas, J. 2013. Teori Sosiologi Dari Terori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Mutakhir Teori Sosial Postmoder. Terjemahan oleh Nurhadi. Bantul: Kreasi Wacana.

Salam, A. 2006. Perubahan Sosial dan Pertanyaan Tentang Kearifan Lokal. Makalah Workshop SP4 Jurusan Sastra Indonesia. Yogyakrta: FIB UGM.

Sartini. 2004. Menggali kearifan lokal nusantara sebuah kajian filsafati. Jurnal Filsafat. Vol.37 No.2: 111-120.

Simatupang, P. 1999. Kebijakan Produksi dan Penyediaan Pangan. Makalah Round Table Discussion. Kebijakan Pangan dan Gizi di Masa Mendatang. Kantor Menteri Negara Pangan dan Holtikultura, Jakarta. 23 Juni.

Soemaryani, I., H. Setiawan, dan K. Bayu. 2009. Model pengembangan sistem pangan komunitas lokal melalui revitalisasi lumbung desa dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga di pedesaan. Laporan Akhir Penelitian Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional Batch II. Universitas Padjajaran, Bandung.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Wasino. 2004. Tilak, Pedagang Pengumpul Hasil Pertanian Pedesaan Jawa, Studi Kasus Wanita Pedagang di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Lembaga Penelitian Unnes.

Wasino, H., S. Endah, R. Iswari, dan Sriwahyuningsih. 2007. Revitalisasi dan modifikasi lumbung desa sebagai wahana ketahanan pangan berbasis masyarakat di kabupaten grobogan jawa tengah. Laporan Penelitian Hibah Bersaing. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Wibowo, A., Sugihardjo, dan H. Ihsaniyati. 2007. Kemiskinan penduduk sekitar waduk kedung ombo: Studi kasus di desa watugede kecamatan kemusu kabupaten boyolali. Jurnal Penduduk & Pembangunan. Vol.7 No.1: 27:35.

Wiradi, G. 1985. Lumbung Desa Mungkinkan Dihidupkan Kembali. Kompas Edisi 26 Maret 1985.

Yanto, T. 1994. Studi Profil Lumbung Desa di Desa Tertinggal dan Desa Tidak Tertinggal, Studi Kasus di Kabupaten Purbalingga. Jurusan GMSK, Fakultas Pertanian. IPB.

Downloads

Published

2016-08-01

How to Cite

Harjito, Y., Wibowo, A. C., & Suhardjanto, D. (2016). Telaah Kearifan Lokal Terhadap Akuntabilitas Lumbung Desa. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19(1), 69–90. https://doi.org/10.24914/jeb.v19i1.481

Issue

Section

Articles