Analisis Resiko Longsor berbasis Citra Landsat-8 menggunakan Interpolasi Spasial

Studi Kasus : Kabupaten Banjarnegara

  • Novem Berlian Uly
  • Murry Albert Agustin Lobo
  • Mikhael Dio Eclesi
  • Sri Yulianto Joko Prasetyo
Keywords: Tanah longsor, Interpolasi Spasial, Banjarnegara, Citra Landsat-8

Abstract

Sebagai Negara kepulauan, Indonesia sering menghadapi bencana yang diakibatkan oleh terjadinya perubahan iklim dan cuaca, atau sering disebut bencana hidrometeorologi. Kondisi dan keadan alam yang memungkinkan terjadi bencana disebut sebagai potensi bencana. Cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi memungkinkan terjadinya longsor pada kondisi tanah labil serta kemiringan lereng yang curam. Resiko yang diakibatkan longsor dapat berupa resiko ekonomi maupun resiko sosial. Resiko yang ditimbulkan oleh bencana merupakan potensi kerugian pada suatu kawasan dan kurun waktu tertentu. Bentuk resiko bencana dapa berupa gangguan kegiatan masyarakat, hilangnya rasa aman, masyarakat mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, jiwa terancam, luka, sakit dan kematian. Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi resiko tanah longsor. Berdasarkan karakteristik tersebut maka perlu dilakukan analisis resiko tanah longsor untuk memberikan informasi resiko tanah longsor. Pada Penelitian ini dilakukan analisis resiko longsor berbasis Citra Landsat-8 menggunakan metode Interpolasi Spasial. Data curah hujan yang digunakan adalah Data Curah Hujan BMKG Kabupaten Banjarnegara Tahun 2015. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat 7 Kecamatan yang memiliki tingkat resiko tanah longsor yang sangat tinggi yaitu Susukan, Purworejo Klampok, Mandiraja, Purwonegoro, Bawang dan Wanadadi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam (PERKA BNPB) No. 2 Tahun 2012
[2] BNPB. (2016). Data Bencana. Retrieved January 1, 2016, from bnpb.go.id /data-bencana/lihat-data
[3] Muhammad Edgar Fauzan, Astrid Damayanti, dan Ratna Saraswati, 2018,” Wilayah Potensi Bencana Tanah Longsor Dengan Metode Sinmap di Daerah Aliran Ci Manuk Hulu, Kabupaten Garut, Jawa Barat”, Prosiding Seminar Nasional Geotik 2018
[4] Arief Yusuf Effendi, dan Teguh Hariyanto, 2016, “Pembuatan Peta Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor dengan Menggunakan Metode Fuzzy logic (Studi Kasus: Kabupaten Probolinggo)”, JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2
[5] Fina Faizana, Arief Laila Nugraha, Bambang Darmo Yuwono, 2015, “Pemetaan Risiko Bencana Tanah Longsor Kota Semarang”, Jurnal Geodesi Undip
[6] Sri Yulianto Joko Prasetyo, Kristoko Dwi Hartomo, Mila Chrismawati Paseleng, Dian Widiyanto Chandra, Edi Winarko, 2020, “Satellite imagery and machine learning for aridity disaster classification using vegetation indices”, Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol. 9, No. 3, June 2020, pp. 1149~1158
[7] https://banjarnegarakab.go.id/website/pemerintahan/letak-geografis/ diakses Minggu, 29 Maret 2020 Pukul 15:40 WIB
[8] http://www.iklimjateng.info/index.php/informasi-iklim/informasi-iklim- 44/informasi-iklim-7 diakses Senin, 30 Maret 2020 Pukul 11:04 WIB
[9] Resiko Bencana Indonesia, 2016., Badan Penanggulangan Bencana Alam
Published
2020-08-15
How to Cite
Uly, N., Lobo, M., Eclesi, M., & Prasetyo, S. (2020). Analisis Resiko Longsor berbasis Citra Landsat-8 menggunakan Interpolasi Spasial. Indonesian Journal of Computing and Modeling, 3(1), 17-23. Retrieved from https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/3899
Section
Articles