Satya Widya <p style="text-align: justify;"><strong>SATYA WIDYA</strong> is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.</p> <h5 style="text-align: justify;"><strong>Journal of Satya Widya</strong>&nbsp;<strong>has been</strong>&nbsp;<strong>accredited&nbsp;by&nbsp;Kemenristek Dikti</strong> No.<strong>&nbsp;<a href="">B/2493/E5/E5.2.1/2019&nbsp;&nbsp;</a></strong></h5> en-US <a href="" rel="license"><img src="" alt="Creative Commons License" /></a><br /><span>Satya Widya is licensed under a </span><a href="" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a> (Drs. Tritjahjo Danny S., M.Si) (Elisabet Septia Atma, S.Pd) Mon, 29 Jun 2020 12:30:35 +0700 OJS 60 PROFIL TINGKAT KECEMASAN ATLET PENCAK SILAT <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan atlet Pencak Silat dalam Pekan Olahraga Raga Pelajar Daerah &nbsp;(POPDA). &nbsp;Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen <em>Sport </em><em>C</em><em>ompetition </em><em>A</em><em>nxiety Test (SCAT)</em><em>.</em> Subyek penelitian ini adalah atlet pencak silat yang mengikuti pertandingan dalam POPDA tingkat kota Salatiga yang berjumlah 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan atlet dalam kategori rendah sebesar 30%, dalam kategori sedang sebesar 30%, dan kategori tinggi sebesar 40%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan atlet Pencak Silat POPDA sebagian besar (40%) berada dalam katagori tinggi.</p> <p>&nbsp;</p> Sapto irawan Irawan ##submission.copyrightStatement## Mon, 29 Jun 2020 12:29:53 +0700 TEACHERS' QUESTIONS AND TESTS IN RELATION TO STUDENTS' HIGH ORDER THINKING SKILLS IN ENGLISH DEPARTMENT <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Salah satu aspek yang paling umum dan menonjol di dalam kelas adalah tindakan guru dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengasah cara berpikir tingkat tinggi siswa terhadap kemampuan berbahasanya di dalam pelajaran yang sedang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertanyaan dan ujian yang diberikan oleh guru dengan memusatkan pada pertanyaan yang berhubungan dengan tingkatan kemampuan berpikir serta perluasan dari pertanyaan-pertanyaan dan ujian-ujian untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir dengan menghubungkan teori Bloom’s Taxonomy cognitive domain. &nbsp;Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana konten analisis melengkapinya sebagai desain di dalam penelitian ini. Data dari penelitian ini adalah bahasa lisan guru yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru di dalam kelas, serta bahasa tulisan guru yang berupa pertanyaan di dalam soal ujian yang dibuat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi kelas dan analisa dokumen. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa guru-guru menggunakan semua tingkatan pertanyaan untuk mencapai tingkatan berpikir siswa. Meskipun demikian, pertanyaan guru masih berada ditingkatan rendah, dimana terdapat sebanyak 59% yang diajukan oleh guru didalam kelas, dan sebanyak 65% dalam ujian yang dapat mengembangkan tingakatan berpikir pada siswa.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pertanyaan, ujian, tingkatan berpikir, tingkatan pertanyaan, Bloom’s Taxonomy.</p> <p>&nbsp;</p> Marina Theresia ##submission.copyrightStatement## Mon, 29 Jun 2020 12:30:20 +0700 PARADIGMA PENGAJARAN JARAK JAUH (PJJ) BAGI GURU SEKOLAH DASAR <p>Teaching distance or interacting between teachers and students virtually for elementary school teachers is a job that requires its own energy, besides requiring computer media with internet networks also observe the ability of students to be able to fulfill the learning process online, so that between teachers and students there are those who feel that interacting virtually is also tiring to feel tense, some are showing strengths and strengths in carrying out the learning process virtually, so it must be done wholeheartedly. In a situation or a change the teacher will choose a number of strategies and passion to be able to master and modify and innovate in the teaching process so that students can understand and feel happy with the online learning model and assignments that are done at home. For distance learning teachers with no psychological interaction with students is like controlling a ship hit by a storm, on one hand the teacher can provide material online smoothly to students from economically capable groups because it is supported by computer media or the internet, on the other hand the teacher must serve manually and optimally to students who are less able and do not have online media. For teachers who work with computers will feel and realize that teachers will be connected by the millennial education world, therefore teachers need to develop their potential as adaptations to the demands of the times.The only way to do great work is to love what you do, (Steve Jobs).</p> Sutan Saribumi Pohan ##submission.copyrightStatement## Mon, 29 Jun 2020 20:41:46 +0700