INTEGRASI LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SAINS

  • Risya Pramana Situmorang Program Studi S1 Pendidikan Biologi Fakultas Biologi – Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Integrasi, literasi sains, pelajaran IPA

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk membahas literasi sains melalui implementasi pembelajaran sains dan potensi guru dalam mengintegrasikan literasi sains tersebut. Perencanaan kegiatan-kegiatan melalui percobaan dalam sains adalah upaya mencapai perbaikan literasi sains yang selama ini belum terjamah. Pengajaran dalam mata pelajaran IPA harus memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan observasi menggunakan indera misalnya dalam bentuk mengidentifikasi, membuat keputusan, dan menyimpulkan yang berkaitan dengan interaksi dengan sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Integrasi literasi sains dalam pembelajaran sains dapat memperhatikan indikator-indikator literasi sains. Unsur-unsur literasi sains dalam mata pelajaran IPA yaitu: (a) merumuskan indikator literasi sains dalam suatu kompetensi dasar, (b) memasukkan aspek literasi sains dalam pokok bahasan, (c) mengemas literasi sains dalam silabus dan RPP. Evaluasi aspek kognitif berbasis literasi sains dapat memperhatikan kriteria: (1) soal bersifat luas, (2) disajikan dalam bentuk data-data serta muatan informasi, (3) ada keterkaitan konsep (4) menganalisis permasalahan serta memberi pernyataan dalam bentuk alasan pada saat menjawab pertanyaaan, (5) ada variasi dalam penyajian soal, (6) berbasis aplikasi yang berkaitan dengan isu-isu sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat. Manfaat dari proses integrasi literasi sains bagi guru mata pelajaran IPA adalah agar muatan materi IPA yang disajikan oleh guru dapat memunculkan aspek literasi dengan mengembangkan soal dengan karakteristik sains yang mencakup konten, proses dan aplikasi. Simpulan dari kajian ini adalah proses integrasi yang dilakukan mencakup tentang analisis komponen literasi sains melalui pengintegrasian kompetensi dasar pada mata pelajaran IPA dan dimuat dalam perangkat pembelajaran IPA sebagai scenario pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di kelas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeylott, K. 2007. Using theACRLInformation Literacy Competency Standards for Science and Engineering/ Technology to develop a modular critical thinking based information literacy tutorial. Science & Technology Libraries. 27(4): 19 -42.

Depdiknas. 2007. Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran IPA. Jakarta: Puskur Balitbang Depdiknas.

Harrell, P. E. 2010. Teaching an Integrated Science Curriculum: Linking Teacher Knowledge and Teaching Assignments. Journal Issues in Teacher Education. 19(1): 145 – 150.

Hewitt et al. 2006. Conceptual Integrated Science. San Francisco: Pearson Education.

Jenice G. M & Downey L. 2013. Your Science Classroom. USA : SAGE Publication, Ltd.

Kemendikbud. 2011. Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Jakarta: Balitbang Puskur.

____. 2013. Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah . Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Martin, Michael. 1991. Science Education and Moral Education. Dalam History, Philo- sophy, and Science Teaching, hal. 102-113; ed. Michael Matthews. OISE Press, Teacher College Press, Toronto & NY.

McConney, Andrew., et al. 2014. Inquiry, Engagement, and Literacy in Science: A Retrospective, Cross-National Analysis Using PISA 2006. Science Education Journal. 98 (6): 963 – 980.

Miller, J. D. 2004. Public Understanding of, and Attitudes toward, scientific research, What we knoe and what we need to know. Public Understanding of Science, 13: 273 – 294.

Ogunkola, B. J. 2013. Scientific Literacy: Conceptual Overview, Importance and Strategies for Improvement. Journal of Educational and Social Research. 3(1): 265-274.

Rustaman, N. 2003. Literasi Sains Anak Indonesia 2000 & 2003. Makalah pada Penelitian Sains FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Pastel, B., & Engeldinger, E. 1992. Library labs for Science literacy courses. Journal of College Scince Teaching. 22(1): 52 -54.

Schwab, C. J. 2008. What Can We Learn from PISA? Investigating PISA’s Approach to Scientific Literacy (Disertasi doctor, University of California, 2007) UMI: 3311682.

Tang, S, K. 2015. Reconceptualising Science Education Practices from New Literacies Research. Science Education Inter- national Journal. 26 (3): 307- 324.

Toharudin, U, et al. 2011. Membangun Literasi Sains Peserta Didik. Bandung: Humaniora.

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara.

Woolnough, Brian. 1991. Faith in Science? Dalam History, Philosophy, and Science Teaching, ed. Michael Matthews, hal. 218-224. OISE Press, Teacher College Press, Toronto & NY.
Published
2016-12-05
How to Cite
Situmorang, R. (2016). INTEGRASI LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SAINS. Satya Widya, 32(1), 49-56. https://doi.org/10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p49-56
Section
Articles
Share |