DEVELOPING TEACHER PROFESSIONALISM: A STUDY ON SENIOR TO JUNIOR SUPERVISION

  • Mozes Kurniawan Faculty of Teacher Training and Education Satya Wacana Christian University
Keywords: Supervisi, Profesionalitas Tenaga Pendidik, Senior-Junior, Pengembangan Kualifikasi, Profesi Guru

Abstract

Di era dimana kualitas dan profesionalitas begitu penting, tentunya para praktisi dunia pendidikan tidak mau tertinggal untuk mengupayakan berbagai macam cara mengembangkan profesionalitas dan kemampuan mereka. Berbagai peraturan dan undang- undang Republik Indonesia pun telah menegaskan mengenai profesionalitas tenaga pendidikan namun dalam kenyataannya masih banyak pengajar pada jenjang sekolah dasar, menengah hingga tinggi yang belum memiliki kualifikasi umum untuk disebut sebagai pengajar profesional. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan suatu upaya mengembangkan profesionalitas tenaga pendidik sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Journal ini mengkaji pengembangan profesionalitas guru melalui supervisi senior ke junior yang ditujukan untuk mengetahui dan menganalisa apa, mengapa dan bagaimana supervisi digunakan pada objek penelitian yang kemudian dibahas dan disajikan sehingga dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan dalam mengembangkan program serupa. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang didukung dengan wawancara tidak terstruktur (unstructured interview) dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan datanya. Data yang terkumpul dijadikan sebagai pelengkap uraian mengenai metode supervisi dan keuntungan-keuntungan diterapkannya metode supervisi tesebut bagi para pengajar baru terkhusus pada jenjang pendidikan tinggi. Terdapat tiga responden yang memberikan informasi. Mereka adalah pengajar baru di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga. Hasil yang didapat dari bahasan dalam journal ini yakni bahwa supervisi yang dilakukan FKIP, UKSW, Salatiga lebih ke arah supervisi satu-satu (one-to-one supervision) dengan menekankan pada pembagian pengalaman dosen senior, memberikan saran-saran perbaikan dan memonitor secara berkala. Kiranya hasil penelitian ini, terlepas dari kelemahan yang dapat muncul, bisa dipergunakan sebagai gambaran dan inspirasi bagi lembaga pendidikan yang hendak menerapkan supervisi sebagai pengembangan profesionalitas tenaga pendidik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Chen, C.W.W. & Cheng, Y.S. 2013. The Supervisory Process of EFL Teachers: A Case Study. The Electronic Journal for English as a Second Language, Vol.17, No.1. Taiwan: TESL-EJ.

Coughlan, S. 2015. Asia Peringkat Tertinggi Sekolah Global, Indonesia Peringkat 69. Indonesia: BBC News. Retrieved from: http://www.bbc.com/indonesia/ majalah/2015/05/150513_ majalah_ asia_sekolah_terbaik. Retrieved on April 12, 2016.

Donnelley. R.R. 2008. Mentoring in Teacher Education. Scotland: HM Inspectorate of Education.

Ekyaw, B. A. 2008. The Practices And Challenges of Instructional Supervision In Asossa Zone Primary Schools. Ethiopia: Jimma University.

Harian Terbit. 2016. Dosen Lulusan S1 Capai
39.000, Menteri Nasir Akan Lakukan kualifikasi Pengalaman Mengajar. Published on Thuesday, January 12, 2016, 7.33 pm. Retrieved from: http:// www.harianterbit.com/hanteriptek/ read/2016/01/12/53070/33/22/Dosen- Lulusan-S1-Capai-39.000-Menteri-Nasir-Akan-Lakukan-kualifikasi- Pengalaman-Mengajar.

Lee, H. Mentorship vs. Supervision: How You Can Be the Best for Your Staff. Training and Education CALCASA.

Liakopoulou, M. 2011. The Professional Competence of Teachers: Which qualities, attitudes, skills and knowledge contribute to a teacher’s effectiveness? International Journal of Humanities and Social Science Vol. 1 No. 21. USA: Centre for Promoting Ideas.

Mills, J.E. 2006. Mentoring, Clinical Super- vision and Preceptoring: Clarifying the Definition for Australian Rural Nurses. A review of Literature. The Internati- onal Electronic Journal of Rural and Remote Health Rsearch, Education, Practice and Policy.

Nurjanah, N. 2008. Pengembangan Profe- ssionalisme Guru. Bandung: PPG-UPI.

Pujiyana. 2012. Professionalisme Guru Dalam Perspektif Global. National Seminar Proceeding “Professionalis- me Guru Dalam Perspektif Global”, pp. 129-139.

Scottish Social Service Council (SSSC). Leadership learning pathways for Scotland’s social services: Supervision. Retrieved from: http://www. stepinto leadership.info/assets/pdf/what_is_ supervision.pdf

Sharma, S. et al. 2011. Instructional Super- vision in Three Asian Countries-What Do Teachers & Principals Say? IPEDR Vol.13. Singapore: IACSIT Press.

Warren, et al. 2012. A Qualitative Analysis of Job Burnout in Eating Disorder Treatment Providers. Eating Disorders,
20(3), 175-195.
Published
2016-12-05
How to Cite
Kurniawan, M. (2016). DEVELOPING TEACHER PROFESSIONALISM: A STUDY ON SENIOR TO JUNIOR SUPERVISION. Satya Widya, 32(1), 29-40. https://doi.org/10.24246/j.sw.2016.v32.i1.p29-40
Section
Articles
Share |