Analisis Daya Dukung Pariwisata sebagai Perencanaan Pengelolaan Pengunjung Gua Rangko Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Khara Makrothomia Toda Universitas Kristen Satya Wacana
  • Rini Kartika Hudiono Universitas Kristen Satya Wacana

DOI:

https://doi.org/10.24246/kritis.v32i2p137-163

Keywords:

pengelolaan pengunjung, daya dukung pariwisata, Pengelolaan gua, Gua Rangko, Labuan Bajo

Abstract

Gua Rangko merupakan salah satu aset pariwisata di Labuan Bajo dan semenjak tahun 2010 Gua Rangko telah menerima banyak kunjungan wisatawan. Seiring adanya kunjungan wisatawan Gua Rangko telah menerima banyak intervensi dan mengalami penurunan kualitas obyek fisik. Untuk itu, perencanaan pengelolaan pengunjung sangat dibutuhkan dalam hal ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan melibatkan perhitungan daya dukung pariwisata yang dikembangkan oleh Cifuentes. Adapun teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Melalui penelitian ini terdapat batasan jumlah kunjungan secara fisik (PCC) untuk sightseeing sejumlah 184 orang dan aktivitas renang 61 orang per hari. Perhitungan secara riil (RCC) dengan mempertimbangkan keberagaman vegetasi, kelerengan lahan, curah hujan dan area khusus staf maka ditemukan batasan kunjungan untuk aktivitas sightseeing sejumlah 113 wisatawan dan aktivitas renang sejumlah 37 orang per hari. Adapun batasan secara efektif (ECC) dengan mempertimbangkan jumlah petugas maka kedua aktivitas wisata hanya dapat menampung 5 orang wisatawan per harinya. Angka ini mengacu pada temuan penulis terhadap pengelolaan Gua Rangko yang hanya menyediakan satu orang petugas tiket retribusi. Jumlah petugas yang terbatas ini mengakibatkan banyaknya tindakan represif wisatawan yang berujung pada patahnya stalagmit dan stalaktit gua. Penulis merekomendasikan peningkatan jumlah petugas di lapangan dan penetapan standar operasional prosedur terhadap pengelolaan pengunjung di Gua Rangko.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku

Cifuentes, M. (1992). Determinación de capacidad de carga turística enáreas protegidas (Issue 194). Bib. Orton IICA/CATIE.

Fandeli, C. (2009). Prinsip-prinsip dasar mengkonservasi lanskap. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Bagian dari Buku

Casson, S. A., Martin, V. G., Watson, A., Stringer, A., Kormos, C. F., Locke, H., Ghosh, S., Carver, S., Mcdonald, T., Sloan, S. S., Merculieff, I., Hendee, J., Dawson, C., Moore, S., Newsome, D., Mccool, S., Semler, R., Martin, S., Dvorak, R., … Thomas, J. (n.d.). Management guidelines for IUCN Category 1b protected areas Prepared by the IUCN WCPA Wilderness Specialist Group. www.iucn.org/pa_guidelines

Artikel Jurnal dari Internet

Baker, A., & Genty, D. (1998). Environmental pressures on conserving cave speleothems: effects of changing surface land use and increased cave tourism. Journal of Environmental Management, 53(2), 165–175.

Candrea, A. N., & Ispas, A. (2009). Visitor Management, a Tool for Sustainable Tourism Development in Protected Areas. Bulletin of the Transilvania University of Brasov. Series V: Economic Sciences, 2(51), 131–136. http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=bth&AN=59309055&site=ehost-live&scope=site

Cigna, A., & Burri, E. (2000). Development, management and economy of show caves. International Journal of Speleology, 29B(1/4), 1–27. https://doi.org/10.5038/1827-806x.29.1.1

Cigna, A. A. (2019). Show caves. In Encyclopedia of Caves (pp. 909–921). Elsevier. https://doi.org/10.1016/b978-0-12-814124-3.00108-4

Duzgunes, E., & Demirel, O. (2016). IMPORTANCE OF VISITOR MANAGEMENT IN NATIONAL PARK PLANNING. In Journal of Environmental Protection and Ecology (Vol. 17, Issue 2).

Eagles, P. F. J., & McCool, S. F. (2002). Tourism in national parks and protected areas: Planning and management. Cabi.

Forti, P., & Cigna, A. A. (2013). Caves: The most important geotouristic feature in the world CAVES: THE MOST IMPORTANT GEOTOURISTIC FEATURE IN THE WORLD CAVERNAS: RECURSOS GEOTURÍSTICOS MAIS IMPORTANTES NO MUNDO (Vol. 6, Issue 1). https://www.researchgate.net/publication/286149169

Ispas, A., Candrea, A. N., & Ispas, A. (2009). Visitor Management, a Tool for Sustainable Tourism Development in Protected Areas. In Bulletin of the Transilvania University of Braşov • (Vol. 2). https://www.researchgate.net/publication/268429784

KEPPRES 6. (2017). KEPPRES 6 Tahun 2017. Keputusan Presiden Republik Indonesia Tentang Penetapan Daftar Pulau-Pulau Kecil Terluar.

KKP. (2020). KKP | Kementerian Kelautan dan Perikanan. https://kkp.go.id/djprl/p4k/page/4270-jumlah-pulau

Lucyanti, S., Hendrarto, B., & Izzati, D. M. (2013). Penilaian Daya Dukung Wisata di Obyek Wisata Bumi Perkemahan Palutungan Taman Nasional Gunung Ciremai Propinsi Jawa Barat.

Manning, R. E. (2002). Monitoring and Management of Visitor Flows in Recreational How Much is Too Much? Carrying Capacity of National Parks and Protected Areas.

Muhar, A., Arnberger, A., & Brandenburg, C. (2002). Methods for visitor monitoring in recreational and protected areas: An overview. Monitoring and Management of Visitor Flows in Recreational and Protected Areas. Institut for Landscape Architecture & Landscape Management Bodenkultur University Vienna, 2001, 1–6.

Sayan, M. S., & Atik, M. (2011). Recreation carrying capacity estimates for protected areas: a study of Termessos National Park. Ekoloji, 20(78), 66–74.

Spellerberg, I. F., & Fedor, P. J. (2003). A tribute to Claude Shannon (1916–2001) and a plea for more rigorous use of species richness, species diversity and the ‘Shannon–Wiener’Index. Global Ecology and Biogeography, 12(3), 177–179.

Gambar

Peta Tematik Indonesia. (2010). Peta Tematik Indonesia: Image. https://petatematikindo.files.wordpress.com/2015/05/administrasi-manggarai-barat-a1-1.jpg

Downloads

Published

2023-12-21

Issue

Section

Articles