PERSPEKTIF PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INKLUSIF DI KOTA DEPOK
DOI:
https://doi.org/10.24246/kritis.v35i1p26-55Keywords:
Peran Partai Politik , Politik Identitas , Intoleransi , Kota Depok , Partai Solidaritas IndonesiaAbstract
Kota Depok menghadapi tantangan serius berupa intoleransi yang menghambat pencapaian pembangunan berkelanjutan. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan masyarakat yang inklusif, sebagaimana tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 16, melalui advokasi hukum, sosial, dan edukatif. Namun, upaya ini tidak lepas dari hambatan internal seperti lemahnya struktur organisasi, konflik kepengurusan, serta dominasi kelompok konservatif dalam dinamika politik lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami perspektif dan peran PSI dalam mewujudkan pembangunan inklusif di Kota Depok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen untuk mengevaluasi kontribusi PSI terhadap pencapaian SDG 16. Temuan menunjukkan bahwa PSI secara aktif melakukan advokasi, termasuk menentang penyegelan tempat ibadah dan mengampanyekan keberagaman. Komitmen ini tercermin dalam capaian 70% dari target program anti-intoleransi di wilayah Jabodetabek selama periode 2022–2024, berdasarkan data internal partai dan pengamatan publik. Meskipun PSI telah menunjukkan konsistensi dalam mempromosikan inklusivitas, berbagai tantangan internal dan eksternal tetap menghambat efektivitas perannya. Untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan inklusif, PSI perlu memperkuat konsolidasi internal, membangun strategi komunikasi politik yang lebih efektif, serta meningkatkan kapasitas kader dan sumber daya organisasi. Studi ini merekomendasikan penguatan tata kelola partai serta pengembangan strategi komunikasi dan kaderisasi untuk mendukung implementasi kebijakan inklusif di tingkat lokal, selaras dengan pencapaian SDG 16.
Downloads
References
REFRENSI
Buku
Acemoglu, D. (2012). Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty. New York: Crown Business.
Alfirdaus, M. (2023). Advocacy and Political Strategies in Strengthening Minority Rights in Indonesia. Jakarta: Pustaka Demokrasi.
Bhayangkara, A. (2019). Democratic Party Building: Meritocracy and Political Recruitment in Indonesia. Jakarta: Demokrasi Press.
Chandra, K. (2004). Why Ethnic Parties Succeed: Patronage and Ethnic Head Counts in India. Cambridge: Cambridge University Press.
Dalton, R. J. (2013). The Apartisan American: Dealignment and Changing Electoral Politics. Los Angeles: CQ Press.
Diamond, L. &. (2001). Political Parties and Democracy. Baltimore: The Johns Hopkins University Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures: Selected Essays. New York: Basic Books.
Liddle, R. W. (2018). Democracy, Identity, and Religion: Theoretical Reflections on the Role of Political Parties in Democratic Consolidation in Indonesia. In Aspinall, E., & Mietzner, M. (Eds.), Democracy for Sale: Elections, Clientelism and the State in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press.
Noor, M. (2005). Partai Politik dan Demokrasi di Indonesia: Studi tentang Struktur dan Dinamika Internal Partai. Jakarta: LP3ES.
Nur’aini, R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif: Studi Kasus dalam Penelitian Sosial. Jakarta: Pustaka Akademik.
Prasetyo, B. (2021). Partai Politik dan Kebijakan Publik: Studi Kasus di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Scarrow, S. E. (2005). Political Parties and Democracy in Theoretical and Practical Perspectives: Implementing Intra-Party Democracy. Washington, D.C: National Democratic Institute for International Affairs.
Setiawan, A. (2020). Advokasi dan Perlawanan terhadap Intoleransi: Peran Partai Politik dalam Konteks Demokrasi Lokal. Jakarta: Penerbit LP3ES.
Suliyanto. (2018). Metode Penelitian Bisnis: Untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Yogyakarta: Andi.
Artikel Jurnal
Audah, M. (2018). Aksi 212 dan Dinamika Politik Identitas di Indonesia. Jurnal Politik Islam , 88-105.
Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed). SAGE Publications.
Dahl, R. A. (1998). On Democracy. Yale University Press.
Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. McGraw-Hill.
Fukuyama, F. (2018). Identity: The Demand for Dignity and the Politics of Resentment. Farrar, Straus and Giroux.
Hadiz, V. R. (2020). Dynastic Politics in Indonesia: Yudhoyono’s Legacy in Jokowi’s Era. Cambridge University Press.
Handoko, T. (2017). Terorisme di Indonesia: Studi Kasus Bom Sarinah 2016. Jurnal Keamanan Nasional, 122-137.
Hopkin, J. (2004). The Problem with Party Finance: Theoretical Perspectives on the Funding of Party Politics. Party Politics, 627–651.
Katz, R. S. (1995). Changing Models of Party Organization and Party Democracy: The Emergence of the Cartel Party. Party Politics, 5-28.
Keller, K. L. (2013). Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. Pearson.
Kusumawardani, R. (2023). Kasus Sambo 2022 dan Krisis Kepercayaan terhadap Institusi Hukum di Indonesia. Jurnal Kriminologi, 56-72.
Lestari, A. (2023). Kaderisasi Politik dan Dinamika Partisipasi Kader di Partai Lokal Indonesia. Journal of Political Studies, 55-72.
Maharani, T. (2021). Akuntabilitas Partai Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat. Journal of Political Studies, 45-62.
Michels, R. (1911). Political Parties: A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern Democracy. New York: Free Press.Mietzner, M. (2020). Political Parties and Democracy in Indonesia: Tolerance, Pluralism, and Representation in the Post-Reformasi Era. Journal of Southeast Asian Politics, 112-130.
Mietzner, M. (2018). Authoritarianism and Resistance in Indonesia: Civil Society and the Opposition to Prabowo Subianto. Routledge.
Miles, M. B. (1992). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Newman, N. (2016). Digital News Report: Journalism, Media, and Technology Trends and Predictions. Reuters Institute for the Study of Journalism.
Norris, P. (2017). Strengthening Electoral Integrity: The Role of Political Parties and Civil Society. Cambridge University Press.
Nusyyur, F. (2017). Kebebasan Beragama dan Tantangan Toleransi di Indonesia: Studi Kasus Perusakan Rumah Ibadah di Aceh. Jurnal Konstitusi, 501-520.
Putnam, R. D. (2007). E Pluribus Unum: Diversity and Community in the Twenty-first Century. Scandinavian Political Studies, 137-174.
Putra, R. (2020). Political Transparency and Public Trust: A Study on Indonesian Political Parties. Journal of Political Studies, 89-105.Putri, A. (2018). Kasus Pembunuhan di Gowa: Analisis Sosial dan Budaya. Jurnal Kriminologi Indonesia, 45-60.
Riansyah, M. (2021). Dinamika Intoleransi di Indonesia: Studi Kasus Penolakan Pembangunan Gereja di Cilegon. Jurnal Politik dan Keberagaman, 78-92.
Sari, N. (2020). Solidaritas Indonesia: Idealisme, Pluralisme, dan Jalan Baru Politik Anak Muda. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Scammell, M. (2015). Politics and Image: The Conceptual Value of Branding. Cambridge University Press.
Scarrow, S. E. (2017). Political parties and democracy: The enduring contradiction? Comparing democracies: Elections and voting in a changing world. Sage Publications, 181-202.
Schutz, A. (1967). he Phenomenology of the Social World. Evanston, IL: Northwestern University Press.
Siregar, F. (2022). Partai Politik dan Sistem Kaderisasi: Antara Demokrasi Internal dan Politik Elitis. Jakarta: Pustaka Demokrasi.
Website
https://filantropi.or.id/pubs/uploads/files/3%20BPS%20Potret%20Awal%20TPB%20di%20Indonesia.pdf
https://data.goodstats.id/statistic/10-kota-paling-intoleran-versi-setara-institute-h5K62
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 KRITIS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Ketika penulis menyerahkan artikelnya kepada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS, dan jika artikel tersebut disetujui oleh Dewan Editor untuk diterbitkan maka HAK CIPTA dari Artikel tersebut melekat pada Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin KRITIS. Pihak Dewan Editor dapat memperbanyak memperbanyak Artikel tersebut dengan tetap mencantumkan nama penulis.







