PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ANTARA PESERTA DIDIK YANG DIAJAR DENGAN METODE LEVELS OF INQUIRY LEARNING CYCLE DAN METODE CERAMAH

  • Nobita Triwijayanti Alumni Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana
  • J.T. Lobby Loekmono Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana
  • Sutriyono Sutriyono Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Levels of Inquiry Learning Cycle Method, Direct Teaching Method, Phisics Study Achievement

Abstract

Type of this research is experiment research which has a purpose to know the diffrence of phisics study achievement among students taught with levels of inquiry learning cycle method and students taught with direct teaching method. The participants were 46 students from XI SMK official school, Landak District, West Kalimantan. The data were taken by using t test and the result shows there is significant difference between students taught with levels of inquiry learning cycle method and students taught with direct teaching method. The students score average of inquiry learning cycle method is better than the students score of direct teaching method.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. 2007. IPA Fisika. Jakarta, Esis.

Anwar, Kasful dan Hendra Harmi. 2010. Perencanaan Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung. ALFA BETA.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta. Rhineka Cipta.

Ates, Salih. 2005. The Effects ofl..eaming Cycle on College Students Understanding of DifferentAspects in Resistive DC Circuits. Turkey. Electronic Journal of Science Education, Vol. 9, No. 4.

Baker, R., M., Rudd, R., & Pameroy, C. 2001. "Relationships between Critical and Creative Thinking," Journal of Southern Agricultural Education Research Volume 51 Number I. fe-journal] http://www.pubs.tamu.edu/jsaer/pdf/vol5 l/5 l-00- l 73.pdf ( diakses 10 Januari 2012)

Bentley, M., Ebert, C., & Ebert, E., S. 2000. The Natural Investigator: A Coruructivist Approach to Teaching Elementary and Middle Schoof Science. Balmont Wadsworth.

Champbell, D. 2000. Mengembangkan Kreativitas. Yogyakarta, Kanisius.

Chrismawati, M. 2009. Model Leaming Cycle (Siklus Be/ajar) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta didik SMA Pada Pelajaran Fisika. Jakarta, Program Magister Pendidikan­ Fakultas Ilmu Pendidikan-UPH.

Darliana. 2007. "Kompetensi Ilmiah dan Kelemahan Pendidikan Sains,".Majalah llmu Pengetahuan Alam. vol. Vil. [ e­ journal] htt;p://www.scribd.com/doc/2369277/Majalah-lPA-2007. (diakses
4Januari 2012).

Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Pedoman Khusus Perkembangan Silabus dan Pengukuran. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. 2008. Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional­ Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Direktorat Pembina SMA. 2010. JUKNIS PENETAPAN KKM DI SMA. Jakarta. Departemen Pendidikan Nasional­ DirektoratPembinaan SMA.

Dewey, John. 1913. Interest and effort in education. Boston, New York: Houghton Mifflin Co.

Dewey, John. 1916. Democracy and.Education: An Introduction to the Philosophy of Education. New York: The Macmillan Company.

Dewey, John. 1939. Experience and Education. New York: The Macmillan Company.

Dewey, John. 1958. Experience and nature. New York: Dover Publications.

Dewey, John. 1958. Art as experience. New York: Caprocorn Books.

Dewey, John. 1964. John Dewey on education; selected writing. New York: Modem Library.

Dewey, John. 1961. Dewey on education. New York: Bureau of Publications, Teacher College, Columbia University.

Efendi, Ridwan. 2010. Kemampuan Fisika Peserta didik Indonesia dalam TIMSS. (TREND OF INTERNATIONAL ON MATHEMATICS AND SCIENCE STUDY). Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia. Prosiding Seminar Nasional
Fisika2010.

Eisenkraft, Arthur. 2003. Expending the 5E Model. New York. The Science Teacher (70(6): 56-59).

Fajaroh, F., & Dasna I Wayan. 2007. Pembe­lajaran dengan Model Siklus Belajar (Leaming Cycle). Diperoleh dari http://1ubisgrnfurn.wordpress.com/20071091201pembelajaran-dengan-modelsiklus­belajar-le.::'1llling-cycle/: Internet; (diakses
10 Januari 2012).

Fibriyanti, R. 2006. Implikasi Modul Model Siklus Belajar untuk Meningkatkan Kreativitas dan Prestasi Belajar Fisika Peserta didik Kelas Vll SMP Labora­torium UM. Diperoleh dari http://www.infoskripsi. com/Research/Implernentasi-Modul-Model-Siklus­Belajar-Untuk-Meningkatkan­Kreativita<;-Oan-Presta<;i-Belajar-Fisika­ S.html; Internet; (diakses 12 Januari 2012).

Filsamine, D., K.2008. Menguak Rahasia Berpikir Kritis dan Kreatif.Jakarta, Pretasi Pustaka.

Grounlund, N.E. 1985. Measurement and evaluationin testing (5th Ed.)New York: Macmillan Publising Co, Inc

Hanuscin,D.,L. &Lee,M.,H. 2007. Using a Leaming Cycle Approach to Teaching the Learning Cycle to Presevice Elementary Teacher. Diperoleh dari http://web.missoure.edu/-hanuscind/aste20075E.pdf; Internet; (diakses 29 Desember2011).

Haryati, Mimin. 2007. Model & Teknik Pengukuran Pada Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta. Gaung Persada Press.

Herdian. 2010. Model Pembelajaran Inkuiri. Diperoleh dari http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27 /model-pembelajaran­
i nkuiri/; Internet; (diakses 13 Februari 2012).

Holyak, K.,J., & Morrison, R.,G 2005. The Cambridge Handbookof'Ihinking and Reasoning. New York, Cambridge.

Hook, S. 1969. "John Dewey: His Philosophy of Education and Its Critics". New York: Random House, inc.

Indrawati. 1999. Model-Model Pembelajaran IPA. Bandung, Pusat Pengembangan Penataran Guru Ilrnu Pengetahuan Alam, DepartemenPendidikan danKebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Iryanti, Puji. 2004. Pengukuran Unjuk Kerja. Yogyakarta.Departemen PendidikanNasional.

Kanginan, M. 2007. Fisika untuk SMA Kelas X Semester 2. Bandung, Erlangga.

Kilpatrick, W. H. 1951. Philosophyofliduauion: New York: The Macmillan Company.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Diperoleh darihttp://id.wikipediaorg/wiki/Kurikulum_Tmgkat_Satuan_Pendidikan.(Diakses 17 Mei 2012).

Munaf. 2001. Evaluasi Pendidikan Fisika. Bandung: UPI. Munandar Utami, S.,C. 1999. Kreativitas & Keberbakatan: Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif & Bakat. Jakarta, Gramedia

Nasution, M.,A. 2007. Metode Research: Penelitian llmiah. Jakarta. BumiAksara Nurinasari, B. 2004.Sistem Pembelajaran KBK Terhadap Motivasi Belajar Para Peserta Didik pada Bidang Studi
Fisika. Diperoleh dari http://researchengines.com/art05-57 .html;
Internet; (diakses 9 Januari 2012)

OECD PISA.2009. OECD Progranmmefor International Student Assessment (PISA). Diperolehdarihttp://www.pisaoecd.org/pages/0,3417 ,en 3 2252351 32235731 1 1 1 1 LOO.html: Internet;(diakses 18Mei2012).

Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia. Diperoleh dari http://www.infodiknas.com/027-pengembangan-kurikulum-pendidikandiindonesia/; Internet; (diakses 17 Mei 2012).

PISA. 2009. Rangking by Mean Score for Reading, Mathematics and Science. Diperoleh dari http://www.straitstimes.com/STl/STIMEDIA/pdf/20101207/PISA2009MOEFinal.pdf; Internet;(diakses 17Mei2012).

Powell James. 1995. An integrating interface to data. TheGmduateSchool.University of Salford.Salford.

Puspendik. 2011. Survei lntemasiona/ TJMSS. Diperoleh darihttp://litban~. kemdikbud go.id/detail.php?id=214; Internet;
( diakses 18 Mei 2012).

Sanjaya Wina, 2006. Strategi Pembelajaran. Jakarta. Kencana Prenada Media Grup.

Sarwono Jonathan. 2010. Be/ajar Statistik Mudah dan Cepat-PASW Statistics 18. Yogyakarta ANDI Yogyakarta.

Sawyer, K. R. 2006.Explain Creativity: The Science of Human Innovation. New York, Oxford.

Shook, J. R. 2000. Truth and Pragmatic theory of Learning.Encyclopedia of Philosophy of Education. Diperoleh dari http://vusst.hr/ENCYCLOPEDIA; Internet; (diakses 20 Mei 2012).

Sriyono. 2004. Pengembangan sistem pengukuran berbasis kompetensi peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan. Proceding: Rekayasa Sistem Pengukur­an dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Yogyakarta: HEPI.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung.AIFABETA.

Tarmidi.2006. lklim Kelas dan Prestasi Belajar. Medan, Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara TnnDosenAdministrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2009. Mana­ jemen Pendidikan: Bandung.ALFABETA.

Triwijayanti, Nobita. 2011. Spekirum Inkuiri Pada Materi Hukum Hooke. Salatiga. Program Pendidikan Fisika-Fakultas Sainsdan Matematika-UKSW.

Wenning, C.J. 2005a. Levels of Inquiry: Hierarchies of Pedagogical Practices and Inquiry Processes. Journal of Physics Teacher Education Online, 2(3), 3-11.

Wenning, C.J. 2006. A framework for teaching the nature of science. Journal of Physics Teacher Education Online, 3(3), 3-10.

Wenning, C.J. & Khan, M.A. 2011. The Levels of Inquiry Model of Science Teaching. Journal of Pysics Teacher Education Online, 6(2), 9-16.

Winkel, W.,S. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta. Gramedia.

Winkel, W.,S. 2007. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta. MediaAbadi.

Widoyoko, S. 2012. Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta, Pustaka Palajar.

Yamin, Martinis. 2005. StrategiPemhelajaran Berbasis Kompetensi. Cipayung.Gaung Persada Press.

Zainul, Asmawi. 2001. Alternative Assesment. Jakarta: PAU-PPAIUniversitas Terbuka.
Published
2015-06-07
How to Cite
Triwijayanti, N., Loekmono, J. L., & Sutriyono, S. (2015). PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR FISIKA ANTARA PESERTA DIDIK YANG DIAJAR DENGAN METODE LEVELS OF INQUIRY LEARNING CYCLE DAN METODE CERAMAH. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 2(1), 110-125. https://doi.org/10.24246/j.jk.2015.v2.i1.p110-125
Section
Articles
Share |