Gambaran Relasi Sosial Antara Penerima Manfaat Wanita Tuna Susila Dengan Pekerja Sosial
DOI:
https://doi.org/10.24246/jwp.v3i1.18107Keywords:
Social Relation, Social WorkerAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi sosial serta faktor- faktor yang memengaruhi interaksi antara penerima manfaat Wanita Tuna Susila (WTS) dengan pekerja sosial Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari penerima manfaat WTS dan pekerja sosial. Data dikumpulkan melalui observasi serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi sosial terbentuk melalui delapan tema utama, yaitu bimbingan, fasilitasi, kedekatan, kepercayaan, penolakan, penguatan, komunikasi, dan kerja sama. Faktor-faktor yang memengaruhi relasi tersebut mencakup profesionalisme pekerja sosial dalam memberikan layanan serta kondisi internal penerima manfaat, seperti kesiapan dan keterbukaan dalam proses rehabilitasi. Dengan demikian, relasi sosial antara penerima manfaat dan pekerja sosial dimaknai sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi dua arah serta faktor kontekstual, yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi.
Downloads
References
Fajri, S. K. N., & Nissa, A. C. (2024). Penegakan Hukum Terhadap Prostitusi di Era Literasi Digital. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 3(4), 421-428. https://doi.org/10.55681/seikat.v3i4.1472
Fiske, A. P. (1992). The four elementary forms of sociality: Framework for a unified theory of social relations. Psychological Review, 99(4), 689-723.
Hidayat, D. F. (2017). Konsep Bimbingan Agama Islam Terhadap Wanita Tuna Susila di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Kediri. INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan, 3(2), 22-34. https://jurnal.iaih.ac.id/index.php/inovatif/issue/view/4
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2025), Pengertian Prostitusi (Online), https://kbbi.web.id/prostitusi, diakses pada 7 Februari 2025
Lutfia, U. A. (2022). Implementasi Penyuluh Agama Islam Dalam Praktik Bimbingan Agama Kepada Wanita Tuna Susila. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 4(1), 107-134.
Majida, A. Z., Hamzani, A. I., Sururi, S., & Khamim, M. (2024). Pekerja Seks Komersial (Psk) Dan Tanggung Jawab Pidana Dalam Era Prostitusi Online. Journal of Innovation Research and Knowledge, 3(12), 2343-2358. https://www.bajangjournal.com/index.php/JIRK/issue/view/273
Nurgiansah, T. H. (2020). Fenomena prostitusi online di kota yogyakarta dalam persfektif nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Jurnal Kewarganegaraan, 17(1), 27.
Standar Pelayanan Minimal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Departemen RI, 2007
Syifa, K. M., Fadillah, G. F., & Marhamah, U. (2023). Pelabelan Negatif Wanita Tuna Susila Di Panti Pelayanan Sosial Wanita Wanodyatama Surakarta. Al Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 14(02), 29-38. https://doi.org/10.15548/jbki.v14i02.6228
Usman, J. (2016). Program Pengelolaan Dan Pembinaan Eks-Wanita Tuna Susila (WTS) Pada Pusat Pelayanan Sosial Karya Wanita (PPSKW) Mattiro Deceng Kota Makassar. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 2(1), 48-62.
Wulansari, R. C., & Purwanto, S. (2024). Penyesuaian Diri Pada Wanita Tuna Susila di Lingkungan Rehabilitasi Sosial (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta). http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/127467


