Analisa Penilaian Soal Fisika Menggunakan Model Rasch Dengan Program R
-
DOI:
https://doi.org/10.24246/juses.v3i2p46-52Keywords:
model Rasch, penilaian, teori respon butirAbstract
Penilaian hasil pembelajaran dibutuhkan untuk membuat keputusan dalam pembelajaran. Banyak pengajar mengabaikan cara penilaian hasil belajar, dengan soal-soal yang tidak mencerminkan kemampuan siswa. Penelitian ini memberikan sebuah contoh cara menganalisa soal Fisika yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dengan tepat. Banyak tehnik penilaian sudah dikembangkan untuk menilai pencapaian kompetensi hasil belajar siswa. Analisa teori respon butir atau Item Response Theory (IRT) merupakan salah satu analisa yang dapat digunakan untuk melihat ketepatan soal. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan model Rasch. Model Rasch mengacu pada tingkat kesulitan butir soal (b) tiap item soal, dan daya beda butir soal (a) yang sama untuk seluruh item soal. Analisa butir soal menggunakan 16 butir soal Fisika pada media pembelajaran Fun Frame in Physics (FFP). Butir soal diujikan kepada 99 siswa SMP dan dianalisa menggunakan program R, dengan hasil daya beda butir soal (a) sebesar 0,815 , tingkat kesulitan butir rata-rata (brata2) -0,331 dengan standar deviasi 1,232552. Hasil pengkategorian soal didapatkan, soal dikatakan sangat sulit jika b > 0,902, soal dikatakan sulit jika -0,331 < b < 0,902, soal dikatakan mudah jika -1,564 < b < -0,331 dan soal dikatakan sangat mudah jika b < -1,564. Kesimpulan tigkat kesulitan soal FFP adalah 25% soal sangat mudah, 37,5% soal mudah, 12,5% soal sulit, dan 25% soal sangat sulit. Karakeristik butir soal ditampilkan juga dalam bentuk fungsi informasi.Grafik fungsi informasi butir menunjukkankan bahwa gambaran karakteristik soal yang dibangun dari respon siswa terlihat mampu menggambaran kemampuan siswa, tercermin melalui nilai informasi tertinggi untuk tiap soal.
Downloads
References
Ariani, D., Saptaningrum, E., & Siswanto, J. (2016). Instrumen Penilaian Keterampilan Kerja Ilmiah pada Pembelajaran Fisika Berbasis Inquiry. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika , 7, 109-117.
Azwar, S. (2003). Tes prestasi: Fungsi dan pengembangan pengukuran prestasi belajar. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Baker, F. B. (1992). Item response theory: Parameter estimation techniques. New York, Marcel Dekker.
Fink, L. D. (2003). Creating Significant Learning Experiences : An Integrated Approach to Designing College Courses. San Francisco: John Wiley & Sons.
Gurel, D., Eryilmaz, A., & Mc. Dermott, L. (2015). A Review and Comparison of diagnostik Instrumens to Identify Students Misconceptions in Science. Eurasia Jurnal of Mathematics, Science & Technology Education 11(5), 17-33.
Herman Ari Martono, S. N. (2016). Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Fisika Kelas X Pada Materi Hukum Newton Dan Penerapannya Berdasakan Kurkulum 2013. Jurnal INKUIRI , 5(3), 155-159.
Istiyono, E. (2014). Pengukuran Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika Peserta Didik SMA di DIY. Yogyakarta: Disertasi Doktor, Tidak diterbitkan, Universitas Negri Yogyakarta.
Istiyono , E., Mustakim, S. S., Widihastuti, Suranto, & Mukti, T. S. (2019). Measurment of Physics Problem-Solving Skills in Female And Male Students by PHYSTEPROSS. Indonesian Journal of Science Education, 170-176.
Koballa, T. R. (2010). Science instruction in the middle and secondary school. New York: Pearson Education Inc.
Mardapi, D. (2016). Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Jogjakarta: Parama Publishing.
Miller, L. D., Robert, L. L., & Norman, E. G. (2012). Measurment and Assessment Teaching. New York: Pearson Education Ltd.
Retnawati, H. (2014). Teori Respon Butir dan Penerapannya. Yogyakarta: Parama Publishing.
Sumintono, B., & Widhiarso, B. (2015). Aplikasi Pemodelan Rasch Pada Assessment Pendidikan. Cimahi: Trim Komunikata










