Analisis Gaya Berat di Trangkil Gunungpati Semarang

Authors

  • Annisa Faurina Lestari UNNES
  • Niken Tri Widayati
  • Rusman Rusman
  • Supriyadi Supriyadi
  • Khumaedi Khumaedi

DOI:

https://doi.org/10.24246/juses.v3i2p53-57

Keywords:

gaya berat, Gravity Meter, Trangkil

Abstract

Telah dilakukan suatu penelitian tentang analisis struktur bawah permukaan di daerah Trangkil, Gunung Pati, Semarang, Jawa Tengah berdasarkan data gaya berat. Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa daerah Trangkil merupakan daerah yang telah dinyatakan rawan longsor oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan. Penetapan daerah Trangkil sebagai daerah rawan longsor dinyatakan setelah pada tanggal 23 Januari 2014 daerah tersebut mengalami bencana longsor besar yang menyebabkan beberapa rumah rusak parah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian geoteknik yang memanfaatkan metode gravitasi atau gaya berat, sehingga struktur bawah permukaan daerah trangkil dapat diketahui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gaya berat. Metode gaya berat adalah salah satu metode geofisika yang menggunakan disribusi parameter percepatan gaya berat di permukaan bumi. Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai variasi percepatan gaya berat bumi antara lain densitas batuan (kerapatan massa), kondisi morfologi, pasang surut, udara bebas, bentuk bumi dan lain-lain. Variasi densitas bawah permukaan tanah adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam penentuan penyebaran anomaly gaya berat secara geofisika. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat Gravity Meter, yang selanjutnya dilakukan pengolahan data meliputi proses koreksi yaitu tahapan pengolahan data gaya berat hasil observasi di lapangan. Hasil Simple Bougier Anomaly (SBA) untuk anomaly pada daerah penelitian berkisar di antara 0,5 mGal – 7,5 mGal. Hasil Complete Bougier Anomaly (CBA) untuk anomaly pada daerah penelitian berkisar di antara 0,5 mGal – 7,5 mGal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afani, Iqbal Y. N., Yuwono, B. D. &Bashit, N. (2019). Optimalisasi Pembuatan Peta Kontur Skala Besar menggunakan Kombinasi Data Pengukuran Terestris dan Foto Udara Format Kecil. Jurnal Geodesi Undip, 8(1), 180–189.

Banu, B., Zaenudin, A. & Rustadi (2018). Pemodelan 3D Gaya Berat dan Analisis Struktur Detail untuk Mengembangkan Lapangan Panasbumi Kemojang. Jurnal Geofisika, 1(1), 34–42.

Cahyo, H. T., Nogroho, U. & Widodo, A. (2014). Evaluasi Geoteknik Kelongsoran Lereng 23 Januari 2014 di Perumahan Trangkil Sejahtera Gunungpati Semarang. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 17(02), 119–130.

Handayani, L. & Wardhana, D. D. (2017). Eksplorasi Gaya Berat untuk Airtanah dan Topografi Batuan Dasar di Daerah Serah, Banten. Geologi dan Pertambangan, 27(2), 157–167.

Justia, M., Hiola, M. F.H. & Febryana, N.B. (2018). Gravity Anomaly to Identify Walanae Fault Using Second Vertical Derivative Method. J. Phys. Theor. Appl, 2(1), 34-42.

Jaenudin. (2012). Laporan Akhir Praktikum Geofisika II METODE GRAVITY Laboratorium Geofisika Jurusan / Prodi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran Geofisika II.

Karunianto, A.J., haryanto, D., Hikmatullah, F. & Laesanpura, A. (2017). Penentuan Anomali Gayaberat Regional dan Resisual Menggunakan Filter Gaussian Daerah Mamuju, Sulawesi Barat. Eksplorium, 38 (2), 89-98.

Koumetio, F. (2019) ‘Choice of suitable regional and residual gravity maps , the case of the South-West Cameroon zone’, Earth an Planetary Physics, 3, 26–32.

Torkis, R. (2012) Analisa dan Pemodelan Struktur Bawah Permukaan berdasarkan Metode Gaya Berat di Daerah Prospek Panas Bumi Gunung Lawu.

Zurek, J. & Williams-jones, G. (2013). The shallow structure of K ī lauea caldera from high-resolution Bouguer gravity and total magnetic anomaly mapping : Insights into progressive magma reservoir growth'. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 118 (1), 3742–3752.

Downloads

Published

2020-10-20

How to Cite

Lestari, A. F., Widayati, N. T., Rusman, R., Supriyadi, S., & Khumaedi, K. (2020). Analisis Gaya Berat di Trangkil Gunungpati Semarang. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 3(2), 53–57. https://doi.org/10.24246/juses.v3i2p53-57