Potensi Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa) Sebagai Pengawet Ikan Tongkol (Euthynnus affinis)

  • Matheos J Takaeb 082310911000
  • Maria Nautani STKIP Soe
Keywords: antioksidan, ikan Tongkol, kulit batang Kesambi, organoleptil, pengawet makanan

Abstract

Masyarakat NTT mempunyai dua hasil pangan unggulan yaitu, ikan tongkol dan daging sapi. Dua hasil pangan unggulan tersebut pada umumnya digunakan oleh masyarakat marginal sebagai sumber gizi. Dalam pengolahan ikan tongkol masyarakat sering mengalami kesulitan dikarenakan Ikan tongkol mudah rusak atau busuk karena mengandung lemak dan kandungan air yang cukup tinggi. Berbeda dengan daging, masyarakat NTT menggunakan daun Kesambi (Schleichera oleosa) dalam pengasapan daging se’i karena memberikan rasa dan aroma  yang khas dan daya tahan daging menjadi lebih lama. Penelitian ini mengkaji proses pengawetan ikan tongkol dengan menggunakan Kesambi (Schleichera oleosa). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode uji organoleptik. Desain eksperimen yang digunakan adalah True Experimental Design (Sugiyono, 2009). Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Berdasarkan data pengukuran nilai absorbansi maka dapat dianalisis pengaruh konsentrasi sampel dengan nilai absorbansi, yaitu peningkatan aktivitas sebanding dengan bertambahnya konsentrasi. Penentuan aktivitas antioksidan dapat dihitung dengan persamaan y = ax + b pada kurva regresi linear. Hasil variasi konsentrasi 10, 50, dan 100 mg/L yakni (10:0.04137), (50:0.19521),(100:0.19269), (C-10:0.02653), (C-50:0.04533). Sesuai dengan parameter nilai IC50, hasil menunjukkan bahwa kulit batang Kesambi merupakan antioksidan yang sangat kuat dimana (nilai x < 50).  Hasil uji organoleptik warna ikan tongkol tetap cerah dan bertahan pada hari 1 dan 2, aroma ikan bertahan pada 1 hari, dan uji rasa berahan 1-2 hari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim. (2013). Kandungan Gizi Dan Manfaat Buah Mangga. tanamanobat-herbal.blogspot.com › buah-buahan

Fadlian, F., Hamzah, B., & Abram, P. H. (2017). Uji Efektivitas Ekstrak Tanaman Putri Malu (mimosa pudica linn) Sebagai Bahan Pengawet Alami Tomat. Jurnal Akademika Kimia, 5(4), 153. https://doi.org/10.22487/j24775185.2016.v5.i4.8063

Fitri, A. (2007). Pengaruh Penambahan Daun Salam (Eugenia polyantha Wight) Terhadap Kualitas MIikrobiologis, Kkualitas Organoleptis Dan Daya Simpan Telur Asin Pada Suhu Kamar. Surakarta : Jurusan Biologi Fakultas MAatematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret.

Holil, & Griana. (2020). Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kesambi (Schleichera oleosa) Metode DPPH. 5(1), 28–32.

Lopi, F., Sipahelut, H. M., & Sabtu, B. (2014). Efek Penggunaan Asap Cair Kusambi (Schleichera oleosa) Pada Level Yang Berbeda Terhadap Kandungan Nutrisi , Kolesterol Dan Rasa Daging Se ’ I Sapi. 1(2), 117–122.

Mumpuni & Hasibuan. (2018). Prevalensi Mikroba Pada Produk Pindang Tongkol Skala Ukm Di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. 21(2014).

Pianusa, A. F., Sanger, G., & Wonggo, D. (2016). Kajian Perubahan Mutu Kesegaran Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Yang Direndam Dalam Ekstrak Rumput Laut (Eucheuma spinosum) Dan Ekstrak Buah Bakau (Sonneratia alba). Media Teknologi Hasil Perikanan, 4(2), 66. https://doi.org/10.35800/mthp.4.2.2016.12927

Sudradjat, R., Pawoko, E., Hendra, D., & Setiawan, D. (2010). ( Schleichera oleosa L .) ( Biodiesel Manufacturing from Kesambi Seed ). 358–379.

Sugiyono. (2017). Statistika Untuk Penelitian (Sugiyono (ed.); Cetakan ke). Penerbit Alfabeta.

Sukri. (2013). Pemanfaatan Kulit Kayu Kesambi Sebagai Antioksidan pada Tahu.

Syafitri, S., Metusalach, M., & Fahrul, F. (2016). Studi Kualitas Ikan Segar Secara Organoleptik Yang Dipasarkan Di Kabupaten Jeneponto. Jurnal IPTEKS PSP, Prodi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, 3(6), 544–552.
Published
2021-04-01
How to Cite
Takaeb, M., & Nautani, M. (2021). Potensi Kulit Batang Kesambi (Schleichera oleosa) Sebagai Pengawet Ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 4(1), 40-45. https://doi.org/10.24246/juses.v4i1p40-45