Upaya Cegah Tangkal Perilaku Korupsi Melalui Psikoedukasi Berbasis Kearifan Lokal Tari Prajuritan
DOI:
https://doi.org/10.24246/jms.v4i22023p207-216Keywords:
korupsi, psikoedukasi, tari prajuritanAbstract
Local culture can be a way to empower the character of honesty to prevent corrupt behavior. “Tari Prajuritan” is a dance art from Banyubiru Village, Semarang Regency which has a philosophical meaning of honesty. The purpose of this activity is to increase understanding and awareness to prevent corrupt behavior based on the values of the “Tari Prajuritan”. Participants in the activity were village officials, community leaders, religious leaders, and teachers. Activities carried out using psychoeducational methods, in the form of performances of the “Tari Prajuritan”, active lectures, and discussions. The implementation of psychoeducation is carried out by prioritizing togetherness and interactive discussions with participants. Participants were enthusiastic about participating in the activity until it was finished. The results of the activity evaluation show that similar activities can be carried out again by adding more participants, likely for students in schools so that the warrior dance culture can be more popularized and benefit more widely.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik, B. (2022). Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2022 Meningkat Dibandingkan tahun 2021. Www.Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/08/01/1908/indeks-perilaku-anti-korupsi--ipak--indonesia-2022-sebesar-3-93--meningkat-dibandingkan-ipak-2021.html
Fauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya” (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882
Irawan, G. (2019, April 23). Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Peringkat 89 di Dunia pada 2018. Tribunnnews.Com, 1–2. http://www.tribunnews.com/nasional/2019/01/29/indeks-persepsi-korupsi-indonesia-peringkat-89-di-dunia-pada-2018
Jazuli, M. (2015). Aesthetics of Prajuritan Dance in Semarang Regency. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 15(1), 16. https://doi.org/10.15294/harmonia.v15i1.3692
Manullang, B. (2013). Grand Desain Pendidikan Karakter Generasi Emas 2045. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1), 1–14.
Matulessy, A., Limanago, Y., & Elentina, M. D. R. (2022). Faktor internal dan eksternal penyebab perilaku korupsi pada karyawan swasta dan Aparatur Sipil Negara. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 10(2), 318–332. https://doi.org/10.30996/persona.v10i2.5666
Novianty, A., & Retnowati, S. (2016). Intervensi Psikologi di Layanan Kesehatan Primer. Buletin Psikologi, 24(1), 49. https://doi.org/10.22146/bpsi.12679
Rokhmah, S. N., Putri, J. T., & Utomo, A. P. (2018). Pengaruh Role Model dan Religiusitas Terhadap Perilaku Antikorupsi pada Mahasiswa Organisatoris di Jawa Timur. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 15(2), 26. Badan Pusat Statistik, B. (2022). Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2022 Meningkat Dibandingkan tahun 2021. Www.Bps.Go.Id. https://www.bps.go.id/pressrelease/2022/08/01/1908/indeks-perilaku-anti-korupsi--ipak--indonesia-2022-sebesar-3-93--meningkat-dibandingkan-ipak-2021.html
Fauzan, R., & Nashar, N. (2017). “Mempertahankan Tradisi, Melestarikan Budaya” (Kajian Historis dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede di Kota Serang). Jurnal Candrasangkala, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.30870/candrasangkala.v3i1.2882
Irawan, G. (2019). Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Peringkat 89 di Dunia pada 2018. Tribunnnews.Com, 1–2. http://www.tribunnews.com/nasional/2019/01/29/indeks-persepsi-korupsi-indonesia-peringkat-89-di-dunia-pada-2018
Jazuli, M. (2015). Aesthetics of Prajuritan Dance in Semarang Regency. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 15(1), 16. https://doi.org/10.15294/harmonia.v15i1.3692
Manullang, B. (2013). Grand Desain Pendidikan Karakter Generasi Emas 2045. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1), 1–14.
Matulessy, A., Limanago, Y., & Elentina, M. D. R. (2022). Faktor internal dan eksternal penyebab perilaku korupsi pada karyawan swasta dan Aparatur Sipil Negara. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 10(2), 318–332. https://doi.org/10.30996/persona.v10i2.5666
Novianty, A., & Retnowati, S. (2016). Intervensi Psikologi di Layanan Kesehatan Primer. Buletin Psikologi, 24(1), 49. https://doi.org/10.22146/bpsi.12679
Rokhmah, S. N., Putri, J. T., & Utomo, A. P. (2018). Pengaruh Role Model dan Religiusitas Terhadap Perilaku Antikorupsi pada Mahasiswa Organisatoris di Jawa Timur. Psikoislamika : Jurnal Psikologi Dan Psikologi Islam, 15(2), 26. https://doi.org/10.18860/psi.v15i2.6741
Salama, N. (2014). Motif dan Proses Psikologis Korupsi. Jurnal Psikologi, 41(2), 149–164.
Santoso, L., Meyriswati, D., & Nur Alfian, I. (2014). Korupsi dan Mentalitas: Kendala kultural dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 27(4), 173–183. https://doi.org/10.20473/mkp.v27i42014.173-183
Sartini, N. W. (2009). Menggali nilai kearifan lokal budaya jawa lewat ungkapan (bebasan, saloka, dan paribasa). Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, V(1), 28–37.
Sujatmi. (2009). Tari Prajuritan di Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang [Universitas Negeri Semarang]. http://lib.unnes.ac.id/1287/
Supratiknya, A. (2011). Merancang Program dan Modul. In Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. https://repository.usd.ac.id/12880/1/2011 Merancang Program dan Modul Psikoedukasi Edisi Revisi.pdf
Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), 329–339.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License


