Analisis jaringan telekomunikasi untuk sistem peringatan dini konflik manusia–gajah di taman nasional Way Kambas

Authors

  • Matsna Nurul Kholidah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
  • Imam Mualim Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung
  • Nuari Anisa Sivi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Lampung

DOI:

https://doi.org/10.24246/itexplore.v5i1.2026.pp86-97

Keywords:

early warning system, Internet of Things (IoT), LoRaWAN, NB_IoT

Abstract

Konflik manusia–gajah merupakan permasalahan serius di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang berdampak pada kerugian ekonomi, gangguan sosial, dan ancaman keselamatan manusia serta satwa liar [1], [2]. Salah satu pendekatan mitigasi yang efektif adalah penerapan sistem peringatan dini berbasis teknologi telekomunikasi dan Internet of Things (IoT) [3], [4]. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan dan kinerja jaringan telekomunikasi yang sesuai untuk mendukung sistem peringatan dini konflik manusia–gajah. Metode meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur jaringan, perbandingan teknologi komunikasi (GSM/4G, NB-IoT, dan LoRaWAN), serta simulasi skenario pengiriman data dari node sensor. Data empiris diperoleh dari simulasi performa jaringan (jangkauan, delay, konsumsi daya, dan packet delivery ratio). Hasil analisis menunjukkan bahwa LoRaWAN memiliki keunggulan dalam jangkauan dan efisiensi energi untuk wilayah konservasi yang minim infrastruktur [5], [6]. Sistem yang diusulkan mampu mengirimkan data deteksi keberadaan gajah secara near real-time ke pusat pemantauan dan selanjutnya didistribusikan sebagai peringatan kepada petugas dan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan sistem peringatan dini konflik manusia–gajah berbasis telekomunikasi di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

J. J. Gross et al., “Human–elephant conflict: A review of current management strategies,” Biological Conservation, vol. 246, 2020.

S. Fernando et al., “Patterns and drivers of human–elephant conflict,” Frontiers in Conservation Science, vol. 2, 2021.

E. K. Ronoh et al., “Human-wildlife conflict early warning system using IoT,” Engineering, Technology & Applied Science Research, vol. 12, no. 2, pp. 8273–8277, 2022.

M. M. Islam et al., “IoT-based early warning systems: A review,” IEEE Access, vol. 9, pp. 122389–122407, 2021.

F. Yao et al., “A survey on evolved LoRa-based communication technologies,” Sensors, vol. 22, no. 6, 2022.

A. Lavric and V. Popa, “Internet of Things and LoRaWAN for environmental monitoring,” IEEE Internet of Things Journal, vol. 8, no. 5, 2021.

R. H. Wibowo et al., “Human–elephant conflict in Sumatra,” Biodiversitas, vol. 22, no. 3, 2021.

Y. Sitompul et al., “Community-based mitigation of human–elephant conflict,” Journal of Wildlife Conservation, vol. 14, 2022.

A. Ray et al., “IoT-based wildlife monitoring systems,” Computer Communications, vol. 177, 2021.

M. Centenaro et al., “Long-range communications in unlicensed bands,” IEEE Wireless Communications, vol. 27, no. 5, 2020.

L. Alonso et al., “NB-IoT performance evaluation,” IEEE Systems Journal, vol. 15, no. 3, 2021.

S. Raza et al., “Low power wide area networks: A survey,” IEEE Communications Surveys & Tutorials, vol. 22, no. 4, 2020.

P. J. García et al., “Wildlife tracking using LoRaWAN,” Sensors, vol. 23, 2023.

R. Pratama et al., “NB-IoT deployment for rural monitoring,” Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science, vol. 29, no. 1, 2023. x

A. K. Gupta et al., “Smart conservation systems based on IoT,” Sustainable Computing, vol. 36, 2022.

T. H. Nguyen et al., “Design of early warning systems using LPWAN,” IEEE Access, vol. 11, 2023.

Downloads

Published

2026-02-18

How to Cite

Matsna Nurul Kholidah, Imam Mualim, & Nuari Anisa Sivi. (2026). Analisis jaringan telekomunikasi untuk sistem peringatan dini konflik manusia–gajah di taman nasional Way Kambas. IT-Explore: Jurnal Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi, 5(1), 86–97. https://doi.org/10.24246/itexplore.v5i1.2026.pp86-97