Indonesian Journal of Computing and Modeling https://ejournal.uksw.edu/icm <p>ICM adalah jurnal nasional yang mempublikasikan hasil penelitian komputasi dan pemodelan dalam berbagai disiplin keilmuan. ICM adalah wadah bagi para peneliti untuk mempublikasikan dan mendiseminasikan ide, gagasan dan inovasinya secara luas dalam bentuk karya ilmiah.&nbsp; Fokus publikasi ICM mencakup : penemuan dan/atau penerapan metode baru, pengembangan algoritma optimal, kompleksitas algoritma dan pemanfataan model matematika atau statistika untuk eksplorasi dan analisis data. Makalah yang diterima dan dilanjutkan untuk proses review adalah makalah hasil penelitian teoritik, hasil penelitian lapangan, penelitian skala laboratorium, integrasi penelitian dalam proses pembelajaran atau bagian dalam suatu kegiatan penelitian yang multitahun.</p> Pusat Studi Sistem Informasi dan Pemodelan Mitigasi Tropika en-US Indonesian Journal of Computing and Modeling 2598-9421 <p>&nbsp;</p> <hr> <p><a href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License"></a><br>Indonesian Journal of Computing and Modeling is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution 4.0 International License</a>.</p> Analisis Daerah Rawan Banjir Pada Daerah Aliran Sungai Tuntang Menggunakan Skoring dan Inverse Distance Weighted https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/4615 <p>Perubahan alih fungsi lahan dapat menyebabkan perubahan dalam lingkungan alam, seperti perubahan vegetasi, perubahan daya serap tanah, maupun sedimentasi sungai sehingga berpotensi mengakibatkan bencana alam. Apabila tidak dilakukan penanganan terhadap tata kelola penggunaan lahan dengan serius maka akan menyebabkan peningkatan debit air pada setiap tahunnya, sehingga daerah di sekitar sungai Tuntang akan berpotensi sebagai daerah yang rawan terdampak banjir. Pada penelitian ini, dilakukan pengklasifikasian menggunakan metode <em>Normalized Difference Vegetation Index</em> (NDVI), <em>Normalized Difference Wetness Index</em> (NDWI), <em>Soil Adjusted Vegetation Index</em> (SAVI), <em>Standardized Precipitation Index</em> (SPI) dan Interpolasi menggunakan <em>Inverse Distance Weighted</em> (IDW) kemudian di skoring untuk menganalisa daerah-daerah khususnya desa yang berpotensi rawan banjir pada sekitar Daerah Aliran Sungai Tuntang di Kecamatan Bawen dan Kecamatan Tuntang. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa Kecamatan Bawen dan Kecamatan Tuntang merupakan daerah yang tidak rawan banjir dikarenakan tutupan lahan vegetasinya masih baik dan curah hujan masih dalam kapasitas normal.</p> Merryana Lestari Mira Mira Sri Yulianto Joko Prasetyo Charitas Fibriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-05-27 2021-05-27 4 1 1 9 10.24246/icm.v4i1.4615 Sebaran Vegetasi pada Kawasan Berpotensi Bencana Banjir Pesisir (Rob) Kota Semarang https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/4653 <p>Abstrak - Banjir pesisir atau rob adalah banjir yang terjadi karena masuknya air laut ke area daratan dan menjadi masalah utama pada daerah di Indonesia yang besinggungan langsung dengan daerah pantai seperti Kota Semarang. Angin, tinggi gelombang, curah hujan, dan topologi tanah menjadi faktor yang sangat mempengaruhi perbedaan tinggi permukaan air laut dari muka daratan. Mangrove merupakan salah satu vegetasi yang cocok untuk daerah pantai karena dapat tumbuh di lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. Keadaan permukaan Kota Semarang seperti persebaran vegetasi dan ketinggian tanah dapat diketahui dengan memanfaatkan teknologi remote sensing atau penginderaan jauh. Indeks vegetasi seperti NDVI (Normalized Different&nbsp; Vegetation Index) menjadi salah satu metode yang dipakai untuk menganalisa persebaran dan tingkat kehijauan pada suatu wilayah. Selain NDVI dalam penelitian juga memanfaatkan peta DEM (Digital Elevtion Model) untuk mengetahui kondisi ketinggian atau kontur dalam wilayah tertentu. Tingkat kehijauan di daerah utara Kota Semarang lebih banyak memiliki nilai kehijauan rendah hingga sangat rendah dan 9 dari 16 Kecamatan di Kota Seamarang memiliki kontur ketinggian tanah kurang dari 25 meter. Dari kedua keadaan tersebut bencana banjir pesisir atau rob akan sulit untuk dihindari dan perlu adanya peranan dari masyarakat maupun pemerintah untuk menangani masalah banjir pesisir di Kota Semarang.</p> Daniel Kurniawan Sri Yulianto Joko Prasetyo Charitas Fibriani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-06-24 2021-06-24 4 1 10 13 10.24246/icm.v4i1.4653 Analisis Pengaruh Penilaian Asesor terhadap Kinerja Guru Mata Pelajaran dengan k-Means Clustering https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/5063 <p>Penilaian kinerja guru menjadi salah satu aset penting untuk mengawasi perkembangan dan proses kerja pendidik dalam proses belajar mengajar di sekolah. Adanya penilaian kinerja guru dapat memberikan apresiasi terhadap guru yang memiliki kinerja sangat baik guna meningkatkan semangat dalam proses kerjanya. Guru dengan hasil penilaian yang kurang baik mendapatkan pelatihan yang sesuai. Pada penelitian ini kriteria penilaian kinerja guru yang digunakan yaitu penilaian kinerja guru oleh asesor dan penilaian hasil perhitungan angka kredit dalam satu tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja guru berdasarkan standar penilaian dengan mengelompokkan menjadi tiga <em>cluster</em>, yaitu sangat baik, baik, dan cukup baik. Nilai kriteria tersebut diolah dengan metode <em>clustering k-means</em>. Penelitian ini juga membandingkan penilaian kinerja guru dari kedua kriteria nilai tersebut. Hasil dari perbandingan tersebut yaitu terdapat 37.5% guru yang tidak mengalami perpindahan <em>cluster</em>, sementara guru yang mengalami perpindahan <em>cluster</em> sebesar 62.5%. Hasil tersebut membuktikan bahwa walaupun penilaian yang dilakukan oleh asesor memiliki persentase nilai paling besar, yaitu sebesar 70%, tidak menjadi acuan penilaian kinerja guru. Penilaian lain selain penilaian dari asesor, yang berupa penilaian dari rekan sejawat, peserta didik, dan orang tua siswa mempengaruhi hasil dari proses <em>clustering</em>.</p> Maria Feby Tri Yessica Nataliani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-07-29 2021-07-29 4 1 14 22 10.24246/icm.v4i1.5063 Model Penilaian Tata Guna Lahan Dengan Citra Landsat 8 OLI Menggunakan Algoritma XGBoost Diwilayah Beresiko Tsunami (Studi Kasus : Kota Palu Sulawesi Tengah) https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/4981 <p>Tsunami merupakan salah satu bencana alam yang berbahaya dimana dapat memakan korban jiwa, gelombang air yang besar pada bencana tsunami dapat bergerak sangat cepat dan dapat menghancurkan wilayah pemukiman yang berada dekat dengan laut. Dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang berada diurutan pertama dari 256 negara didunia dengan ancaman tsunami yang tinggi. Pada tanggal 28 September 2018 terjadi sebuah tsunami pada Kota Palu yang memakan korban jiwa sebanyak 3.689 orang hilang dan meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah model peta yang dapat memberikan informasi mengenai klasifikasi lahan beresiko tsunami. Tingkat klasifikasi lahan beresiko tsunami dibagi menjadi 5 klasifikasi yaitu sangat rawan, tinggi, rendah, sangat rendah, dan tidak rawan. Hasil penelitian yang didapatkan pada nilai akurasi untuk semua parameter sebesar 0.909, sedangkan nilai perulangan pertama train mlogloss sebesar 0.6926 dan test mlogloss 0.6928, dan untuk perulangan keseratus mendapatkan nilai train mlogloss 0.6437 dan test mlogloss 0.6547, diketahui bahwa semakin banyak melakukan perulangan nilai dari pada test mglogloss dan train mglogloss akan semakin kecil perluang dari kesalahan Extreme Gradient Boosting. Berdasarkan hasil klasifikasi antara data yang sudah dan belum diprediksi menggunakan Extreme Gradient Boosting didapatkan 43 kelurahan yang mempunyai hasil yang berbeda. Sehingga Extreme Gradient Boosting dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dalam membuat model klasifikasi lahan beresiko tsunami.</p> Yulia Fransisca Wijaya Sri Yulianto Joko Prasetyo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-07-29 2021-07-29 4 1 23 28 10.24246/icm.v4i1.4981 Pemodelan 3D Embung Irigasi Pertanian Desa Gunung Tumpeng dengan DEM https://ejournal.uksw.edu/icm/article/view/4619 <p>Pemodelan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembangunan embung irigasi sebagai solusi optimalisasi tata guna lahan pertanian yang terletak di Desa Gunung Tumpeng Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Kesesuaian topologi wilayah yang akan dijadikan lokasi embung yang berbukit-bukit menjadikan kawasan tersebut layak menjadi daerah tampungan air hujan. Dengan menggunakan metode kuantitatif maka dilakukan penghitungan curah hujan andalan, tampungan air hujan untuk selanjutnya dapat dilakukan perancangan mengenai tinggi, volume, dan luas genangan, yang kemudian dapat memprediksi luas lahan bedasarkan volume tampungan air hujan. Hasil perhitungan yang didapat sehingga dapat memenuhi kebutuhan air untuk irigasi pada pola tanam satu yakni untuk varietas padi dan palawija.</p> Esti Zakia Darojat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2021-07-29 2021-07-29 4 1 29 32 10.24246/icm.v4i1.4619