Sebaran Vegetasi pada Kawasan Berpotensi Bencana Banjir Pesisir (Rob) Kota Semarang

  • Daniel Kurniawan Satya Wacana University
  • Sri Yulianto Joko Prasetyo
  • Charitas Fibriani
Keywords: Banjir Pesisir, Mangrove, Remote Sensing, NDVI, DEM

Abstract

Abstrak - Banjir pesisir atau rob adalah banjir yang terjadi karena masuknya air laut ke area daratan dan menjadi masalah utama pada daerah di Indonesia yang besinggungan langsung dengan daerah pantai seperti Kota Semarang. Angin, tinggi gelombang, curah hujan, dan topologi tanah menjadi faktor yang sangat mempengaruhi perbedaan tinggi permukaan air laut dari muka daratan. Mangrove merupakan salah satu vegetasi yang cocok untuk daerah pantai karena dapat tumbuh di lingkungan dengan kadar garam yang tinggi. Keadaan permukaan Kota Semarang seperti persebaran vegetasi dan ketinggian tanah dapat diketahui dengan memanfaatkan teknologi remote sensing atau penginderaan jauh. Indeks vegetasi seperti NDVI (Normalized Different  Vegetation Index) menjadi salah satu metode yang dipakai untuk menganalisa persebaran dan tingkat kehijauan pada suatu wilayah. Selain NDVI dalam penelitian juga memanfaatkan peta DEM (Digital Elevtion Model) untuk mengetahui kondisi ketinggian atau kontur dalam wilayah tertentu. Tingkat kehijauan di daerah utara Kota Semarang lebih banyak memiliki nilai kehijauan rendah hingga sangat rendah dan 9 dari 16 Kecamatan di Kota Seamarang memiliki kontur ketinggian tanah kurang dari 25 meter. Dari kedua keadaan tersebut bencana banjir pesisir atau rob akan sulit untuk dihindari dan perlu adanya peranan dari masyarakat maupun pemerintah untuk menangani masalah banjir pesisir di Kota Semarang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] M. A. Marfai and L. King, “Coastal flood management in Semarang, Indonesia,” Environ. Geol., vol. 55, no. 7, pp. 1507–1518, 2008.
[2] B. Yuwono, H. Z. Abidin, and M. Hilmi, “Analisis geospasial penyebab penurunan muka tanah di kota Semarang,” Semin. Nas. Sains dan Teknol. ke 4, pp. 1–8, Jan. 2013.
[3] J. Jamalludin, K. Fatoni, and T. Alam, “Identifikasi Banjir Rob Periode 2013 – 2015 di Kawasan Pantai Utara Jakarta,” J. Chart Datum, vol. 2, pp. 105–116, Dec. 2016.
[4] A. Budiman and I. Supriadi, “POTENSI KEJADIAN ROB DI PESISIR PROBOLINGGO SERTA PERBANDINGAN KONDISINYA ANTARA MUSIM BARAT DAN MUSIM TIMUR BERDASARKAN DATA OSEANOGRAFI DAN METEOROLOGI,” J. Ilmu dan Teknol. Kelaut. Trop., vol. 11, pp. 667–681, Dec. 2019.
[5] “BPBD Kota Semarang,” 2020. [Online]. Available: http://bpbd.semarangkota.go.id/pages/data-bencana. [Accessed: 04-Feb-2021].
[6] S. Diposaptono and F. Agung, Menyiasati perubahan iklim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Penerbit Buku Ilmiah Populer, 2009.
[7] R. Pranata, A. J. Patandean, and A. Yani, “Analisis Sebaran dan kerapatan mangrove menggunakan citra landsat 8 di Kabupaten Maros,” J. Sains dan Pendidik. Fis., vol. 12, no. 1, pp. 88–95, 2016.
[8] N. Uly, M. Lobo, M. Eclesi, and S. Prasetyo, “Analisis Resiko Longsor berbasis Citra Landsat-8 menggunakan Interpolasi Spasial,” Indones. J. Comput. Model., vol. 3, no. 1 SE-Articles, Aug. 2020.
[9] A. L Nugraha and H. Hani’ah, “KAJIAN PEMANFAATAN DEM SRTM & GOOGLE EARTH UNTUK PARAMETER PENILAIAN POTENSI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT BANJIR ROB,” Tek. Vol. 34, Nomor 3, Tahun 2013DO - 10.14710/teknik.v34i3.6722 , Dec. 2013.
[10] “Website Pemerintah Kota Semarang,” 2021. [Online]. Available: https://semarangkota.go.id/mainmenu/detail/profil. [Accessed: 18-Feb-2021].
[11] V. Tablaseray, M. Pairin, N. Fakdawer, and B. Hamuna, “Pemetaan Sebaran dan Kerapatan Mangrove di Pesisir Timur Pulau Biak, Papua Menggunakan Citra Satelit Landsat 8,” J. Perikan. dan Kelaut., vol. 8, p. 31, Jul. 2018.
[12] A. Shidik, D. Utari, and M. Atmika, ANALISIS FAKTOR PENYEBAB BANJIR ROB DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA DENGAN PEMBANGUNAN BREAKWATER DI WILAYAH SEMARANG UTARA, JAWA TENGAH, INDONESIA. 2019.
[13] M. N. A. Cahyadi Dean Rudityo, “ANALISA KARAKTERISTIK KECEPATAN ANGIN DAN TINGGI GELOMBANG MENGGUNAKAN DATA SATELIT ALTIMETRI (Studi Kasus : Laut Jawa),” Geoid, no. Vol 11, No 1 (2015), pp. 75–78, 2015.
[14] “Data BMKG,” 2021. [Online]. Available: https://dataonline.bmkg.go.id/. [Accessed: 18-Feb-2021].
Published
2021-06-24
How to Cite
Kurniawan, D., Prasetyo, S., & Fibriani, C. (2021). Sebaran Vegetasi pada Kawasan Berpotensi Bencana Banjir Pesisir (Rob) Kota Semarang. Indonesian Journal of Computing and Modeling, 4(1), 10-13. https://doi.org/10.24246/icm.v4i1.4653
Section
Articles