Rekonstruksi Misi Gereja di Indonesia dari Perspektif Pancasila sebagai Religiositas Sipil Indonesia

  • I Made Priana Program Doktor Sosiologi Agama Universias Kristen Satya Wacana
Keywords: Gereja, misi, Pancasila, hati nurani masyarakat, religiositas sipil, Indonesia, rekonstruksi, revitalisasi

Abstract

This paper tries to seek the answer towards the question how the church of Indonesia should do her mission in the light of Pancasila which is the Indonesian’s religiousity. In seeking the aswer of this question, it is found that the essence and the aim of the church mission, as a matter of fact, it is in correlation with the religiousity of Indonesian people. In view of this, it is concluded that doing mission in the perspective of Pancasila, the church of Indonesia might not to practice the mission paradigm which was done by the Western Church in the past. On the contrary, the church of Indonesia together with all her fellow countryman, might to recontruct her mission in accordance with, the Indonesian religiousity by reviving and rejuvenating the values of Pancasila for the sake of the well-being of Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aritonang, Jan, dan Christian de Jonge. Apa dan Bagaimana Gereja? Pengantar Sejarah Ekklesiolog,Cetakan Kedua. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993.

Bahar, Saafroedin, dkk. Risalah Sidang Badan Penyelidik Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia, 1995.

Bellah, Robert. Beyond Belief, diindonesiakan oleh Rudy Harisyah Alam. Jakarta: Paramadina, 2000.

Bosch, D.J. Transforming Mission, Paradigm Shifts in Theology of Mission. Maryknoll New York: Orbis Books, 1991.

Bustanuddin, Agus. Agama dan Fenomena Sosial,Buku Ajar Sosiologi Agama. Jakarta: Universitas Indonesia, 2010.

Campbell, Tom. Tujuh Teori Sosial: Sketsa, Penilaian, Perbandingan. Yogyakarta: Kanisius, 1994.

Cooley, dan F.Ukur. Jerih dan Juang, Laporan Nasional Survey Menyeluruh Gereja di Indonesia. Jakarta: Lembaga Penelitian dan Studi DGI, 1979.

Durkheim, Emile. The Division of Labor in Society. New York: The Free Press, 1984.

___________. The Elementary Forms of the Religious Life, Carol Cosman (trans.). Oxford: University Press, 2001.

Effendi, Djohan. Pluralisme Dan Kebebasan Beragama, Cetakan IV. Yogyakarta: Institu Dian/Interfidei, 2013.

Hammond, Philip E. & Robert N. Bellah. Varietas of Civil Religion, diindonesiakan oleh Imam Khoiri, Fathurrahman, Sirojuddin Arif, Jazilus Saho’M. Yogyakarta: IRCiSoD, 2003.

Hartono, Chris. Pietisme di Eropa dan Pengaruhnya di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia,1974.

Johnson, Doyle P. Sociological Theory: Classical Founders and Contemporary Perspective, diindonesiakan oleh Robert M.Z. Lawang, Teori Sosiologi Klasik dan Modern. Jakarta: PT Gramedia, 1986.

Kaelan, Pancasila Yuridis Kenegaraan. Yogyakarta: Liberty, 1987.

Kane, J. Herbert. Understanding Christian Missions, Fourth Edition. Grand Rapids: Baker Book House, 1990.

Kuschel, Karl-Josef dan Hans Kung. A Global Ethic, diindonesiakan oleh Ahmad Murtajib. Yogyakarta: Sisiphus, 1999.

Lan, Pui. Border Crossing: Cross-Cultural Hermeneutics dalam D.N. Premnath (ed.). New York: Orbis Books.

Latif, Yudi. Negara Paripurna, Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Cetakan Keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2012.

Maarif, Ahmad Syafii. Islam Dalam Bingkai Keindonesiaan Dan Kemanusiaan Sebuah Refleksi Sejarah. Bandung: Penerbit Mizan, 2009.

Messakh, Thobias A. Konsep Keadilan Dalam Pancasila. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2007.

Muhni, Djuretna A. Imam. Moral Religi Menurut Emile Durkheim & Henri Bergson. Yogyakarta: Kanisius,1994.

Panikkar, Raymondo. The Unknown Christ of Hinduism, Completely Revised and Enlarge Edition. New York: Orbis Book, 1981.

Pas, Daniel I. Eight Theories of Religion, Second Edition. New York: Oxford University Press, 2006.

Pegawai, Tim Pusdiklat. Undang Undang Dasar 1945. Jakarta: Pusdiklat Pegawai, 2008.

Phan, Peter C. In Our Own Tongues, Perspective from Asia on Mission and I nculturation. Maryknoll, New York: ORBIS BOOKS, 2003.

Pieris, Aloysius. Toward an Asian Theology of Liberation: Same Religion-Culture Guidelines,”Dialogue, New Series VI. Colombo: Ecumenical Institute for Study and Dialogue, 1979.

Qurtuby, Sumanto Al. John Titaley di Mataku dalam Steve Gaspersz, Tedi Kholiludin, (eds.), Nyantri Bersama John Titaley. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2014.

Rousseau, Jean Jacques. The Social Contract, diindonesiakan oleh Sumardjo. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1986.

Seregig, I Ketut. Filsafat Pancasila dalam Perspektif Hindu. Surabaya: Penerbit PARAMITA, 2012.

___________. Mengantisipasi Masa Depan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.

___________. Menguak Isolasi, Menjalin Relas. Jakarta: Bpk Gunung Mulia, 2009.

Soekarno, Di Bawah Bendera Revolusi, Vol. 1. Jakarta: Panitia Di Bawah Bendera Revolusi, 1964.

___________. Indonesia Menggugat. Jakarta: Yayasan Pendidikan Sukarna-Inti Idayu Press, 1983.

Song, Choan Seng. Christian mission in Reconstruction an Asian Analysis. Maryknoll, New York: ORBIS BOOKS, 1977.

___________. Jesus and the Reighn of God. Minneapolis: Fortress Press, 1993.

Sunarko, A. Agama di Ruang Publik Demokrasi Indonesia, dalam Basis. Jakarta: No. 03-04, Tahun ke 62, 2013.

S.Y, Dick Hartoko. Perjumpaan Gereja Dengan Budaya, ”dalam Chris Hartono(ed.), Perjumpaan Gereja di Indonesia Dengan Dunianya Yang Sedang Berubah. Jakarta: Persetia, 1995.

Tanja, Victor I. Perjumpaan Gereja Dengan Agama-Agama Lain. dalam Chris Hartono(ed.), Perjumpaan Gereja di Indonesia Dengan Dunianya Yang Sedang Berubah. Jakarta: Persetia, 1995.

Thangaraj, M. Thomas. Let God Be God: Crossing Boundariers as A Theological Practice, dalam D. N. Premnath (ed.), Border Crossing: Cross-Cultural Hermeneutics. New York: Orbis Books.

Timo, Ebenhaizer I. Nuban. Gereja Lintas Agama, Pemikiran-Pemikiran Bagi Pembaharuan Kekristenan di Asia. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2013.

___________. Allah Menahan Diri, Tetapi Pantang Berdiam Diri, Suatu Upaya Berdogmatika Kontekstual di Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Tisera, Guido. Faham Gereja Menurut Injil Matius dalam Orientasi Baru Pustaka Filsafat dan Teologi No. 2. Yogyakarta: Kanisius, 1988.

Titaley, John A. Kata Sambutan, dalam John. Campbell-Nelson(ed.), Mengupayakan Misi Gereja Yang Kontekstual Studi Institute Misiologi Persetia 1992. Jakarta: Persetia,1995.

___________. Nilai-Nilai Dasar Yang Terkandung Dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945. Salatiga: Fakultas Teologi UKSW, 1999.

___________. Panggilan Gereja Dalam Heterogenitas Masyarakat Indonesia, Makalah. Salatiga: 19 Juli 1997.

___________. Pembangunan dan Pengembangan Umat Kristen di Indonesia, Suatu Refleksi Kontekstual, Paper seminar disampaikan dalam Ramadhan di Kampus Universitas Islam Sultan Agung. Semarang: 3 Pebruari 1996.

___________. Religiousitas di Alinea Tiga: Pluralisme, Nasionalisme dan Transformasi Agama-Agama. Salatiga: Satya Wacana University Press, 2013.

Veeger, K.J. Realitas Sosial: Refleksi Filsafat Sosial atas Hubungan Individu- Masyarakat dalam Cakrawala Sejarah Sosial. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1993.

Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Islam kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: The Wahid Institute, 2006.

Woga, Edmund CSsR. Dasar-Dasar Misiologi, Cetakan Kelima. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2006.

Yewangoe, Andreas A. Agama dan Kerukunan. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.

___________. Tidak Ada Penumpang Gelap. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
Published
2017-10-25
Section
Articles