Isaiah’s Song of the Vineyard and the Green Revolution

Margaret Miller

Abstract


Dalam artikel ini, Yesaya 5:1-7 disajikan sebagai sebuah puisi yang diucapkan dari perspektif perempuan dalam konteks pergolakan sosial yang melanda pedesaan Yehuda abad kedelapan. Pada konteks tersebut, pergeseran pengambilan keputusan dari lokal ke monarki menyebabkan krisis di masyarakat. Praktek pertanian tradisional dan struktur kekerabatan rusak, menyebabkan kesulitan besar. Karena wanita di komunitas pedalaman bertanggung jawab atas banyak aspek kehidupan, mereka berada dalam posisi yang unik untuk mengkritik peristiwa tersebut. Dalam Yesaya 5:1-7, perspektif perempuan mendominasi puisi itu. Berbicara kepada Allah dan naḥălâ, sang perempuan menggunakan retorika yang kuat untuk mengatasi ketidakadilan yang telah menjungkirbalikkan dunianya. Artikel ini menggunakan metode sosio-sastra, yang merupakan sintesis dari kritik sosial-sains, kritik retorik, analisis feminis, dan metode historis-kritis. Artikel ini juga dimaksudkan sebagai bacaan ekologi terhadap Yesaya 5:1-7. Mengingat pentingnya peranan studi Alkitab guna melandasi perjuangan melawan krisis ekologi maka metode yang digunakan di dalam artikel ini sangat bermanfaat terutama untuk membaca Yes 5:1-7 di dalam hubungannya dengan situasi sosial saat ini dan strategi retorikal: Revolusi Hijau di India dan tanggapan retorikal dari pejuang lingkungan hidup Vandana Shiva. Cara membaca seperti ini dapat menolong pembaca untuk memahami Yesaya 5:1-7 sebagai teks yang independen dan dapat pula memperkaya relevansi sosial dan ekologi dari teks tersebut.

Kata kunci: Nyanyian kebun anggur, Yesaya 5:1-7, feminist, dunia sosial, ekologi, agraris, puisi alkitabiah, Revolusi Hijau, India, Vandana Shiva


Full Text:

PDF

Abstract viewed 75 times
PDF downloaded 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.