Kompetensi Guru Matematika Dalam Mengembangkan Kompetensi Matematis Siswa

  • Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro Universitas Pelita Harapan

Abstract

Education can not be separated from two main factors; teacher and student. In the absence of either of these two factors, it is essentially not education. In Indonesia, education is still far from what is expected. This can be seen from the fact that there are difficulties of the graduates achieving decent work result in accordance with the level of education they are in. One of the causes of the low quality of education in Indonesia is because the competence of teachers as educators is still considered low when compared with the standards that have been prepared. This article will discuss the influence of teacher competence on student competence, especially in Mathematics learning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Gede, R dkk.(2009). Pendidikan Karakter di Sekolah. Jakarta: Gramedia.

Güler, G. danÇiltaş, A. (2011).The Visual Representation Usage Levels of Mathematics Teachers and Students in Solving Verbal Problems. International Jounal of Humanities and Social Science, 1 (11), 145-154.

Harahap, D. H. & Syarifah, R. (2015). Studi kasus kesulitan belajar matematika pada remaja. Jurnal Psikologi, 11, 20-30.

Hill, H. C., Rowan, B. dan Ball, D. L. (2005). Effects of Teachers’ Mathematical Knowledge for Teaching on Student Achievement. American Educational Research Joutrnal Summer 2005, 42 (2), 371-406.

Koswara, D.D. dan Halimah.(2008). Bagaimana Menjadi Guru Kreatif? Bandung: PT Pribumi Mekar.

Mawardi, M. (2014). Pemberlakuan Kurikulum Sd/Mi Tahun 2013 Dan Implikasinya Terhadap Upaya Memperbaiki Proses Pembelajaran Melalui PTK. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(3), 107-121.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. (2007). Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep. 244.MEN/V/2007. Tersedia: http://www.Ispmigas.com/standar/Boiler.pdf.

Niss & Hjgaard (2011).Competencies and Mathematical Learning. Denmark: Roskilde University.

Rangkuti, A. F. dan Anggraeni, F. D. (2005). Hubungan Persepsi tentang Kompetensi Profesional Guru Matematika dengan Motivasi Belajar Matematika pada Siswa SMA. Jurnal Psikologia, 1 (2), 76-85.

Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Selvi, Kiymet. (2010). Teachers’ Competencies.Cultura International Journal of Philosophy of Culture and Axiology.Volume 7, Issue 1, 2010.

Slameto, S. (2014). Permasalahan-Permasalahan Terkait Dengan Profesi Guru SD. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(3), 1-12.

Sudrajat.(2008). Peranan Matematika dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Tersedia: http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/08/peranan_matematika_dlm_perkembangan_iptek.pdf (5 Januari 2018)

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarmo, U. (2013). Kumpulan Makalah Berpikir dan Disposisi Matematika Serta Pembelajarannya. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Suryadi, D. (2012). Membangun Budaya Baru dalam Berpikir Matematika. Bandung: Rizqi Press.

Van Brummelen, H. (2009). Berjalan dengan Tuhan di dalam Kelas. Tangerang: UPH Press.

Wahyu. (2011). Masalah dan Usaha Membangun Karakter Bangsa. Jurnal Komunitas, 3 (2), 138-149.
http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2016/06/18/peringkat-pendidikan-indonesia-masih-rendah-372187
Published
2018-05-04
How to Cite
Dirgantoro, K. (2018). Kompetensi Guru Matematika Dalam Mengembangkan Kompetensi Matematis Siswa. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 8(2), 157-166. Retrieved from http://ejournal.uksw.edu/scholaria/article/view/1310
Section
Articles