Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Berbasis pada Psychological Well Being Siswa

  • Lyanna Oktavia T Pasca Sarjana Universitas Negeri Semarang
  • Alis Nihlatin Nisa
Keywords: pendidikan karakter, bimbingan dan konseling, psychological, well-being

Abstract

Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan mengemban tugas untuk memfasilitasi dan memandirikan siswa dalam rangka tercapainya perkembangan yang utuh dan optimal. Konselor perlu ikut andil dalam pendidikan karakter sebagai salah satu urgensi dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah guna mencetak siswa yang tidak hanya cerdas namun juga berbudi pekerti yang baik. Pendidikan karakter berorientasi untuk mengembangkan dan membantu watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Melihat arah orientasi tersebut maka diperlukan suatu psychological well-being yang memandang keberadaan individu dapat berkembang sebagai manusia yang seutuhnya, terpenuhi kebutuhannya, dan memberikan kontribusi pada lingkungannya. Memiliki psychological well-being tinggi akan mengantarkan individu pada pribadi yang menyadari keberadaan dan kebermaknaannya, sehingga bisa mengubah tantangan yang ditemuinya menjadi kesempatan untuknya menunjukkan aktualisasi diri.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

American School Counseling Association.1998. American School Counseling Association's Position Statement on Character Education. http://www.schoolcounselor.org/conte nt.cfm?L1=1000&L2=7. Diunduh 10 Maret 2017.
Battistich,Voctor. 2007. Character Education, Prevention and Poditive Youth Development. Illnois : University Of Missouri.
Badan Narkotika Nasional. 2007. Mengenal Penyalahgunaan Narkoba, Buku 2A untuk remaja / anak muda. BNN: Jakarta. Bradburn, N.M. (1969).
The Structure of Psychological Well-Being. 1969. Chicago: Aldine Publishing Company.
Bronfenbenner,Urie. 2005. Making Human Beings Human: Biocological
Perspective on Human Development. London : Sage Publication. Departemen Pendidikan Nasional. (2003).
Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. Dodge, R., Dally, A., Huyton, J., Sanders, L.D.
The Challenge of Defining Wellbeing. International Journal of Wellbeing, 2(3), 222-235 Gruman, J. (2013). A Brief Introduction to Positive (Organizational) Psychology: Health Workplaces Supporting Healthy Employees. Associate Professor, Department of Business University of Guelph Henderson,
L.W., Knight, T. (2012). Integrating the Hedonic and Eudaimonic Perspecive to More Comprehensively Understand Wellbeing and Pathways to Wellbeing. International Journal of Wellbeing: 2 (3), 196-221.
Jackson, R.A. (2007). Aristotle on What I Mean to be Happy. Richmond Journal of Philosophy 16 (Winter 2007: 1-8) Lickona.1991.Educating for Character;How Our School Can Teach Respect and Responsibility.Bantan Books,New York Lickona.2003.
CEP`s Eleven Principles of Effecive Character Education. Washington: Character Education Partnership McBrien, J. L., & Brandt, R. S. 1997. The Language of Learning: A Guide to Education Terms. Alexandria, VA: Association for Supervision and Curriculum Development.
Musfiroh,Tadkiroatun. 2008. Pengembangan Karakter Anak Melalui Pendidikan Karakter. Tinjauan Beberapa Aspek Character Building. Yogyakarta : Kerjasama Lembaga Penelitian Unversitas Negeri Yogyakarta.
Tiara Wacana Ryff, D. 1989. Happiness is everything, or is it? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. Journal of Personality and Social Psychology, 57. 1069-1081.
Ryff, D. & Singer, K. 2006. Know Thyself and Become What You Are: A Eudaimonic Approach to Psychological Well-Being. Journal of Happiness Studies, 9. 13-19. Ryff, D. & Keyes, C. L. 1995. The Structure of Psychological Well-Being Revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69. 719-727 Surya, Mohammad. Kekerasan Di IPDN. http://www.pikiran-rakyat.com/jawabarat/2008/06/12/72845/rektor-ipdnnonaktif-nyoman-sumaryadi-divonisbebas. Diakses tanggal 11Maret 2017.
Seligman, M E.P. (2002). Autenthic Happiness. Bandung: Mizan Media Utama.
Williams, M., & Schnaps, E. (Eds.) 1999. Character Education: The foundation for teacher Education. Washington, DC: Character Education Partnership.
Yusuf, Syamsu. 2007. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Yus, Anita. 2008. Pengembangan Karakter Melalui Hubungan Anak-KakekNenek. Tinjauan Beberapa Aspek Cha
Published
2018-11-02
How to Cite
Oktavia T, L., & Nisa, A. (2018). Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Berbasis pada Psychological Well Being Siswa. Satya Widya, 34(1), 31-38. Retrieved from http://ejournal.uksw.edu/satyawidya/article/view/1532
Section
Articles
Share |