HUBUNGAN GAYA KOGNITIF, KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA IPA SMA KRISTEN BARANA RANTEPAO TORAJA
Abstract
Penelitian korelasional ini dilakukan dengan tujuan untuk: mengetahui signifikansi hubungan gaya kognitif dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar fisika pada siswa SMA Kristen Barana yang melibatkan 135 orang siswa jurusan IPA. Pengumpulan data pada penelitian ini mengunakan instrument The Embedded Figure Test untuk mengukur variabel gaya kognitif dan Bar on Inventory untuk mengungkap kecerdasan emosional sedang analisis datanya menggunakan uji korelasional Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara gaya kognitif dengan prestasi belajar fisika r = 0,257 dengan p = 0,003<0,05 dan tidak ada hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar fisika peserta didik IPA di SMA Kristen Barana dengan koefisien r xy xy = 0,053 dengan p = 0,541>0,05.
Downloads
References
Davis, Mark. 2008. Tes EQ. Dela Pratasa.
Depdiknas, 2003 .Kurikulum Sains (IPA). Jakarta Pusat Kurikulum, Balitbang Dekdikbud RI.
Gardner, H. 1993. Frames of mind: The theory of multiple intelligences: Tenth anniversary edition. New York: Basic Books.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ for Character, Health and Lifelong Achievement. New York: Bantam Books.
____.2000, Kecerdasan Emosi : Mengapa Emotional Intelligence Lebih Tinggi Daripada IQ , Alih Bahasa : T. Hermay, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
____. 2001, Emotional Intelligence Untuk Mencapai Puncak Prestasi, Alih Bahasa : Alex Tri K.W, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Lourdusamy, A. 1994. Perbedaan gaya kognitif individu dan implikasinya terhadap pendidikan. Dalam: Siri Syarahan Perlantikan Profesor (1995/3), 5 Feb 1994, Pulau Pinang: Universiti Sains Malaysia.
Meskat. Maryam , 2011, The Relationship Between Emotional Intelligence and Academic Success, Journal of Technology & Education, Vol. 5, No.3, Shahid Rajaee, Tehran: Teacher Training University.
Riani, A. L. & Farida, H. 2001. Pengaruh Kompetensi Utama Kecerdasan Emosional dan Self Efficacy Terhadap Kenyamanan Supervisor dalam Melakukan penilaian Kinerja. http://mm.uns.ac.id/jurnal. php?ket=detail &did=488.html. 17 Desember 2012
Salovey dan Mayer. 1990. Emotional Inteligence. Baywood Publisihing.co.,Inc. http://www.unh.edu/emotional_intelligence/EI%20Assets/Reprints...EI%20Proper/EI1990%20Emotional%20Intelligence.pdf. September 2012.
Salovey, dan Mayer. 1997. What is emotional intelligence? In P. Salovey & D. J. Sluyter (Eds.), Emotional development and emotional intelligence: Educational implications. New York: Basic Books.
Slameto. 2003. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta.
_______. 2002. Persepsi siswa terhadap peran guru pembimbing dalam hubungannya dengan kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa SMU unggulan (Studi di SMU Laboratorium UKSW Salatiga). Tesis, Universitas Negeri Semarang
Surya, Mohammad. 2004. Psikologi Pembelajaran dan Pelajaran. Bandung: Pustaka Bani Quarisy.
Winkel, W.S. 1987. Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia.
Witkin, H.A., Oltman, P.K Raskin dan Karp, S.A. 1971. A manual foe embedded figure test. Palo Alto, Calif: Consulting Psychologists Press.
Witkin, H.A., Moore, C. A. Goodenough, D. R. Dan Cox, P.W. 1977. Field dependent and field independent conitive style and their educational implications. Review of Education Research.
Widyastuti, E., & Kuswardani, I. 2008. Hubungan Antara Harga Diri Dan Prestasi Belajar Fisika Pada Siswa STM. Psikohumanika, 1(1), 22-29. Surakarta: Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi














