Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dari Sudut Pandang Teori Akuntansi Positif

  • Hans Hananto Andreas Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana
  • Yunita Putri Utami Universitas Kristen Satya Wacana
Keywords: Bonus plan, debt ratio, political cost, CSR.

Abstract

The purpose of this study is to determine the effect of bonus plans, debt ratios, and political costs on the disclosure of corporate social responsibility listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2016. Bonus plan is measured by return on assets (ROA), debt ratio is measured by debt to equity ratio (DER), political cost is measured by total company asset, while CSR disclosure is measured using GRI G4 standard. The sample was taken by purposive sampling method, with total sample of 288 companies in 2014-2016. The results of this study are bonus plans and political costs have a positive effect on corporate social responsibility disclosure, while the debt ratio has no effect.

Downloads

Download data is not yet available.

References

(2007). Undang-undang No.40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.
Achmad, K., Subekti, I., & Atmini, S. (2007). Investigasi Motivasi dan Strategi Manajemen Laba pada Perusahaan Publik d Indonesia. Jurnal TEMA, 37-55.
Agustina, N. E., & Syadeli, M. (2012). Corporate Governance dan Profitabilitas: Pengaruhnya terhadap Corporate Social Responsibility Perusahaan yan Listing di BEI. Conference in Business, Accounting and Management (CBAM), 697-710.
Agustina, Sulia, & Rice. (2017). Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial dan Nilai Perusahaan: Dari Sudut Pandang Teori Akuntansi Positif dan Corporate Governance. Jurnal Dinamika Akuntansi dan Bisnis, 4(1), 33-44.
Anggraini, F. R. (2006). Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-Faktor yang MempengaruhiPengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan Tahunan (StudiEmpiris pada Perusahaan-Perusahaan yang terdaftar Bursa Efek Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi, 9.
Badjuri, A. (2011, Mei). Faktor-faktor Fundamental, Mekanisme Corporate Governance, Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan. Dinamika Keuangan dan Perbankan, 38-54.
Belkaoui, A., & Karpik, P. G. (1989). Determinants of The Corporate Decision to Disclose Social Information. Accounting, Auditing and Accountability Journal, 2(1), 36-51.
Gozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Gumanti, T. A. (2002). Pilihan-pilihan Akuntansi dalam Aplikasi Teori Akuntansi Positif. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 6(1), 83-101.
Handoko, A. (2013). Analisis Regresi Berganda.
Hardiningsih, P., & Oktaviani, R. M. (2012). Efektivitas Corporate Governance, Corporate Social Responsibility, dan Earning Management Terhadapa Nilai Perusahaan. Conference in Business, Accounting and Management, 8.
Herawati, N. (2010). Manajemen Laba pada Perusahaan yang Melanggar Perjanjian Utang. Jurnal Ekuitas, 14(1), 97-113.
Indrawati, N. (2009). Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Annual Report serta Pengaruh Political Visibility dan Economic Performance. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, 1(1), 1-11.
Januarti, I. (2004). Pendekatan dan Kritik Teori Akuntansi Positif. Jurnal Akuntansi dan Auditing, 1, 83-94.
Januarti, I. (2004). Pendekatan dan Kritik Teori Akuntansi Positif. Jurnal Akuntansi dan Auditing, 1, 83-94.
Khodir, A. (2012). Menyingkap Selubung Ideologi Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia: Analisa Teori Kritis Terhadap Keberpihakan CSR di Indonesia (Doktoral Disertasi).
Malhotra, D. (2013). CSR As A Strategy. The International Journal Of Business & Management, 21-25.
Osifo, I. U., & Fasua, H. K. (2017). Social and Environmental Disclosures and Holistic Growth in the Positive Accounting Theory (PAT) View. IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM), 9(6), 1-8.
Risa, N. W. (2012). Analisis Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Melalui Laporan Tahunan dan Website di Industri Perbankan Indonesia Tahun 2010.
Sembiring, E. R. (2003). Kinerja Keuangan, Political Visibility, Ketergantungan pada hutang, dan pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Simposium Nasional Akuntansi, 249-259.
Setijaningsih, H. T. (2012, September). Teori Akuntansi Positif dan Konsekuensi Ekonomi. Jurnal Akuntansi, XVI(3), 427-438.
Setyorini, C. T., & Ishak, Z. (2012). Corporate Social and Environmental Disclosure: A Positive Accounting Theory View Point. International Journal of Business and Social Science, 3(9), 152-164.
Utomo, R. B. (2013). Pengaruh Kekuatan Bonus Terhadap Metode Persediaan. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika, 3(1), 912-920.
Watts, R. L., & Zimmerman, J. L. (1978). Towards a Positive Theory of The Determination of Accounting Standards. The Accounting Review, LIII(1), 112-134.
Watts, R. L., & Zimmerman, J. L. (1990, January). Positive Accounting Theory: A Ten Year Perspective. 131-156.
Wijaya, M. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 1(1), 26-30.
Published
2018-10-29
Section
Articles