Archives

2015

Vol 24, No 1 (2015)

Demokrasi (baca: hubungan masyarakat dan negara) yang dihayati masyarakat bangsa Indonesia bukanlah tiruan demokrasi bangsa lain, melainkan lahir dari nilai-nilai luhur budaya suku-suku masyarakat bangsa Indonesia sendiri dari Sabang sampai Merauke. Para pendiri bangsa menetapkan bahwa dasar kehidupan demokrasi bangsa Indonesia yang merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya bangsa itu adalah Pancasila. Oleh karena itu, baik nilai-nilai luhur demokrasi yang ada dalam Pancasila maupun yang ada dalam tiap-tiap budaya masyarakat bangsa Indonesia merupakan milik bangsa Indonesia.

Tulisan-tulisan dalam jurnal ini mencoba menyajikan rekonstruksi beberapa masalah terkait dengan hubungan masyarakat dan negara. Tulisan pertama menunjukkan bahwa Indonesia dewasa ini harus dilihat dan dimaknai sebagai sebuah “negara bangsa-bangsa” (nations state) dan bukan sebagai “negara-bangsa” (nation state) mengingat beragamnya budaya suku-suku masyarakat di Indonesia. Tulisan kedua menunjukkan perubahan sikap (persepsi) masyarakat Idamdehe terhadap rencana Pembangunan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Idamdehe yang semula memberi dukungan namun kemudian berbalik arah dengan tidak mendukung pembangunan PLTP, lemahnya peran negara dalam melibatkan masyarakat terkait perencanaan pembangunan PLTP adalah salah satu penyebab perubahan persepsi masyarakat.

Tulisan ketiga mengulas fenomena pemekaran kampung-kampung di Tanah Papua dengan melibatkan para elit kampung dan juga masyarakat Tanah Papua untuk berjuang mengakses pembangunan (modernitas). Mimpi masyarakat Tanah Papua tentang kemajuan dan siasat untuk mengakses dana-dana pembangunan dari pemerintah melahirkan ide untuk memekarkan kampung. Dinamika pemekaran kampung juga memaparkan situasi interkoneksi wilayah-wilayah Papua ke dunia global. Tanah Papua menjadi benteng terbuka karena interkoneksi global yang dibawa oleh pembangunan. Pada momen inilah sebenarnya efek-efek pertemuan orang-orang Papua dengan dunia global melahirkan cita-cita dan mimpi untuk transformasi sosial bagi orang Papua.  

Tulisan keempat menunjukkan bahwa transfer fiskal belum dapat menjadi mainstream untuk menghilangkan kesenjangan wilayah seperti kebijakan pemerintah (government policy), relasi antara masing-masing satuan wilayah pembangunan yang belum mencerminkan spread effect (efek penyebaran) dan sebagainya di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Alokasi Dana Desa/Kelurahan sejatinya merupakan upaya yang perlu diapresiasi, oleh karena dimaksudkan untuk mengurangi kesenjangan fiskal antara pemerintah daerah dan pemerintah desa. Namun, pada saat yang bersamaan dalam konteks sistem perwilayahan di Kabupaten Sumba Timur ternyata menimbulkan ketimpangan antar wilayah.

Tulisan kelima menunjukkan pemerintah dan masyarakat, termasuk juga para pelaku ekonomi senantiasa mengharapkan terciptanya stabilitas harga barang dan jasa secara umum, agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa volatilitas inflasi daerah di Indonesia dapat dipengaruhi dari dua sisi, yakni dari sisi moneter dan dari sisi fiskal. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji mengingat pemahaman mengenai volatilitas inflasi daerah dapat digunakan sebagai dasar perumusan pengelolaan inflasi daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih tinggi.

Selamat Membaca!


2015

Vol 24, No 2 (2015)

Dimensi manusia dalam pembangunan hanya akan nampak seutuhnya apabila pembangunan itu merupakan proses pembebasan manusia. Artikel-artikel dalam Jurnal KRITIS Volume XXIV Nomor 2, Juli – Desember 2015 mencoba menyajikan dimensi manusia dan mentalitas pembangunan pada beberapa wilayah di Indonesia yang tentunya menyentuh aspek pembangunan berkelanjutan (sustainable development) baik dari perspektif di bidang sosial ekonomi, di bidang sosial politik, di bidang sosial ekologi dan di bidang sosial budaya (termasuk di dalamnya aspek sosial-keagamaan).

Artikel pertama, sesungguhnya membahas tentang peran para Kiai, Santri dan Pesantren di Indonesia terutama dalam aspek pembangunan di bidang sosial-politik bahwa ternyata terdapat dua bias yang dikemukakan secara mendalam, yaitu bias “guru-murid” dan bias “orang dalam” dalam pesantren di Indonesia. Artikel kedua, mengupas tentang model pemasaran dan promosi pariwisata sebagai salah satu elemen penting pembangunan berkelanjutan di bidang pariwisata yang terkait erat dengan citra suatu destinasi ataupun daya tarik pariwisata di Indonesia dalam konsepsi mooi indie pada masa lalu dan masa sekarang. Artikel ketiga mendiskusikan tentang kehidupan masyarakat di negeri Kanike, yang hidup ditengah-tengah pegunungan Pulau Seram, Provinsi Maluku. Keseluruhan aktifitas dalam mempertahankan hidup selalu menggantungkan diri pada kekayaan alam baik dengan cara bercocok tanam, memanfaatkan tanaman liar dan hewan disekitar, semua itu dilakukan oleh masyarakat Kenike untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari yang secara umum dikenal dengan pendekatan (approach) atau konsep biosecurity. Artikel keempat membedah Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penbukaan Lahan dan Pekarangan Bagi Masyarakat yang kemudian memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat provinsi Kalimantan Tengah yang berujung pada lambat pembagunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Artikel kelima secara khusus membahas tentang praktik perjudian “judi kupon togel” di Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara yang berkembang dengan memanfaatkan “kelemahan” dari perkembangan Teknologi Informasi dewasa ini.


Pada kesempatan ini perlu kami sampaikan bahwa Jurnal Kritis adalah jurnal studi pembangunan dengan pendekatan interdisipliner yang terbuka bagi kaum akademisi, jurnalis, seniman, budayawan, aktivis atau siapa saja yang mempunyai intensi tinggi terhadap pembangunan sebagai proses multidimensional yang melibatkan reorientasi dan reorganisasi kemasyarakatan secara keseluruhan, yang mencakup penjaminan pilihanpilihan kehidupan manusia, penegakan harga diri manusia, dan pembebasan dari penghambaan, untuk menulis di Jurnal Kritis yang terbit setiap bulan Juni-Desember.

Selamat Membaca!


1 - 3 of 3 Items