Penyaluran kredit usaha rakyat bagi kinerja bank pembangunan daerah

  • Naasyiatul Lailaa Satya Wacana Christian University
  • Elisabeth Penti Kurniawati Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana

Abstract

The Indonesian government discontinued the distribution of Credit for Business or Kredit Usaha Rakyat (KUR) for 26 Regional Development Banks or Bank Pembangunan Daerah (BPD) in 2015. However, in the same year, the central government allowed BPDs to distribute KUR with two conditions: the bank had the Non-Performing Loan (NPL) below five percent and developed an online system with the insurance guarantor or reinsurance firms. The study aims to offer an implementable analysis for BPDs in proposing to become the distributors of KUR. This research generates the observation data using the purposive sampling method. Further, the study compares the changes in profitability and NPL of five BPDs before and after these banks distributed KUR using the independent t-test and paired sample t-test. The results of the study showed that BPD did not experience significant differences in NPL and profitability between before and after becoming a KUR agent.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akerlof, G. A. (1970). The market for “Lemons”: Quality Uncertainty and the market mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488–500. https://doi.org/10.2307/1879431

Bank Indonesia. (1998). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan. Undang-undang nomor 10 tahun 1998 Tentang Perbankan, (Direktur Direktorat Hukum Bank Indonesia), 65. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Brigham, E., & Houston, J. (2011). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan (11th ed.). Salemba Empat.

Dahrani. (2011). Pengaruh pertumbuhan kredit dan Non Performing Loan (NPL) terhadap pertumbuhan modal perusahaan perbankan di Indonesia. Jurnal Manajemen & Bisnis, 11(2), 87–96.

Damayanti, M., & Adam, L. (2015). Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai alat pendorong pengembangan UMKM di Indonesia. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Working Paper.

Faisol, A. (2007). Analisis kinerja keuangan bank pada PT. Bank Muamalat Indonesia,Tbk. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 3(2), 129–170.

Ghozali, I. (2007). Manajemen risiko perbankan pendekatan kuantitatif Value at Risk (VaR) (1st ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. (2016). Maksud dan Tujuan KUR.

Mardi, & Faradila, L. (2016). Pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan bunga pinjaman terhadap tingkat profitabilitas bank umum swasta nasional. Jurnal Organisasi Dan Manajemen, 12(1), 79–88.

Muljono, T. P. (1986). Analisa laporan keuangan untuk perbankan. Jakarta: Djambatan.

Nusantara, A. B. (2009). Analisis pengaruh NPL, CAR, LDR, dan BOPO terhadap profitabilitas bank (perbandingan bank umum go publik dan bank umum non go publik di Indonesia periode tahun 2005-2007). Universitas Diponegoro.

Saputra, I. P. M., Zukhri, A., & Indrayani, L. (2014). Sistem pengendalian internal pemberian kredit pada Pt. Bpr Suryajaya Kubutambahan. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 4(1), 1–9.

Sartono, A. (2014). Manajemen keuangan – teori dan aplikasi (7th ed.). Yogyakarta: BPFE.

Soepardi, H. S. (2015). Pemerintah beri syarat bagi perbankan penyalur KUR. Antaranews.com. Retrieved from https://m.antaranews.com/berita/498239/pemerintah-beri-syarat-bagi-perbankan-penyalur-kur

Sudiyatno, B., & Suroso, J. (2010). Analisis pengaruh DPK, BOPO, CAR dan LDR terhadap kinerja keuangan pada sektor perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dinamika Keuangan Dan Perbankan, 2(2), 125–138. https://doi.org/10.7202/1005434ar

Sutojo, S. (2008). Menangani kredit bermasalah. Jakarta: Mulia Pustaka.
Published
2018-04-30
How to Cite
Lailaa, N., & Kurniawati, E. (2018). Penyaluran kredit usaha rakyat bagi kinerja bank pembangunan daerah. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 21(1), 23-42. https://doi.org/https://doi.org/10.24914/jeb.v21i1.633
Section
Articles