Paradoks Ganda Kos Produksi Petani Tembakau (Studi Fenomenologi pada Petani Tembakau di Kabupaten Jember)

Whedy Prasetyo

Abstract


This study focuses on the dual paradox of production cost phenomenon as a consequence of the tobacco market characteristics. More specifically, we motivate our study by emphasizing the oligopsonic price transaction and farmers’ lack of direct access to factories. The paradox causes production costs to be determined by mediating actors between farmers and tobaccos. More specifically, tengkulak (middlemen) powerfully mediate business transactions between farmers and factories so that price fluctuation harms farmers. Using the phenomenology study, this research harmonizes the production costs determination from the planting time to harvesting time. The production cost harmonization shows that farmers and factories initiate intensive and open communication about their own production costs. It is therefore expected that this practice could eliminate the oligopsonic market and the one-sided price determination by tengkulak who mainly act for cigarette industry. Eventually, it is also expected that the dual paradox of production cost determination could be eliminated.

Abstrak

 

Fenomena paradoks ganda kos produksi akibat pasar tembakau merupakan kajian penelitian ini. Kajian ini merujuk akibat transaksi harga yang bersifat oligopsoni dan petani tidak memiliki akses langsung ke pabrik. Paradoks seperti ini membuat kondisi antara petani dan pabrik menentukan beban produksi. Beban produksi yang terjadi akibat proses jual-beli diperantarai oleh tengkulak, sehingga fluktuasi harga tembakau merugikan petani. Penelitian ini mengunakan studi fenomena. Hasil penelitian mewujudkan harmonisasi penentuan kos produksi dari awal masa tanam sampai panen. Harmonisasi kos produksi seperti ini menunjukkan pabrik dan petani membuka wahana komunikasi intensif dan terbuka beban produksi yang harus dikeluarkan masing-masing. Hasil ini diharapkan mengakhir fenomena oligopsoni dan penetapan harga tembakau secara sepihak oleh tengkulak yang menjadi kaki tangan industri rokok. Oleh karena itu, sudah waktunya cerita paradoks ganda penentuan kos produksi diakhiri.

Keywords


dual paradox of production cost; farmer; tengkulak; oligopsony

Full Text:

PDF

References


Basrowi, M., dan Soenyono. 2004. Teori sosiologi dalam tiga paradigma. Cetakan ke Satu, Surabaya: Penerbit Yayasan Kampusina.

Chamim, M. 2011. A giant pack of lies: Bongkah raksasa kebohongan: Menyorot kedigdayaan industri rokok di Indonesia. Jakarta: KOJI Communications dan TEMPO Institute.

Fellingham, J.C. 2007. Is accounting an academic discipline? Accounting Horizons 21 (2): 159-163.

Indonesia Institute for Social Development (IISD). 2015. Petani tembakau di Indonesia: Sebuah paradoks kehidupan. Yogyakarta: Leutikaprio.

Jayadi, A., dan T. Arbiansyah. 2012. Sengsara di timur Jawa: Kisah ketidakberdayaan para petani tembakau Sumenep, Pamekasan dan Jember menghadapi tata niaga tembakau yang memiskinkan. Jakarta: Yayasan Indonesia Sehat.

Keyser, J. C., dan N. R. Juita. 2005. Smallholder tobacco growing in Indonesia: Cost and profitability compared agricultural enterprises. HNP Discussion Paper World Bank. Jakarta.

Kuswarno, E. 2009. Metodologi penelitian komunikasi fenomenologi: Konsepsi, pedoman, dan contoh penelitiannya. Bandung: Penerbit Widya Padjadjaran.

Mastur. 2014. Penelitian tanaman tembakau dan diversifikasi produknya. Laporan Hasil Penelitian. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Rachmad, M. 2015. Mengerdilkan tembakau: Petani tembakau belum menjadi prioritas. Majalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi (ECPOSE) Universitas Jember: Edisi 30, XXVI.

Rokhmah, D. 2014. Analisis faktor risiko Green Tobacco Sickness (GTS) dan metode penanganannya pada petani tembakau. Available at http:// repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/58903/dewi pemula 205.pdf?sequence=1.

Saliem, H.P. 2014. Permasalahan dan tantangan pertanian tembakau serta solusinya. FGD Pertanian Tembakau Bogor.

Samryn, L.M. 2013. Akuntansi manajemen informasi biaya untuk mengendalikan aktivitas operasi dan investasi. Edisi revisi, Jakarta: Penerbit Kencana Prenadamedia Group.

Santoso, T. 2011. Tata Niaga Tembakau di Madura. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 3 (2): 7-19.

SEATCA. 2008. Cycle of poverty in tobacco farming: Tobacco cultivation in Southeast Asia. Bangkok: SEATCA.

Sugiri, S. 2009. Akuntansi managemen sebuah pengantar. Edisi ke Empat, Yogyakarta: Penerbit UPP STIM YKPN.

Suwardjono. 2016. Akuntansi pengantar bagian 1 proses penciptaan data pendekatan sistem. Cetakan ke Tujuh, Yogyakarta: BPFE.

The, I., dan A. Sugiono. 2015. Akuntansi informasi dalam pengambilan keputusan. Cetakan ke Satu, Jakarta: Penerbit PT.Grasindo.

Tobacco Control Support Center (TCSC)-Indonesia. 2012. Bunga rampai fakta tembakau dan permasalahannya di Indonesia. Jakarta: TCSC-IAKMI.


DOI: http://dx.doi.org/10.24914/jeb.v20i1.611

Abstract viewed 65 times
PDF downloaded 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




p-ISSN: 1979-6471; e-ISSN: 2528-0147

Indexed by:

 

Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia

Creative Commons License