Strategi Pengembangan Daerah Growth Pole melalui Pemanfaatan Potensi Lokal

  • Rusdarti Rusdarti Universitas Negeri Semarang
  • Fafurida Fafurida Universitas Negeri Semarang
Keywords: planning, development, local potential, growth pole

Abstract

This research aims to determine the leading sectors that could be developed in each district in Cilacap Regency as a growth pole area. We use location quotient, shift share, and klassen typology as analysis methods. The research results show that not all of the district at Cilacap regency have a leading sector. Further, districts that have leading sectors are as follows. Wanareja only has a leading sector, i.e. agriculture. Secondly, Kawunganten has two leading sectors, agriculture and finance, rent, and company services. Thirdly, Agriculture becomes the only leading sector of Kampung Laut District. Fourthly, Mining and extraction are the leading sectors of Kesugihan District. Fifthly, Sampang District has buildings and finance sectors as the leading sectors. Sixthly, Kroya District leads in trade, hotel, and restaurant sectors. Seventhly, South Cilacap District leads in mining and extraction sectors. Eighthly, Central Cilacap District has manufacturing, electricity, gas and clean water, building and services as leading sectors. Lastly, North Cilacap District has electricity, gas and clean water, manufacturing, building and services as leading sectors.


Abstrak

 

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan sektor unggulan yang dapat dikembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Cilacap sebagai salah satu daerah growth pole. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu location quotient, shift share dan klassen typologi. Hasil penelitian menunjukkan tidak semua kecamatan di kabupaten Cilacap memiliki sektor unggulan. Beberapa daerah yang memiliki sektor unggulan diantaranya adalah  Kecamatan Wanareja hanya memiliki satu sektor unggulan yaitu pertanian. Kedua adalah Kecamatan Kawunganten memiliki dua sektor unggulan yaitu sektor pertanian dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Kecamatan Kampung Laut, dimana sektor pertanian pada kecamatan ini sangatlah unggul. Kecamatan kesugihan juga memiliki satu sektor unggulan yaitu sektor pertambangan dan penggalian. Kecamatan yang kelima yaitu Kecamatan Sampang, unggul dalam sektor bangunan dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan. Keenam adalah Kecamatan Kroya unggul dalam sektor perdagangan, hotel dan restoran. Ketujuh yaitu Kecamatan Cilacap Selatan, sektor pertambangan dan penggalian di wilayah ini termasuk unggul. Cilacap tengah memiliki banyak sektor unggulan, diantaranya adalah sektor Industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan serta sektor jasa-jasa. Dan Kecamatan Cilacap Utara, sektor yang tergolong unggul dalam kecamatan ini adalah sektor listrik, gas dan air bersih, sektor industri pengolahan, sektor bangunan dan sektor jasa-jasa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, L. 1999. Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi Pertama. BPFE. Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. Jawa Tengah Dalam Angka 2008-2012. BPS Propinsi Jawa Tengah, Semarang.

Blakely, E. J. 1994. Planning Local Economic Development Theory and Practice, 2nd ed. Thousand Oaks. SAGE Publications.

Djojohadikusumo, S. 1994. Perkembangan Pemikiran Ekonomi: Dasar Teori Ekonomi, Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan, Penerbit PT. Pustaka LP3ES, Jakarta.

Fafurida. 2010. Kajian Penelitian Bidang Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Manajemen dan Akuntansi dalam Rangka Memperkokoh Perekonomian Nasional. Proceeding. FE Universitas Sebelas Maret.

Hirschman, A.O. 1958. The Strategy Of Economic Development In Developing Countries. New Haven, Connecticut, USA, Yale University Press.

Hoover, E.M., 1984, An Introduction to Regional Economics, 2nd ed., N.Y., : Knopf, 3nd edition.

Irmawati, S. 2015. Analisis Industri Unggulan di Provinsi Jawa Tengah. JEJAK Vol 8 No. 2, Hal: 224-237.

Perroux, F. 1970. Economic space: theory and applications. Quarterly Journal of Economics 64: 89-104.

Sarwono. 2016. Analysis of economic growth factors in West Pantura Areas of Central Java. JEJAK Vol 9 No. 2, 1 Hal: 145-158.

Soepono, P. 1993. Analisis shift-Share: perkembangan dan penerapan. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 8 No. 1, Hal: 43-54.

Sukirno, S. 1985. Ekonomi Pembangunan – Proses, Masalah dan Dasar Kebijakan, LP3ES-UI dengan Bina Grafika. Jakarta.

Temenggung, S.A., 1999, Paradigma Ekonomi Wilayah: Tujuan Teori dan Praktis Ekonomi Wilayah dan Implikasi Kebijakan Pembangunan. Bunga Rampai Perencananaan Pembangunan di Indonesia. Penerbit PT. Grasindo, Jakarta.

Todaro, M.P. 2003. Economic Development. Eight Edition. Pearson Education Limited. United Kingdom.
Published
2016-12-30
How to Cite
Rusdarti, R., & Fafurida, F. (2016). Strategi Pengembangan Daerah Growth Pole melalui Pemanfaatan Potensi Lokal. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19(3), 425-440. https://doi.org/https://doi.org/10.24914/jeb.v19i3.467
Section
Articles