KERAGAAN PENYAKIT PADI PADA VARIETAS UNGGUL BARU UNTUK AGROEKOSISTEM RAWA DAN LAHAN KERING

  • Dini Yuliani Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jl. Raya 9 Sukamandi, Subang, Jawa Barat
  • Johanes Amirrullah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan
  • - Sudir Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Jl. Raya 9 Sukamandi, Subang, Jawa Barat
Keywords: Dryland, New improved Varieties, Rice Diseases, Swamp

Abstract

Swampand dryland agroecosystems has the potential tobe used as acomplementary effort to improve national food security. This effort washamperedby the disruption of plant disease in new improved varieties of riceasone of the technology to increase rice production. This study aims to determine the performance of rice diseases at new improved varieties for swamp and dryland agro eco systems. Research conducted in 2013 growing season in ICR Rusinga randomized block design with 3 replications. The treatments were13new improved varietiesi.e. Inpara 1, Inpara 2, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpago 4, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, Inpago 8, and Inpago 9. For disease survei llance drawn diagonalline in each experimental plot, each diagonalline taken10 samples of plant clumps. Each sample clumps was observed the disease severity that were found by scoring method (IRRI, 2002).The results showed there were six diseases that infect new improved varieties for swampand upland agro ecosystems name lystem rot, sheath blight, red stripe, cercosporaleaf spot, bacterial leaf blight,and bacterialleafstreak. Stem rot with the highest severity found in Inpara3(35.18%) and Inpago4(32.96%). Sheath blight with the highest severity found in Inpara1(6.11%) and Inpago7(5.74%). Red stripe withthe highests everity found in Inpara6 (47.78%) and Inpago9 (40.74%). Cercosporaleaf spotwiththe highestseverity found in Inpara5(40.37%) and Inpago6 (14.82%). Bacterial leaf blight with the highest severity found in Inpara3(24.26%) andInpago9 (32.04%). Bacterial leaf streak with the highest severity found in Inpara3(9.26%) and Inpago6 (30.56%).

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

BB Padi. 2013. Deskripsi varietas padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. Ditlin (Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan). 2009.Informasi perkembangan serangan OPT padi tahun 2008, tahun 2007, dan rerata 5 tahun (2002-2006). Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Ginting MS. 2008. Intensitas serangan penyakit bercak daun sempit (Cercospora janseana) (Rocib) O. Const pada beberapa varietas padi sawah (Oryzae sativa L) dengan jarak tanam yang berbeda di lapangan. Departemen Hama dan Penyakit Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.

Gomez AK and Gomez AA. 1995. Prosedur Statistika Untuk Penelitian Pertanian. (Terjemahan oleh Enang Sjamsudin & Justika Baharsjah). Edisi 11. UI Press, Jakarta. Hairmansis A, Supartopo, Kustianto B, dan Pane H. 2011. Karakter agronomi dan hasil galur padi toleran rendaman. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 30 (1): 1-8.

Hairmansis A, Kustianto B, Lubis E, dan Suwarno. 2008. Increasing genetic diversity through participatory varietas selection of upland rice in Lampung. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 27 (1): 9 12.

Hermanasari R, Supartopo, Hairmansis A, Yullianida, dan Kustianto B. 2011.Galur harapan padi rawa toleran rendaman. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 30 (2): 71-75 IRRI. 2002. Standard evaluation system for rice. 4th Edition. International Rice Research Institute. Los Banos, Phillipines.

Kobayashi T, Ishiguro K, Nakajima T, Kim HY, Okada M, and Kobayashi K. 2006.Effect of elevated atmospheric CO2cocentration on the infection of rice blast and sheath blight. Phytopathology 96: 425-431.

Masganti. 2011. Perbedaan daya serap hara beberapa varietas unggul padi pada tipe lahan berbeda di lahan pasang surut. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 30 (1): 23-29. Nuryanto B. 2011. Varietas, kompos, dan cara pengairan sebagai komponen pengendali penyakit hawar upih. Disertasi. Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah. Yoyakarta.

Nuryanto B, Priyatmojo A, Hadisutrisno B. 2014. Pengaruh tinggi tempat dan tipe tanaman padi terhadap keparahan penyakit hawar pelepah. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 33 (1): 1-8. Sudir dan Suparyono. 1996. Keparahan penyakit hawar daun jingga pada beberapa galur dan varietas padi. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 2(1): 5-11.

Sudir, Suprihanto, dan Suparyono. 2010. Pengaruh pupuk, varietas, dan fungisida terhadap perkembangan beberapa penyakit padi. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 20 (1): 32-39. Sudir,

Suprihanto, dan Kadir TS. 2009. Identifikasi Patotipe Xanthmonas oryzae pv. oryzae, Penyebab Penyakit Hawar Daun Bakteri Padi di Daerah Sentra Produksi Padi di Jawa. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 28(3): 131-138.

Suhartatik E dan Makarim AK. 2009. Kebutuhan hara padi di lahan rawa lebak. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 28 (2): 101-108.

Sumarno dan Hidayat JR. 2007. Perluasan areal padi gogo sebagai pilihan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Buletin IPTEK Tanaman Pangan 2 (1): 26-40.

Suparyono, Sudir, dan Suprihanto. 2004. Pathotype profile of Xanthomonas campestris pv. oryzae, isolates from the rice ecosystem in Java. Indonesian Journal of Agric. Science 5 (2): 63 69.

Suprihanto, Guswara A, dan Satoto. 2009. Pengaruh dosis pupuk nitrogen terhadap beberapa penyakit pada varietas padi hibrida. Prosiding Seminar Nasional Padi 2008. Balai Besar Penelitian Padi. Sukamandi. Hal: 443-451.

Suryana A, Suyamto, Pane H, Kustianto B, Makarim AK, Suharto H, dan Sembiring H. 2007. Pengelolaan tanaman terpadu padi lahan rawa lebak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

Susilawati A. 2014. Inpara varietas adaptif rawa mendukung kedaulatan pangan. ProsidingSeminar Nasional Pembangunan Pertanian Terpadu Berkelanjutan untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi dalam Menyongsong Era Asia. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Hal: 108-117.

Toha HM. 2005. Padi gogo dan pola pengembangannya. Balai Penelitian Tanaman Padi. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Totok ADH, Suwarto, Riyanto A, Susanti D, Kantun IN, dan Suwarno. 2011.Pengaruh waktu tanam dan genotipe padi gogo terhadap hasil. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 30 (1): 17- 22.

Waluyo. 2014. Potensi pengembangan pertanian tanaman pangan di lahan rawa lebak Sumatera Selatan. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Pertanian Terpadu Berkelanjutan untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi dalam Menyongsong Era Asia. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Published
2017-10-16
Section
Articles